WhatsApp Terancam Diblokir Rusia, Dianggap Aplikasi Berbahaya

Dicky Prastya

Senin, 21 Juli 2025 | 22:33 WIB
WhatsApp Terancam Diblokir Rusia, Dianggap Aplikasi Berbahaya
Ilustrasi WhatsApp. [Pexels]

Suara.com - Anggota parlemen Rusia memperingatkan WhatsApp untuk segera pergi dari Rusia. Ia menganggap kalau aplikasi perpesanan milik Meta itu dianggap membahayakan negara.

Anton Gorelkin selaku Wakil Kepala Komite Teknologi Informasi Majelis Parlemen Rusia menyatakan bahwa WhatsApp selangkah lagi ditambahkan ke daftar perangkat lunak terlarang.

Pasalnya, keputusan ini menyusul langkah Presiden Rusia Vladimir Putin yang baru saja mendukung aplikasi perpesanan yang berpihak ke Rusia.

Inisiatif ini bertujuan untuk berintegrasi dengan layanan pemerintah sekaligus mengurangi ketergantungan dari platform asing seperti WhatsApp.

Gorelkin mengatakan di Telegram bahwa aplikasi baru, yang disebut MAX, dapat memperluas pangsa pasar secara signifikan jika WhatsApp diblokir di Rusia.

"Sudah saatnya WhatsApp bersiap meninggalkan pasar Rusia," kata Gorelkon, dikutip dari Verdick, Senin (21/7/2025).

Gorelkin juga mencatat bahwa Meta selaku perusahaan induK WhatsApp, diklasifikasikan sebagai organisasi ekstremis di Rusia. Hal ini menyusul pelarangan platform Meta, Facebook, dan Instagram pada tahun 2022.

Kala itu aplikasi buatan Meta dilarang di sana lantaran meningkatnya ketegangan geopolitik akibat aktivitas militer Rusia di Ukraina.

Dalam sidang parlemen baru-baru ini, anggota parlemen Rusia mengesahkan amandemen hukum komprehensif yang menjatuhkan denda kepada siapapun yang mengakses materi yang dianggap ekstrimis oleh pemerintah. Hal ini termasuk konten dari para tokoh oposisi maupun aktivis politik di Rusia.

Anton Nemkin selaku anggota komite TI di parlemen menyatakan bahwa berlanjutnya operasi WhatsApp di Rusia bisa menimbulkan kekhawatiran hukum terkait keamanan nasional.

"Kehadiran layanan semacam itu di ruang digital Rusia, pada kenyataannya, merupakan pelanggaran hukum terhadap keamanan nasional," imbuh dia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan kembali pendiriannya dengan mengatakan bahwa semua layanan digital harus mematuhi hukum Rusia. Menurutnya, Pemerintah telah secara aktif memperjuangkan kedaulatan digital dengan mendorong penggunaan layanan domestik.

Sementara itu para kritikus mengaku khawatir atas potensi pemantauan pengguna oleh aplikasi baru yang dimiliki negara tersebut. Mereka juga mengisyaratkan bahwa Rusia mungkin sengaja memperlambat WhatsApp untuk meningkatkan unduhan MAX.

Hal ini pun tak berdampak ke WhatsApp. YouTube turut dilaporkan mengalami penurunan drastis basis penggunanya di Rusia akibat penurunan kecepatan unduh (download) yang mempengaruhi aksesibilitas.

Sementara itu, instruksi dari Presiden Putin mencakup arahan untuk pembatasan lebih lanjut terhadap perangkat lunak dari 'negara-negara yang tidak bersahabat' yang akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, dengan batas waktu kepatuhan ditetapkan pada 1 September 2025.

Juni 2025 lalu, Parlemen Rusia sudah mengesahkan undang-undang untuk mengembangkan aplikasi perpesanan dengan fitur konektivitas negara. Inisiatif ini sejalan dengan aplikasi Max yang dikembangkan oleh platform media sosial terbesar Rusia, VKontakte (VK).

Menteri Pengembangan Digital Rusia, Maksut Shadayev baru-baru ini juga mengungkapkan bahwa VK telah mengembangkan aplikasi yang sepenuhnya lokal dengan kemampuan teknis yang diklaim lebih hebat daripada aplikasi buatan perusahaan asing.

