Selangkah Lagi Satelit Starlink Elon Musk Bisa Jualan Internet di Indonesia

Dicky Prastya Suara.Com
Selasa, 23 April 2024 | 13:56 WIB
Selangkah Lagi Satelit Starlink Elon Musk Bisa Jualan Internet di Indonesia
Ilustrasi Satelit Starlink Elon Musk. [Twitter/X Starlink]

Suara.com - Satelit Starlink milik Elon Musk selangkah lagi akan masuk ke Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah memenuhi hampir semua syarat untuk menjual internet di Tanah Air.

"Sedang diproses (syarat untuk jualan internet), tapi hampir semuanya. Hampir semuanya final," kata Budi Arie saat ditemui di Hotel Pullman Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2024).

Budi Arie juga menyebut kalau Starlink bakal melakukan uji layak operasi (ULO), yang merupakan tahap sebelum menjual paket internet di Indonesia.

Kendati begitu Budi Arie menegaskan kalau Satelit Starlink tetap harus memenuhi peraturan untuk menjual layanannya di Tanah Air. Salah satu syarat yang dipenuhi adalah biaya hak penggunaan (BHP).

"Bayar dong, enggak ada yang gratis enak saja," timpal Budi Arie.

Lebih lanjut Budi Arie juga mengapresiasi kerja sama Starlink dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk menyalurkan internet. Menurutnya, kerja sama yang diumumkan pada Senin (22/4/2024) kemarin itu menandakan Starlink akan berkolaborasi dengan perusahaan lokal.

Ia menilai kalau para penyedia layanan internet (internet service provider atau ISP) Indonesia bisa memanfaatkan teknologi yang dimiliki Starlink.

"Karena teknologi yang ditawarkan Starlink ini memang bisa membantu untuk beberapa wilayah Indonesia. Indonesia (bagian) timur tuh terbantu nanti. Daripada kita gelar kabel segala macam," urai dia.

"Tapi soal kewajiban soal tanggung jawab, Starlink sebagai korporasi, dia harus ikut aturan dan regulasi di Indonesia," pungkas Budi Arie.

Baca Juga: Internet 5G Masih Terbatas di Indonesia, Menkominfo: Kalau Cuma Buat YouTube, 4G Cukup

Budi Arie juga memastikan kalau Satelit Starlink tidak akan bersaing dengan Satelit Satria 2 yang juga beroperasi untuk wilayah Indonesia yang tak terjangkau infrastruktur base transceiver station (BTS).

Menurutnya, baik Satelit Starlink maupun Satria-2 memiliki perbedaan masing-masing dan tidak akan saling makan alias kanibal.

"Satria-2 kan GEO (Geostationary Earth Orbit), kalau Starlink kan LEO (Low Earth Orbit). Beda dong. Kebutuhannya beda. Starlink dan Satria-2 ini enggak berkompetisi secara langsung," pungkasnya.

Sekadar informasi, Satelit LEO (Low Earth Orbit) adalah satelit yang mengorbit pada ketinggian 500–1.200 km dari permukaan bumi. Satelit LEO adalah satelit yang paling dekat dengan permukaan bumi.

Sedangkan Satelit GEO (Geostationary Earth Orbit) adalah satelit dengan jarak terjauh yakni hingga 36.000 km atau 23.000 mil dari permukaan bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI