Nelangsa Bisnis Operator Seluler RI: Sisa 3 Pemain, Selalu Disalahkan Publik

Dicky Prastya

Kamis, 15 Mei 2025 | 17:40 WIB
Nelangsa Bisnis Operator Seluler RI: Sisa 3 Pemain, Selalu Disalahkan Publik
Ilustrasi operator seluler. Foto: Pembongkaran Tower BTS di Badung, Bali [Istimewa/beritabali.com]

Suara.com - Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) buka-bukaan soal kondisi operator seluler di Tanah Air. Mereka yang tadinya berjaya di masa lalu, kini pelan-pelan mulai menghilang.

Wakil Ketua Umum ATSI, Merza Fachys bercerita kalau hal ini perubahan nasib operator seluler ini berkaitan dengan perkembangan teknologi yang kini merambah ke era digital.

Menurut Merza, hal ini terlhat dari anggota ATSI yang kini hanya berisi empat perusahaan yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), hingga XLSmart, yang mana nama terakhir adalah perusahaan hasil merger XL Axiata dan Smartfren.

"Rupanya industri ini pun berubah. Mari kita lihat apa yang terjadi di ATSI. ATSI hari ini anggotanya hanya empat. Jadi kalau kumpul melihatnya hanya ada empat. Kenapa ini berubah seperti ini? Sementara di sisi lain, dari yang tadi 50-an jadi ribuan,"  kata Merza.

"Nah pemain yang lain di mana? Itulah yang kita sebut ekosistem yang telah berubah. Landscape industri ini berubah," kenang dia dalam konferensi pers di acara Indonesia Digital Forum bertajuk Kolaborasi dan Sinergi Membangun Ekosistem Digital Indonesia yang digelar di Hotel JW Marriott,  Jakarta, Kamis (15/05/2025).

Ia bertutur kalau operator telekomunikasi yang dulunya sempat menjadi penguasa seluruh produk dan jasa di Indonesia, kini sudah berbeda. Terbukti satu per satu pemain opsel mulai menghilang.

Merza Fachys, President Director Smartfren. [Smartfren]
Merza Fachys, President Director Smartfren. [Smartfren]

"Yang tadinya banyak menjadi sedikit. Mereka kemudian berpindah menjadi penyelenggara jasa. Mereka berpindah menjadi penyelenggara istilahnya penyelenggara bisnis digital," kenang dia.

Ia mencontohkan, produk yang tadinya menjadi andalan utama bisnis operator telekomunikasi pun mulai berubah. Misalnya telepon, kini perangkat itu sudah tak lagi dipakai masyarakat.

Begitu pula dengan Short Messages Service (SMS), Merza menyayangkan kalau layanan pesan singkat itu tak lagi dipakai orang. Ia berkelakar hanya dirinya yang masih memakai layanan tersebut.

"Jadi inilah perubahan-perubahan yang namanya transformasi digital," kata dia.

Sementara itu Indonesia saat ini masih berpacu pada Undang-Undang Telekomunikasi Tahun 1999. Di regulasi itu, pelaku industri hanya dibagi menjadi dua yakni penyelenggara jaringan dan penyelenggara jasa.

Padahal jika disesuaikan dengan zaman ini, Merza menilai kalau seharusnya sudah ada kategori baru bernama penyelenggara digital.   

Menurutnya, perkembangan teknologi ini paling berdampak pada para pelaku industri opsel. Berkat regulasinya yang belum berubah, mereka masih diwajibkan pemerintah mematuhi undang-undang yang dinilainya tak lagi relevan.

"Yang kasihan mohon maaf, saya katakan yang kasihan adalah pelaku operator telekomunikasi. Karena kewajibannya masih seperti dulu. Masih seperti, dia masih menguasai segala macam hal dalam industri ini. Padahal sudah enggak," keluh Merza yang kini juga menjabat sebagai Chief Regulatory Officer PT XLSmart Telekom Sejahtera Tbk.

Ia mencontohkan, kasus penipuan yang sempat ramai beberapa waktu lalu ramai disalahkan ke para pelaku opsel. Padahal insiden itu terjadi di aplikasi seperti WhatsApp, yang nyatanya memang tidak berkaitan dengan mereka.