Aplikasi Max sendiri akan menyediakan fungsionalitas Super App yang mirip dengan WeChat buatan China. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menandatangani dokumen secara elektronik dan mengakses berbagai layanan dalam satu platform.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Polemik Satria Arta Kumbara: Pecatan TNI AL Jadi Tentara Rusia, Hingga Ditolak Kembali

5 Fakta Polemik Satria Arta Kumbara: Pecatan TNI AL Jadi Tentara Rusia, Hingga Ditolak Kembali

News | Senin, 21 Juli 2025 | 22:17 WIB

Ratapan dari Medan Perang: Kisah Penyesalan Satria, Tentara Bayaran yang Rindu Pulang

Ratapan dari Medan Perang: Kisah Penyesalan Satria, Tentara Bayaran yang Rindu Pulang

News | Senin, 21 Juli 2025 | 19:37 WIB

Cara Menghapus Stiker WhatsApp dengan Mudah, Bersih-Bersih yang Tak Terpakai

Cara Menghapus Stiker WhatsApp dengan Mudah, Bersih-Bersih yang Tak Terpakai

Tekno | Senin, 21 Juli 2025 | 19:00 WIB

Ingat Satria Kumbara? Eks Marinir Jadi Tentara Bayaran Rusia Kini Nangis Minta Pulang ke Prabowo

Ingat Satria Kumbara? Eks Marinir Jadi Tentara Bayaran Rusia Kini Nangis Minta Pulang ke Prabowo

News | Senin, 21 Juli 2025 | 18:30 WIB

Strategi Optimalisasi WhatsApp: Satu Platform untuk Marketing, Autentikasi, dan Layanan Pelanggan

Strategi Optimalisasi WhatsApp: Satu Platform untuk Marketing, Autentikasi, dan Layanan Pelanggan

Tekno | Senin, 21 Juli 2025 | 18:25 WIB

Cara Bikin Stiker WhatsApp Sendiri Paling Gampang di 2025, Tanpa Ribet!

Cara Bikin Stiker WhatsApp Sendiri Paling Gampang di 2025, Tanpa Ribet!

Your Say | Senin, 21 Juli 2025 | 16:49 WIB

Terkini

Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal

Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:16 WIB

Pesaing Redmi K Pad 2, Honor Siapkan Tablet Gaming dengan Chip Flagship

Pesaing Redmi K Pad 2, Honor Siapkan Tablet Gaming dengan Chip Flagship

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:11 WIB

Bocoran Samsung Galaxy A18 Beredar, HP Murah Pertama dengan One UI 9 dan Layar AMOLED

Bocoran Samsung Galaxy A18 Beredar, HP Murah Pertama dengan One UI 9 dan Layar AMOLED

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:42 WIB

Industri Storage Berubah! Lexar Kenalkan AI Storage Core PC dan Gaming

Industri Storage Berubah! Lexar Kenalkan AI Storage Core PC dan Gaming

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:57 WIB

Killer Bean Resmi Masuk Steam, Bawa Meme Biji Kopi Populer ke Dunia Game

Killer Bean Resmi Masuk Steam, Bawa Meme Biji Kopi Populer ke Dunia Game

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:50 WIB

67 Kode Redeem FF Max Terbaru 11 Juni 2026: Jersey Bola dan Super Bundle Menanti

67 Kode Redeem FF Max Terbaru 11 Juni 2026: Jersey Bola dan Super Bundle Menanti

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:48 WIB

4 HP RAM Besar dan Layar AMOLED Harga Pelajar untuk Semua Kebutuhan

4 HP RAM Besar dan Layar AMOLED Harga Pelajar untuk Semua Kebutuhan

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:26 WIB

HP Infinix Terbaru Seri Apa? Intip Harga dan Rekomendasi Paling Worth It

HP Infinix Terbaru Seri Apa? Intip Harga dan Rekomendasi Paling Worth It

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:40 WIB

Netflix Luncurkan Fitur Video Vertikal dan Game Interaktif Baru

Netflix Luncurkan Fitur Video Vertikal dan Game Interaktif Baru

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:35 WIB

Terpopuler: 4 HP POCO Andal buat Gaming, 5 Tablet Chipset Snapdragon Termurah Juni 2026

Terpopuler: 4 HP POCO Andal buat Gaming, 5 Tablet Chipset Snapdragon Termurah Juni 2026

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:50 WIB