Apa Itu Digital Hoarding dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Agung Pratnyawan Suara.Com
Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:32 WIB
Apa Itu Digital Hoarding dan Bagaimana Ciri-cirinya?
Apa Itu Digital Hoarding - Ilustrasi pengguna laptop. [Freepik]

Efek Buruk Jadi Digital Hoarder

Seorang Digital Hoarding telah dikaitkan dengan kecemasan dan Dr. Emanuel Maidenberg, seorang profesor psikiatri di UCLA, menggambarkan penimbunan digital sebagai "versi baru dari tantangan psikologis lama."

Ini mirip dengan penimbunan fisik, penimbunan digital mungkin berbahaya.

Meskipun penelitian tentang efek penimbunan digital masih baru, sebuah makalah tahun 2018 menemukan bahwa penimbun digital mengalami peningkatan tingkat stres.

Gangguan penimbunan dianggap sebagai kondisi kesehatan mental dalam DSM-5, dan kini para peneliti mengamati bahwa konsekuensi negatif dari penimbunan digital mungkin serupa dengan penimbunan fisik.

Meskipun menyimpan terlalu banyak data di perangkat Anda berkaitan dengan hilangnya produktivitas dan penurunan kesejahteraan, hal itu juga meningkatkan risiko keamanan siber.

Semakin banyak data yang Anda simpan, semakin rentan Anda terhadap kehilangan data dan pencurian identitas.

Ciri-ciri Digital Hoarder

Ilustrasi Pengguna Laptop (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi Pengguna Laptop (Pexels/Pixabay)

1. Sering Membiarkan Berkas Digital Menumpuk

Anda dengan mudah mengumpulkan berkas digital, meskipun tidak penting. 

Baca Juga: Synology Catatkan Pertumbuhan Data Melonjak 400 Persen, Hadirkan Solusi AI dan Keamanan Data Tangguh

Hal ini kemungkinan besar melibatkan kotak masuk yang penuh sesak dengan email yang tak terhitung jumlahnya.

Atau bisa juga dengan menumpuknya folder berisi foto-foto digital yang sebagian besar tidak tersentuh, atau menimbun berkas administratif yang tidak perlu, semua itu dirasionalisasi oleh kecilnya kemungkinan Anda akan membutuhkannya di masa mendatang.

2. Anda Enggan Menghapus Berkas yang Tidak Terpakai 

Setelah penimbun digital mengumpulkan banyak sekali berkas digital, mereka seringkali merasa sulit untuk menghapusnya, bahkan ketika berkas-berkas tersebut tidak terpakai dan tidak relevan di masa lalu, sekarang, atau masa depan.

Ada kesalahpahaman umum bahwa data digital ada secara tersembunyi, tersimpan di cloud tanpa menempati ruang fisik atau memerlukan energi untuk menyimpannya.

Meningkatkan pemahaman kita tentang apa itu pusat data dapat membantu mendorong para penimbun data digital agar lebih berhati-hati saat memutuskan data digital apa yang akan dikumpulkan dan disimpan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI