Ciri-ciri Email Phising Memanfaatkan Skema Evaluasi Kinerja Karyawan!

Dythia Novianty

Minggu, 24 September 2023 | 14:11 WIB
Ciri-ciri Email Phising Memanfaatkan Skema Evaluasi Kinerja Karyawan!
Ilustrasi karyawan (Pexels/Thirdman)

Suara.com - Kaspersky telah mengungkap skema phishing yang menimbulkan ancaman terhadap sistem
perusahaan dengan menargetkan karyawan.

Skema penipuan ini menampilkan dirinya sebagai bentuk evaluasi kinerja karyawan yang berasal dari departemen SDM namun memiliki agenda berbahaya yaitu mencuri informasi sensitif.

Merupakan praktik umum dalam organisasi besar dimana karyawan berbagi pemikiran mengenai
aspirasi karir, bidang minat, atau pencapaian di luar deskripsi pekerjaan mereka.

Biasanya, diskusi semacam ini hanya dilakukan setahun sekali pada saat evaluasi kinerja.

Ketika email yang mengundang untuk berpartisipasi dalam evaluasi diri tiba, terutama jika itu dituliskan bersifat “wajib”, para penjahat siber sering kali memanfaatkan kesempatan tersebut tanpa ragu-ragu.

Inilah celah yang dieksploitasi oleh penjahat siber dalam kampanye spear-phishing terbaru mereka.

Ilustrasi email phising. [Freepik]
Ilustrasi email phising. [Freepik]

Dalam skema penipuan ini, penjahat siber mengirimkan email yang dibuat secara meyakinkan agar tampak seolah-olah berasal dari departemen SDM.

Email ini menawarkan formulir evaluasi diri sebagai cara bagi karyawan untuk berinteraksi dengan manajer mereka.

Namun, email-email yang menipu ini menunjukkan beberapa tanda-tanda phishing yang sangat jelas.

baca juga

Pertama, alamat email pengirim tidak sesuai dengan alamat perusahaan, sehingga menimbulkan kecurigaan sejak awal.

Kedua, email tersebut memberikan tekanan dengan menegaskan bahwa setiap orang harus melengkapi formulir pada akhir hari kerja, sebuah taktik umum yang digunakan oleh penipu
untuk menciptakan rasa urgensi.

Selain itu, ketika penerima mengklik link yang disediakan, mereka akan menghadapi pertanyaan yang, pada pandangan pertama, tampak tidak berbahaya.

Namun, sifat sebenarnya dari skema tersebut menjadi jelas dalam tiga pertanyaan terakhir, yang meminta alamat email korban, kata sandi, dan konfirmasi kata sandi.

Pendekatan yang menipu ini membuat korban lengah karena meminta informasi sensitif menjelang akhir proses.

Untuk lebih menghindari deteksi, kata "kata sandi/password" disembunyikan, sehingga menambah kecanggihan penipuan.

Ilustrasi cybercrime (Freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi cybercrime (Freepik/rawpixel.com)

Roman Dedenok, pakar keamanan di Kaspersky menghimbau karyawan perusahaan untuk berhati-hati saat menerima email seperti itu, terutama yang menyerupai komunikasi HR.

"Untuk melindungi data mereka, sangat penting untuk memverifikasi keaslian permintaan evaluasi diri yang tidak diminta secara langsung dengan departemen SDM
mereka,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahu Ada Dalang yang Mendanai, Tasyi Athasyia Jadi Ogah Damai dengan eks Karyawan

Tahu Ada Dalang yang Mendanai, Tasyi Athasyia Jadi Ogah Damai dengan eks Karyawan

Entertainment | Jum'at, 01 September 2023 | 17:03 WIB

Kasus dengan eks Karyawan, Tasyi Athasyia Bawa Bukti Ada Dugaan Dalang yang Mendanai

Kasus dengan eks Karyawan, Tasyi Athasyia Bawa Bukti Ada Dugaan Dalang yang Mendanai

Entertainment | Jum'at, 01 September 2023 | 16:09 WIB

Tak Takut Rugi, Andre Taulany Belikan 5 Rumah Buat Karyawan

Tak Takut Rugi, Andre Taulany Belikan 5 Rumah Buat Karyawan

Entertainment | Kamis, 31 Agustus 2023 | 09:03 WIB

Kaspersky Tekankan Imunitas Siber untuk Hadapi Ancaman di Tengah Perkembangan AI

Kaspersky Tekankan Imunitas Siber untuk Hadapi Ancaman di Tengah Perkembangan AI

Tekno | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 09:27 WIB

Kaspersky: Penjahat Siber Mulai Manfaatkan AI, Sukar Terdeteksi

Kaspersky: Penjahat Siber Mulai Manfaatkan AI, Sukar Terdeteksi

Tekno | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 09:04 WIB

Pakar: Waspada Kecerdasan Buatan Dimanfaatkan Penjahat Siber, Sulit Terdeteksi!

Pakar: Waspada Kecerdasan Buatan Dimanfaatkan Penjahat Siber, Sulit Terdeteksi!

Tekno | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 11:28 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×