Misteri 9 Menit pada Alarm Tunda, Kenapa Bukan 10 Menit?

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 30 November 2024 | 15:03 WIB
Misteri 9 Menit pada Alarm Tunda, Kenapa Bukan 10 Menit?
Aplikasi alarm di ponsel. [Pexels]

Suara.com - Apakah Anda sering bertanya-tanya mengapa alarm tunda di ponsel Anda berbunyi lagi setelah sembilan menit, bukan sepuluh?

Meski terlihat seperti angka yang aneh, ternyata ada sejarah panjang dan alasan teknis di balik durasi ini.

Sejarah Alarm Tunda

Menyadur dari Unilad, Fitur alarm tunda pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 oleh General Electric-Telechron. Model ini memungkinkan pengguna untuk menunda alarm selama sembilan menit, bukan sepuluh.

Alasan utama? Mekanisme jam analog pada masa itu sulit diatur untuk menunda alarm tepat sepuluh menit. Sistem roda gigi yang digunakan membuat sembilan menit menjadi pilihan paling mendekati.

Sejak itu, durasi sembilan menit menjadi standar yang terus dipertahankan bahkan hingga era digital. Tradisi ini berlanjut meskipun teknologi telah memungkinkan durasi alarm yang lebih presisi.

Ilustrasi jam alarm (pexels/Nino Souza)
Ilustrasi jam alarm (pexels/Nino Souza)

Manfaat dan Risiko Alarm Tunda

Bagi sebagian orang, tombol tunda adalah penyelamat pagi hari, membantu transisi dari tidur ke bangun secara perlahan. Namun, terlalu sering menekan tombol ini dapat menyebabkan sleep inertia—perasaan pusing dan disorientasi setelah bangun tidur.

Brooklyn Bedding menyarankan bahwa alarm tunda bisa bermanfaat jika digunakan dengan benar, seperti untuk membantu tubuh bangun secara perlahan. Namun, bila digunakan secara berlebihan, alarm tunda justru dapat mengganggu pola tidur Anda.

baca juga

Cara Mengurangi Ketergantungan pada Alarm Tunda

Jika Anda kesulitan untuk bangun tanpa menekan tombol tunda, para ahli menyarankan untuk menerapkan rutinitas tidur yang sehat. Salah satu metode yang direkomendasikan adalah aturan 10-3-2-1-0:

  • 10 jam sebelum tidur: Hindari konsumsi kafein.
  • 3 jam sebelum tidur: Berhenti makan, terutama makanan berat atau berlemak.
  • 2 jam sebelum tidur: Jeda semua pekerjaan atau aktivitas berat mental.
  • 1 jam sebelum tidur: Hindari penggunaan perangkat elektronik dengan cahaya biru.
  • 0 kali menekan tombol tunda: Dengan tidur berkualitas, Anda tidak akan memerlukan tombol ini di pagi hari.

Studi tentang Kebiasaan Menunda Alarm

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menunda alarm dapat memengaruhi kualitas tidur dan detak jantung istirahat. Mereka yang sering menekan tombol tunda memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan tidur dan merasa kurang segar di pagi hari.

Jadi, meskipun alarm tunda berdurasi sembilan menit memiliki akar sejarah dan alasan teknis, penting untuk menggunakannya secara bijak agar tidak mengorbankan kualitas tidur Anda. Mulailah rutinitas tidur yang lebih sehat untuk pagi yang lebih segar!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

POCO M6 Punya Kamera hingga 108MP, Apa Keunggulan Lainnya?

POCO M6 Punya Kamera hingga 108MP, Apa Keunggulan Lainnya?

Tekno | Jum'at, 29 November 2024 | 17:00 WIB

Privasi Vs Kepercayaan: Bisa Bikin Toxic, Ini Batasan Sehat dalam Hubungan di Era Digital

Privasi Vs Kepercayaan: Bisa Bikin Toxic, Ini Batasan Sehat dalam Hubungan di Era Digital

Tekno | Kamis, 28 November 2024 | 08:30 WIB

HP Murah Nokia Lolos Sertifikasi di Indonesia, Spek Minimalis

HP Murah Nokia Lolos Sertifikasi di Indonesia, Spek Minimalis

Tekno | Rabu, 27 November 2024 | 17:00 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×