"Ini bocor di sana. Padahal kan kita tahu penipuannya lewat WhatsApp, bukan layanan kami. Tapi (kami) kan jaringan telekomunikasi. Ya itulah nasib kami. Jaringan kami ditunggangi," urai dia.

Maka dari itu, dia menyarankan para pelaku industri telekomunikasi Indonesia untuk segera berunding demi menata kembali ekosistem yang kini sudah banyak berubah. 

Bila perlu, Merza mengusulkan untuk mengubah Undang-Undang Telekomunikasi Tahun 1999 silam yang kini masih berlaku untuk para operator seluler.

"Mari kemudian kita tata ulang. Kita buat semuanya menjadi lebih transparan. Siapa bertanggung jawab apa, masing-masing punya hak dan kekuatan. Mari kita diskusikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hore! Paket Internet Diskon 50 Persen Selama Mudik Lebaran dan Nyepi 2025

Hore! Paket Internet Diskon 50 Persen Selama Mudik Lebaran dan Nyepi 2025

Tekno | Kamis, 20 Maret 2025 | 16:59 WIB

Cara Cek Masa Aktif Kartu Semua Operator, Lengkap Kode Dial maupun Aplikasi

Cara Cek Masa Aktif Kartu Semua Operator, Lengkap Kode Dial maupun Aplikasi

Tekno | Minggu, 12 Januari 2025 | 10:57 WIB

XL Axiata dan Smartfren Resmi Merger dengan Nilai Rp 104 Triliun

XL Axiata dan Smartfren Resmi Merger dengan Nilai Rp 104 Triliun

Tekno | Rabu, 11 Desember 2024 | 10:46 WIB

Pelaku Judi Online Akan Diteror Pemerintah lewat SMS, Dimulai Minggu Depan

Pelaku Judi Online Akan Diteror Pemerintah lewat SMS, Dimulai Minggu Depan

Tekno | Selasa, 03 Desember 2024 | 21:50 WIB

Babak Baru Perang Judi Online, Pemerintah Batasi Transfer Pulsa Maksimal Cuma Rp 1 Juta

Babak Baru Perang Judi Online, Pemerintah Batasi Transfer Pulsa Maksimal Cuma Rp 1 Juta

Tekno | Selasa, 03 Desember 2024 | 17:46 WIB

Cara Cek Nomor HP Sendiri Semua Operator, Lewat Dial hingga Aplikasi

Cara Cek Nomor HP Sendiri Semua Operator, Lewat Dial hingga Aplikasi

Tekno | Minggu, 29 September 2024 | 10:50 WIB

Terkini

Telkomsel Ungkap 361 BTS Sudah Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

Telkomsel Ungkap 361 BTS Sudah Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:07 WIB

SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital

SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:23 WIB

Game Silent Hill: Townfall Meluncur 24 September 2026 ke PS5 hingga PC

Game Silent Hill: Townfall Meluncur 24 September 2026 ke PS5 hingga PC

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:34 WIB

Turnamen Yu-Gi-Oh! World Championship 2026 Resmi Dimulai, Tebar Hadiah Gratis

Turnamen Yu-Gi-Oh! World Championship 2026 Resmi Dimulai, Tebar Hadiah Gratis

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:31 WIB

Pertolongan Pertama HP Kemasukan Air, Lakukan 7 Langkah Ini agar Tidak Mati Total

Pertolongan Pertama HP Kemasukan Air, Lakukan 7 Langkah Ini agar Tidak Mati Total

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:00 WIB

5 HP Android dengan Desain Kamera Boba 3 Mirip iPhone Seri Pro, Harga Mulai Rp1 Jutaan

5 HP Android dengan Desain Kamera Boba 3 Mirip iPhone Seri Pro, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:36 WIB

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:21 WIB

5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik 2026, Performa Monster untuk Gaming hingga Fotografi

5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik 2026, Performa Monster untuk Gaming hingga Fotografi

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:25 WIB

7 HP OPPO RAM 8GB Terbaru 2026, Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED

7 HP OPPO RAM 8GB Terbaru 2026, Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:02 WIB

Konservasi Candi Borobudur Memanfaatkan Teknologi Drone 360 Spasial

Konservasi Candi Borobudur Memanfaatkan Teknologi Drone 360 Spasial

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:28 WIB