Modus Kejahatan Siber di 2025: AI hingga Rantai Pasokan Jadi Target Empuk

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 06 Februari 2025 | 08:32 WIB
Modus Kejahatan Siber di 2025: AI hingga Rantai Pasokan Jadi Target Empuk
Ilustrasi Kejahatan Siber (unsplash/jeremy hawford)

Suara.com - Kejahatan siber semakin canggih dan menargetkan berbagai sektor industri dengan modus yang lebih berbahaya. Hal ini tentu harus menjadi pertahatian banyak pihak. 

Kaspersky Industrial Control Systems Cyber Emergency Response Team (ICS CERT) memperingatkan bahwa pada 2025, perusahaan industri akan menghadapi serangan yang lebih kompleks, mulai dari pencurian teknologi hingga eksploitasi AI dan sistem lama yang rentan.

"Ancaman siber yang terus berkembang, dari serangan yang digerakkan oleh AI hingga kerentanan dalam teknologi baru dan lama, menimbulkan risiko yang signifikan bagi perusahaan industri pada tahun 2025," ujar Kepala Kaspersky ICS CERT Evgeny Goncharov dikutip dari ANTARA pada Kamis (6/2/2025). 

Berikut adalah lima kejahatan siber yang perlu diperhatikan pada 2025 ini: 

1. Pencurian Teknologi Inovatif

Penjahat siber semakin mengincar inovasi teknologi dari perusahaan industri. Data sensitif yang tersimpan dalam rantai pasokan atau lantai produksi lebih mudah dieksploitasi dibandingkan yang ada di laboratorium penelitian. Serangan ini bisa berbentuk pencurian data teknis hingga sabotase sistem untuk melemahkan persaingan bisnis.

2. Manipulasi AI untuk Serangan Siber

Kecerdasan buatan (AI) yang banyak diadopsi untuk efisiensi industri justru menjadi celah baru bagi penjahat siber. Mereka dapat menyalahgunakan AI untuk mengungkap data perusahaan, mengembangkan serangan siber otomatis, hingga menciptakan teknik rekayasa sosial yang lebih meyakinkan.

3. Eksploitasi Sistem Lama

Sistem telekomunikasi dan Internet of Things (IoT) industri yang dianggap telah teruji waktu bisa menjadi sasaran empuk karena lemahnya langkah-langkah keamanan. Perangkat dengan sistem Linux di lingkungan industri juga menghadapi tantangan baru, karena masih minimnya perlindungan keamanan siber yang matang.

4. Rantai Pasokan Jadi Celah Keamanan

Vendor yang kurang berinvestasi dalam keamanan siber berpotensi menjadi titik lemah. Perusahaan industri sering mengembangkan solusi otomasi sendiri atau melalui pihak ketiga yang tidak memiliki sistem keamanan memadai, sehingga membuka peluang serangan pada rantai pasokan yang panjang dan kompleks.

5. Serangan dengan Open Source Tools

Serangan terhadap infrastruktur industri semakin mudah dilakukan karena berkembangnya alat sumber terbuka. Dokumentasi yang semakin terbuka justru memudahkan pelaku kejahatan untuk menyusun serangan lebih canggih, membuat sistem otomasi dan jaringan industri lebih rentan terhadap gangguan operasional.

Dengan semakin kompleksnya modus kejahatan siber, perusahaan industri harus meningkatkan kesadaran dan keamanan digitalnya agar tidak menjadi korban serangan yang dapat berdampak besar pada operasional dan keuangan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DeepSeek Aman Dipakai di Indonesia? Ini Penjelasan Pakar Siber

DeepSeek Aman Dipakai di Indonesia? Ini Penjelasan Pakar Siber

Tekno | Rabu, 05 Februari 2025 | 19:53 WIB

Keamanan Siber Jadi Tantangan Utama Perbankan Daerah di Era Digital

Keamanan Siber Jadi Tantangan Utama Perbankan Daerah di Era Digital

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2025 | 17:02 WIB

Komdigi Investigasi Dugaan Kebocoran Data Pegawai di Pusat Data dan Sarana Informatika

Komdigi Investigasi Dugaan Kebocoran Data Pegawai di Pusat Data dan Sarana Informatika

Tekno | Senin, 03 Februari 2025 | 22:35 WIB

Terkini

Xiaomi Kenalkan Mesin Cuci Pintar dengan Layar Sentuh, Bisa Terhubung Aplikasi

Xiaomi Kenalkan Mesin Cuci Pintar dengan Layar Sentuh, Bisa Terhubung Aplikasi

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:10 WIB

7 Kelebihan dan Kekurangan iQOO Z11, HP Midrange Baterai 9020 mAh dengan Layar 144 Hz

7 Kelebihan dan Kekurangan iQOO Z11, HP Midrange Baterai 9020 mAh dengan Layar 144 Hz

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:28 WIB

Komidigi Minta Semua Pengguna Ponsel Registrasi Ulang Kartu SIM Pakai Data Biometrik

Komidigi Minta Semua Pengguna Ponsel Registrasi Ulang Kartu SIM Pakai Data Biometrik

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:57 WIB

Honor 600e Andalkan Chip Anyar Dimensity 7100, Usung Memori Lega 512 GB

Honor 600e Andalkan Chip Anyar Dimensity 7100, Usung Memori Lega 512 GB

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:35 WIB

HP Flagship Oppo Diprediksi Usung Chip Flagship Terbaru MediaTek, Ungguli Apple

HP Flagship Oppo Diprediksi Usung Chip Flagship Terbaru MediaTek, Ungguli Apple

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:07 WIB

Xiaomi TV FX Mini LED Bersiap ke Pasar Global, Ini Bocoran Fiturnya

Xiaomi TV FX Mini LED Bersiap ke Pasar Global, Ini Bocoran Fiturnya

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:38 WIB

Cara Smartwatch Garmin Deteksi Kelelahan 'Tak Kasat Mata' pada Perempuan

Cara Smartwatch Garmin Deteksi Kelelahan 'Tak Kasat Mata' pada Perempuan

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:35 WIB

itel VistaTab 11 Resmi Hadir di Indonesia: Tablet 2 Jutaan dengan Fitur AI Study dan Desain Stylish

itel VistaTab 11 Resmi Hadir di Indonesia: Tablet 2 Jutaan dengan Fitur AI Study dan Desain Stylish

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:22 WIB

Sony Alpha 7R VI Resmi Meluncur: Sensor 66.8 MP dan Teknologi AI, Jadi Raja Baru Kamera Mirrorless

Sony Alpha 7R VI Resmi Meluncur: Sensor 66.8 MP dan Teknologi AI, Jadi Raja Baru Kamera Mirrorless

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:10 WIB

Spesifikasi Xiaomi 17T: Tawarkan Digital Zoom 120X, Skor AnTuTu Tembus 2 Juta

Spesifikasi Xiaomi 17T: Tawarkan Digital Zoom 120X, Skor AnTuTu Tembus 2 Juta

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:26 WIB