Cara Menghentikan HP Android agar Tidak Melacak Aktivitas secara Diam-diam

Agung Pratnyawan | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Rabu, 02 April 2025 | 14:24 WIB
Cara Menghentikan HP Android agar Tidak Melacak Aktivitas secara Diam-diam
Ilustrasi Google di HP Android. [Unsplash/Shutter Speed]

Suara.com - Di masa sekarang, di mana privasi digital semakin terancam, sangat penting untuk mengendalikan cara data pribadi pengguna dikumpulkan dan digunakan.

Google mengumpulkan berbagai informasi pengguna melalui layanannya, seperti Penelusuran, Maps, Asisten, dan iklan yang dipersonalisasi. Jika pengguna ingin membatasi kemampuan Google dalam melacak dan merekam aktivitas pengguna secara diam-diam melalui perangkat Android, ada beberapa pengaturan yang bisa disesuaikan.

Spyware adalah jenis perangkat lunak berbahaya yang beroperasi secara diam-diam di latar belakang untuk mengumpulkan data pribadi tanpa sepengetahuan pengguna.

Spyware bisa melacak kredensial login, informasi perbankan, serta aktivitas online. Setelah terpasang, spyware dapat mengirimkan data tersebut kepada peretas atau pengiklan.

Salah satu cara spyware bisa masuk ke ponsel adalah melalui aplikasi yang mencurigakan. Meskipun Google Play Store memiliki mekanisme keamanan, beberapa aplikasi berbahaya masih bisa lolos.

Selain itu, serangan phishing dapat menipu pengguna untuk mengunduh file yang terinfeksi, yang sering kali disamarkan sebagai aplikasi atau pembaruan perangkat lunak yang sah.

Menemukan keberadaan spyware bisa sangat sulit karena perangkat ini dirancang untuk tidak terdeteksi. Namun, beberapa tanda seperti pengurasan baterai yang cepat, munculnya pop-up yang tidak diinginkan, penurunan kinerja, dan reboot acak bisa menjadi indikasi adanya infeksi.

Jika pengguna menduga ponsel terinfeksi spyware, memeriksa izin aplikasi dan melakukan reset pabrik dapat membantu menghapusnya.

Ada beberapa cara untuk mencegah pelacakan yang tidak sah dan melindungi data pribadi. Dengan menyesuaikan pengaturan privasi, membatasi izin aplikasi, dan menonaktifkan fitur pelacakan, pengguna dapat meminimalkan risiko pengumpulan data yang tidak perlu.

Dilansir dari Gizchina pada Rabu (2/4/2025), berikut ini cara menghentikan HP Android melacak aktivitas pengguna secara diam-diam:

1. Menonaktifkan rekaman suara Google

Saat pengguna berinteraksi dengan Google Assistant, Penelusuran, atau Maps menggunakan perintah suara di ponsel Android, Google dapat merekam dan menyimpan percakapan tersebut.

Meskipun ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, beberapa orang lebih memilih agar rekaman suara mereka tidak disimpan. Pengguna bisa mencegah Google untuk menyimpan rekaman suara dengan menyesuaikan pengaturan aktivitas web dan aplikasi.

Untuk menonaktifkan rekaman suara dan audio, ikuti langkah-langkah di Bawah ini:

  • Buka halaman aktivitas Google di browser.
  • Pilih Aktivitas Web & Aplikasi.
  • Cari opsi Sertakan aktivitas suara dan audio dan hapus centangnya.

Setelah pengaturan ini dimatikan di ponsel Android, Google tidak akan lagi menyimpan rekaman suara pengguna. Namun, Asisten tetap akan merespons perintah suara, hanya saja rekaman suara tidak akan disimpan.

Ilustrasi Google di HP. [Unsplash/Arkan Perdana]
Ilustrasi Google di HP. [Unsplash/Arkan Perdana]

2. Membatasi pelacakan lokasi

Banyak aplikasi, termasuk layanan Google, terus melacak lokasi pengguna meski aplikasi tersebut tidak sedang aktif.

Data ini digunakan untuk memberikan rekomendasi berbasis lokasi, iklan yang disesuaikan, dan pembaruan lalu lintas. Jika pengguna ingin mengontrol aplikasi mana saja yang bisa mengakses lokasi pengguna, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Buka Setelan di perangkat Android.
  • Pilih Lokasi.
  • Pilih aplikasi dari daftar.
  • Ketuk Izin.
  • Pilih Izinkan hanya saat menggunakan aplikasi atau Jangan izinkan jika aplikasi tersebut tidak memerlukan akses lokasi.

Dengan membatasi pelacakan lokasi, pengguna dapat mencegah pengumpulan data yang tidak perlu dan mengurangi kemungkinan pelacakan oleh pihak ketiga.

3. Menonaktifkan iklan yang dipersonalisasi

Google menggunakan riwayat pencarian, kebiasaan menjelajah, dan penggunaan aplikasi di ponsel Android untuk menampilkan iklan yang dipersonalisasi.

Meskipun hal ini terlihat mudah, ini bisa menimbulkan masalah privasi bagi pengguna yang tidak ingin data mereka diprofilkan. Beruntungnya, pengguna dapat memilih untuk menonaktifkan personalisasi iklan.

Untuk menonaktifkan iklan yang dipersonalisasi, ikuti cara di Bawah ini:

  • Kunjungi halaman Akun Google pengguna di browser.
  • Pilih bagian Data & privasi.
  • Klik Pusat Iklan Saya.
  • Temukan opsi Iklan yang dipersonalisasi dan matikan.

Setelah menonaktifkan opsi ini, Google tidak akan lagi menyesuaikan iklan berdasarkan aktivitas pengguna, meskipun pengguna masih akan melihat iklan, namun iklan tersebut akan lebih umum dan tidak relevan dengan minat pengguna.

