Bagaimana Iklim dan Budaya Membentuk Evolusi Manusia?

Agung Pratnyawan

Selasa, 31 Desember 2024 | 11:57 WIB
Bagaimana Iklim dan Budaya Membentuk Evolusi Manusia?
Ilustrasi Teori Evolusi. (Pixabay)

Suara.com - Ternyata, iklim dan budaya memiliki dampak besar pada cara kita berevolusi sebagai spesies. Bagaimana bisa terjadi? Berikut ini pembahasan evolusi manusia terkait iklim dan budaya yang dirangkum Suara.com dari laporan Scienceabc.

Sebagaimana diketahui, kehidupan manusia tak bisa lepas dari pengaruh iklim dan budaya. Sebab dari sanalah manusia bisa bertahan hidup dan menjadi pribadi berbeda di setiap wilayahnya.

Perubahan kondisi iklim selama Zaman Es membuat kita mengembangkan inovasi sebagai budaya, yang membantu kita bertahan hidup. Budaya, pada gilirannya, telah memengaruhi evolusi kita.

Bayangkan Anda tinggal di suatu tempat yang dekat dengan garis khatulistiwa, misalnya Brasil atau Indonesia.

Kemungkinan besar Anda cukup siap menghadapi suhu panas dan lembap. Tiba-tiba, bayangkan diturunkan di lokasi acak di Greenland.

Anda tentu akan sedikit kesulitan dengan lingkungan yang tiba-tiba dingin dan kering di sekitar Anda, tetapi pada akhirnya, Anda mungkin menemukan bahwa Anda dapat terbiasa dengan lingkungan baru Anda.

Ilustrasi Zaman Es. [Francesco Ungaro/Unsplash]
Ilustrasi Zaman Es. [Francesco Ungaro/Unsplash]

Anda akan menyesuaikan pola makan dengan apa pun yang tersedia di Greenland, baik itu cara makan, daging dari hewan buruan liar dan ikan. 

Inilah yang kemudian membuktikan bahwa iklim sangat mempengaruhi perilaku dan evolsi manusia.

Namun, di luar perubahan gaya hidup ini, kita juga dipengaruhi oleh perubahan iklim tersebut pada tingkat genetik.

baca juga

Jadi secara garis besar, iklim akan membuat genetik kita lama kelamaan berubah menyesuaikan kondisi lingkungan.

Pengaruh Budaya

Budaya dapat dipahami sebagai cara melakukan sesuatu. Ini adalah kecenderungan yang berkembang dari waktu ke waktu dan ruang dalam populasi tertentu atau di antara banyak populasi.

Misalnya, manusia yang tinggal di daerah yang lebih dingin mengenakan pakaian yang lebih tebal. Itu adalah kecenderungan khusus bagi mereka.

Ketika kita berpikir tentang evolusi manusia, kita terprogram untuk berpikir tentang perubahan genetik, heritabilitas, dan mutasi.

Sangat jarang kita mengaitkannya dengan budaya, namun pada kenyataannya budayalah yang menentukan keberhasilan evolusi manusia.

Sebab pada dasarnya, manusia sangat mahir dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Contoh dan bukti iklim + budaya memengaruhi evolusi manusia

Bayangkan dua kelompok hewan yang secara genetik berbeda kemudian dipaksa hidup di wilayah yang mengalami banyak curh hujan.

Sebut saja kelompok hewan ini kelompok A dan kelompok B.

Beberapa hewan dalam kelompok A tangguh, dan meskipun tidak memiliki metode apa pun untuk mengatasi hujan, mereka masih mampu bertahan hidup cukup lama untuk bereproduksi.

Jika kondisinya terus demikian, maka keturunan kelompok A akan secara alami mampu mengatasi hujan.

Siklus seleksi alam ini berlangsung selama beberapa generasi yang mencakup beberapa dekade, atau bahkan satu abad.

