7 Perusahaan Ikut Lelang Frekuensi 1.4 GHz buat Internet Murah, Ini Daftarnya

Dicky Prastya

Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:34 WIB
7 Perusahaan Ikut Lelang Frekuensi 1.4 GHz buat Internet Murah, Ini Daftarnya
Ilustrasi koneksi internet. [Unsplash/Praveen kumar Mathivanan]

Suara.com - Sebanyak tujuh perusahaan telekomunikasi telah berpartisipasi dalam lelang frekuensi 1.4 GHz untuk internet murah. Mulai dari perusahaan BUMN hingga swasta terlibat dalam lelang frekuensi ini.

Penyedia operator seluler seperti PT XLSmart Telecom Sejahtera alias XL Axiata dan Smartfren, PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Selular alias Telkomsel terpantau ikut dalam lelang tersebut.

Kemudian ada perusahaan telekomunikasi lain seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Telemedia Komunikasi Pratama, PT Netciti Persada, hingga PT Eka Mas Republik, sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa (26/8/2025).

Lebih jelasnya, berikut daftar perusahaan yang ikut lelang frekuensi 1.4 GHz, dikutip dari siaran pers

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera
  • PT Indosat Tbk
  • PT Telemedia Komunikasi Pratama
  • PT Netciti Persada
  • PT Telekomunikasi Selular
  • PT Eka Mas Republik

Berdasarkan penelusuran Suara.com, PT Telemedia Komunikasi Pratama adalah entitas usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Diketahui Surge dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Sementara itu PT Eka Mas Republik berada di bawah naungan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, yang merupakan bagian dari raksasa konglomerasi grup Sinar Mas. Perusahaan ini menyediakan layanan internet berbasis fiber optik (Wifi) MyRepublic.

Adapun PT Netciti Persada adalah perusahaan penyedia layanan internet (internet service provider atau ISP) yang menyediakan fasilitas telekomunikasi berbasis FTTH (fiber to the home dan jaringan broadband).

Komdigi umumkan lelang frekuensi 1.4 GHz

Sebelumnya Kementerian Komdigi mengumumkan lelang seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz untuk layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access).

Frekuensi ini dibuka untuk memperluas jangkauan internet tetap dan mendukung pemerataan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia.

baca juga

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto menyebut kalau langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas tetap yang andal dan terjangkau, khususnya di daerah yang belum terlayani secara optimal.

“Langkah ini tidak hanya membuka ruang bagi penyelenggara jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan, tetapi juga memperluas pilihan akses internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Wayan, dikutip dari siaran pers Komdigi yang terbit 28 Juli 2025 lalu.

Pelaksanaan seleksi ini berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 337 Tahun 2025 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pita Lebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025 yang menetapkan pita frekuensi selebar 80 MHz (1432–1512 MHz) di 3 (tiga) regional sebagai objek seleksi.

Wayan melanjutkan kalau tahapan seleksi lelang frekuensi 1.4 GHz ini berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Dengan ini wilayah yang belum tersedia akses internet akan bisa mendapatkan jaringan tersebut.

“Fokus kami adalah memastikan pita frekuensi ini dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan internet berbasis jaringan pita lebar tetap, termasuk di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal,” imbuhnya.

Pita frekuensi 1,4 GHz adalah frekuensi yang diperuntukan untuk penggelaran jaringan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access), terutama dengan teknologi Time Division Duplex (TDD).

Penggunaan pita ini diharapkan memberi fleksibilitas bagi operator dalam menyediakan layanan akses internet berbasis jaringan pita lebar yang berkualitas.

“Dengan seleksi ini, pemerintah juga memberikan ruang untuk inovasi layanan berbasis digital, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi digital, hingga layanan publik berbasis teknologi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemkomdigi Tegaskan PP Tunas Tidak Menghalangi Akses Informasi Anak di Dunia Digital

Kemkomdigi Tegaskan PP Tunas Tidak Menghalangi Akses Informasi Anak di Dunia Digital

Tekno | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18:54 WIB

Asosiasi Targetkan Hilirisasi Digital dan Akses Internet Merata di Indonesia

Asosiasi Targetkan Hilirisasi Digital dan Akses Internet Merata di Indonesia

Tekno | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 19:54 WIB

Asosiasi Bongkar Alasan Kualitas Internet Indonesia Kalah Jauh dari Negara Lain

Asosiasi Bongkar Alasan Kualitas Internet Indonesia Kalah Jauh dari Negara Lain

Tekno | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 14:33 WIB

Lawan Tsunami Hoaks, Kominfo Tegaskan Sanksi, Google Perkuat Literasi

Lawan Tsunami Hoaks, Kominfo Tegaskan Sanksi, Google Perkuat Literasi

Tekno | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 12:45 WIB

Vidio Shopping x Shopee: Angkat Produk & Konten Lokal Jadi Primadona Nusantara

Vidio Shopping x Shopee: Angkat Produk & Konten Lokal Jadi Primadona Nusantara

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 13:13 WIB

Riset Ungkap Konten Paling Disukai Orang Indonesia 2025, Tak Lagi Gosip dan Politik

Riset Ungkap Konten Paling Disukai Orang Indonesia 2025, Tak Lagi Gosip dan Politik

Tekno | Senin, 18 Agustus 2025 | 18:34 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×