Ilustrasi Google Maps. [Unsplash/henry perks]
Ilustrasi Google Maps. [Unsplash/henry perks]

4. Meninjau setelan privasi Google

Google menyediakan fitur Pemeriksaan Privasi yang memungkinkan pengguna untuk mengelola preferensi berbagi data.

Alat ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa dan menyesuaikan setelan terkait riwayat lokasi, visibilitas profil, dan izin aplikasi pihak ketiga.

Untuk melakukan pemeriksaan privasi, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Buka setelan akun Google.
  • Pilih Lakukan Pemeriksaan Privasi di bagian Pemeriksaan Privasi.
  • Tinjau dan ubah setelan untuk data linimasa, informasi profil, dan koneksi pihak ketiga.
  • Klik Selesai untuk menyimpan perubahan.

Fitur ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Google mengelola data pengguna, sehingga memberi pengguna kontrol lebih besar atas data yang dibagikan.

5. Menghentikan Asisten Google agar tidak selalu mendengarkan

Asisten Google terus-menerus mendengarkan perintah "Hai Google" untuk mengaktifkan fitur pengenalan suara.

Walaupun ini sangat berguna untuk kontrol bebas tangan, beberapa pengguna mungkin merasa terganggu. Jika pengguna ingin menghentikan Asisten Google agar tidak terus-menerus mendengarkan, pengguna dapat menonaktifkan fitur Voice Match.

Untuk menonaktifkan deteksi "Hai Google", ikuti perintah di bawah ini:

  • Buka Setelan di ponsel.
  • Pilih Google.
  • Buka Penelusuran, Asisten & Suara.
  • Pilih Asisten Google.
  • Masuk ke Voice Match.
  • Nonaktifkan "Hai Google".

Dengan menonaktifkan pengaturan ini, ponsel pengguna tidak akan lagi mendengarkan untuk mengaktifkan Asisten Google secara otomatis.

Namun, pengguna masih dapat mengakses Asisten dengan menekan tombol beranda atau menggunakan aplikasi Asisten.

Dengan mengatur HP Android pengguna agar lebih memperhatikan privasi, pengguna dapat melindungi data pribadi mereka dari pengumpulan yang tidak sah dan memastikan perangkat mereka lebih aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbandingan Antara Pusat Kontrol Android 16 dan HyperOS 2.2

Perbandingan Antara Pusat Kontrol Android 16 dan HyperOS 2.2

Tekno | Senin, 31 Maret 2025 | 17:02 WIB

Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16

Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16

Tekno | Senin, 31 Maret 2025 | 14:02 WIB

8 HP Xiaomi Ini Siap Kantongi Android 16 dan HyperOS 2 Terbaru, Wajib Download!

8 HP Xiaomi Ini Siap Kantongi Android 16 dan HyperOS 2 Terbaru, Wajib Download!

Tekno | Minggu, 30 Maret 2025 | 11:35 WIB

Terkini

26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 28 April 2026: Amankan Jutaan Koin dan Gems, Bikin Skuad Gacor

26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 28 April 2026: Amankan Jutaan Koin dan Gems, Bikin Skuad Gacor

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 19:35 WIB

5 Rekomendasi HP Murah 'Penguasa Pasar' 2025-2026: Kamera Jernih dan RAM Melimpah

5 Rekomendasi HP Murah 'Penguasa Pasar' 2025-2026: Kamera Jernih dan RAM Melimpah

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 18:15 WIB

Spesifikasi Lenovo Idea Tab Pro Gen 2: Usung Chip Snapdragon Kencang, Sasar Midrange

Spesifikasi Lenovo Idea Tab Pro Gen 2: Usung Chip Snapdragon Kencang, Sasar Midrange

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 18:00 WIB

Usai Rilis Global, HP Murah POCO C81 Pro Bersiap Masuk ke Indonesia

Usai Rilis Global, HP Murah POCO C81 Pro Bersiap Masuk ke Indonesia

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 16:57 WIB

HP Gaming Harga Miring, Spesifikasi Infinix GT 50 Pro yang Bebas Panas

HP Gaming Harga Miring, Spesifikasi Infinix GT 50 Pro yang Bebas Panas

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 16:35 WIB

iPhone Lipat Pertama Resmi Pakai Nama 'iPhone Ultra', MacBook Layar Sentuh Menyusul?

iPhone Lipat Pertama Resmi Pakai Nama 'iPhone Ultra', MacBook Layar Sentuh Menyusul?

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 16:15 WIB

Smart Home Jadi Nyata Berkat AC AQUA AQA-KCR9VRAL Hadirkan Kontrol HP dan Sterilisasi UV

Smart Home Jadi Nyata Berkat AC AQUA AQA-KCR9VRAL Hadirkan Kontrol HP dan Sterilisasi UV

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 15:53 WIB

Monitor Gaming Anyar, Samsung Odyssey G8 Dukung Resolusi 6K Refresh Rate Tinggi

Monitor Gaming Anyar, Samsung Odyssey G8 Dukung Resolusi 6K Refresh Rate Tinggi

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 15:11 WIB

Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 9.7: Tablet Ringkas 120Hz dan Snapdragon 6s Gen 2, Harga Mulai 3 Jutaan!

Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 9.7: Tablet Ringkas 120Hz dan Snapdragon 6s Gen 2, Harga Mulai 3 Jutaan!

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 14:59 WIB

Harga Vivo TWS 5i Rp300 Ribu, TWS Murah Ini Usung Baterai Tahan Lama

Harga Vivo TWS 5i Rp300 Ribu, TWS Murah Ini Usung Baterai Tahan Lama

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 12:38 WIB