BRIN Temukan Mikroplastik Berbahaya di Air Hujan Jakarta, Ini Bahayanya bagi Tubuh

Agung Pratnyawan

Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:39 WIB
BRIN Temukan Mikroplastik Berbahaya di Air Hujan Jakarta, Ini Bahayanya bagi Tubuh
Pengendara melintas saat hujan di Kawasan Slipi, Jakarta, Senin (29/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Temuan terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik berbahaya, menandakan polusi plastik kini telah mencapai udara.

Temuan tersebut membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat mengambil langkah penanganan.

Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa mikroplastik ditemukan di setiap sampel air hujan yang dikumpulkan sejak tahun 2022. Partikel-partikel tersebut terbentuk akibat proses degradasi plastik di udara yang berasal dari berbagai aktivitas manusia.

Partikel ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan, sisa pembakaran plastik, dan pelapukan sampah plastik di ruang terbuka,” kata Reza, Jumat 17 Oktober 2025.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh serat sintetis dan pecahan kecil plastik seperti poliester, nilon, polietilena, dan polipropilena. Di wilayah pesisir Jakarta, peneliti menemukan rata-rata 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari.

Reza menjelaskan, polusi plastik kini telah masuk ke siklus atmosfer, di mana partikel kecil tersebut naik ke udara bersama debu jalan, asap pembakaran, dan aktivitas industri, kemudian terbawa angin dan turun kembali ke bumi bersama hujan. Sebuah proses yang disebut atmospheric microplastic deposition.

Siklus plastik tidak lagi berhenti di laut, sekarang ia naik ke langit, berputar bersama angin, dan turun kembali melalui hujan.” ujarnya.

Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran serius. Partikel mikroplastik yang lebih halus dari debu biasa berpotensi terhirup manusia atau masuk ke tubuh melalui air dan makanan.

Yang berbahaya bukan air hujannya, melainkan partikel mikroplastik di dalamnya,” ujar Reza.

baca juga

Ia menjelaskan bahwa partikel ini dapat membawa bahan kimia beracun dan menyerap polutan lain yang berpotensi mengganggu sistem hormon atau menimbulkan stres oksidatif pada tubuh.

Dari sisi lingkungan, mikroplastik yang terbawa air hujan dapat mencemari sungai, laut, dan tanah, lalu masuk ke rantai makanan melalui ikan dan tumbuhan.

Menanggapi temuan BRIN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq menyerukan tindakan tegas untuk mengatasi krisis sampah nasional.

Ia menilai, keberadaan mikroplastik di hujan Jakarta merupakan bukti nyata dari dampak buruk sistem pengelolaan sampah yang belum optimal.

Bagaimana tidak ada mikroplastik kalau sampah masih menumpuk di tempat terbuka? Bantargebang saja sudah pasti menyumbang banyak,” ujar Hanif (20/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang terpapar panas, air, dan sinar matahari dalam waktu lama dapat mempercepat proses pelapukan plastik hingga menghasilkan partikel mikroplastik yang terbawa udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Ada Suhu Panas serta Hujan Angin di Bulan Ini? BRIN dan BMKG Beri Penjelasan

Mengapa Ada Suhu Panas serta Hujan Angin di Bulan Ini? BRIN dan BMKG Beri Penjelasan

Tekno | Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:09 WIB

BRIN Temukan Mikroplastik dalam Hujan, Pemprov DKI: Ini Alarm Lingkungan

BRIN Temukan Mikroplastik dalam Hujan, Pemprov DKI: Ini Alarm Lingkungan

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 12:35 WIB

Bagaimana Peneliti BRIN Gunakan Data Warna Laut untuk Perkuat Ekonomi Biru, Intip Caranya

Bagaimana Peneliti BRIN Gunakan Data Warna Laut untuk Perkuat Ekonomi Biru, Intip Caranya

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:25 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×