Akhirnya, kelompok A terdiri dari sekelompok hewan yang dapat bertahan hidup dari hujan.

ilustrasi hujan (freepik)
ilustrasi hujan (freepik)

Seleksi alam, dikombinasikan dengan heritabilitas dan mutasi, telah menghasilkan sekelompok hewan yang dapat "menghadapi" kondisi hujan. Namun secara sosial mereka tak akan berkembang jika tak bisa mengatasi hujan.

Sementara itu, kelompok B terdiri dari hewan-hewan yang tidak cocok dengan hujan. Namun, satu hewan dalam kelompok B menyadari bahwa ia dapat melindungi dirinya dari hujan dengan memegang daun besar di atas kepalanya. 

Hewan-hewan lain dalam kelompok tersebut menyadari dan mengikutinya, sehingga mempelajari perilaku memegang daun yang baru.

Mereka bahkan menyadari bahwa mereka dapat menjahit daun-daun tersebut untuk membuat tempat berlindung sementara yang lebih besar.

Jika demikian, maka kelompok B pada dasarnya "memecahkan masalah" dalam perjalanan evolusi mereka.

Kelompok B lebih tangguh dan umur panjang karena bisa menghadapi dan mengatasi hujan

Namun, kelompok B menjadi lebih cocok dengan habitat hujan baru mereka dengan melakukan inovasi perilaku baru dan memungkinkan komunikasi di seluruh kelompok.

Tentu, seleksi alam mungkin telah mengidentifikasi individu yang lebih cerdas dan lebih inovatif selama bertahun-tahun, tetapi alih-alih hanya menunggu tubuh mereka berevolusi, kelompok B memberlakukan budaya baru.

Intinya, budaya adalah perubahan non-genetik atau perubahan perilaku. Ini bisa jadi sesuatu yang sederhana seperti menggunakan payung, atau belajar cara membuat payung dari dedaunan saat hujan.

Kontributor : Damai Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Perjalanan Luar Angkasa Mempengaruhi Tubuh Manusia?

Bagaimana Perjalanan Luar Angkasa Mempengaruhi Tubuh Manusia?

Tekno | Senin, 30 Desember 2024 | 16:00 WIB

Objek Buatan Manusia Tercepat Pecahkan Rekor Perjalanan di Luar Angkasa, Jelajahi 'Wilayah Tak Terpetakan'

Objek Buatan Manusia Tercepat Pecahkan Rekor Perjalanan di Luar Angkasa, Jelajahi 'Wilayah Tak Terpetakan'

Tekno | Sabtu, 28 Desember 2024 | 08:07 WIB

12 Alasan Aneh Kenapa Manusia Belum Menemukan Alien

12 Alasan Aneh Kenapa Manusia Belum Menemukan Alien

Tekno | Selasa, 24 Desember 2024 | 15:10 WIB

Terkini

Ciri-Ciri Transmisi Matic CVT Mobil Bekas Mulai Jebol Menurut Pakar, Kenali Tandanya!

Ciri-Ciri Transmisi Matic CVT Mobil Bekas Mulai Jebol Menurut Pakar, Kenali Tandanya!

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:39 WIB

4 Rekomendasi  Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

4 Rekomendasi Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:37 WIB

BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen

BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les

Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia

Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi

Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Ulasan Jakarta Sebelum Pagi: Menelusuri Misteri di Balik Kiriman Bunga

Ulasan Jakarta Sebelum Pagi: Menelusuri Misteri di Balik Kiriman Bunga

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.500 Triliun, Tapi Ekonomi Daerah Tak Kunjung Terangkat

Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.500 Triliun, Tapi Ekonomi Daerah Tak Kunjung Terangkat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:26 WIB

Liga Indonesia vs India: Adu Tradisi, Uang, Bintang Dunia, hingga Krisis Tata Kelola

Liga Indonesia vs India: Adu Tradisi, Uang, Bintang Dunia, hingga Krisis Tata Kelola

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Baca Watak Orang Lewat Weton, Begini Cara Menghitungnya

Baca Watak Orang Lewat Weton, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:25 WIB

×