Khawatir Eksploitasi dan Pelecehan Anak, Texas Tuntut Roblox

Husna Rahmayunita, Rezza Dwi Rachmanta

Minggu, 09 November 2025 | 07:38 WIB
Khawatir Eksploitasi dan Pelecehan Anak, Texas Tuntut Roblox
Ilustrasi karakter game Roblox. (Roblox Corporation)
baca 10 detik
  • Texas menuntut Roblox karena diduga membiarkan anak terpapar konten eksplisit dan praktik berbahaya.

  • Roblox membantah tuduhan, menegaskan komitmen keamanan lewat verifikasi usia dan kontrol pesan.

  • Kasus ini bagian dari tekanan hukum lebih luas terkait risiko moderasi konten di platform kreatif pengguna.

Suara.com - Beberapa negara bagian Amerika Serikat mengambil jalur hukum untuk menuntut Roblox, salah satunya Texas. Kali ini, Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, secara resmi melayangkan gugatan terhadap Roblox Corporation.

Tuduhannya tidak main-main: perusahaan dituding secara terang-terangan mengabaikan hukum dan mengekspos jutaan pengguna mudanya pada "konten tak senonoh, eksplisit, eksploitasi, dan Grooming."

Langkah ini mengikuti jejak negara bagian lain seperti Florida, yang menunjukkan adanya tekanan hukum yang semakin masif terhadap raksasa permainan besutan Roblox Corporation.

Dalam pernyataannya yang keras, Paxton menuduh Roblox lebih mementingkan keuntungan daripada keselamatan anak.

"Roblox memilih untuk mengutamakan pedofil piksel dan keuntungan perusahaan daripada keselamatan anak-anak Texas. Kita tidak bisa membiarkan platform seperti Roblox terus beroperasi sebagai arena bermain digital bagi para predator, yang mengorbankan kesejahteraan anak-anak kita demi keserakahan perusahaan," ungkap Paxton.

Peringatan ini ditujukan tidak hanya untuk Roblox, tetapi juga perusahaan teknologi lain yang lalai dalam melindungi pengguna di bawah umur.

Tentu saja, Roblox tidak tinggal diam. Melalui juru bicaranya, perusahaan menyatakan "kecewa" atas gugatan tersebut, menyebutnya didasarkan pada "kesalahan representasi dan klaim yang dibesar-besarkan."

Roblox bersikeras bahwa mereka memiliki komitmen yang sama dengan Paxton untuk menjaga keamanan anak dan telah menerapkan berbagai langkah untuk menyingkirkan pelaku kejahatan dari platformnya.

Mengutip GameSpot, beberapa langkah yang telah diambil termasuk verifikasi usia menggunakan swafoto dan membatasi fitur pesan untuk anak di bawah 13 tahun tanpa izin orang tua.

baca juga

Namun, gugatan dari Texas ini bukanlah kasus tunggal. Investigasi Bloomberg pada Juni 2024 sebelumnya telah mengungkap adanya dugaan pedofil di platform, yang memicu gugatan serupa dari Louisiana hingga Kentucky.

Dengan basis pengguna harian mencapai puluhan juta, yang sebagian besar adalah anak-anak, tantangan moderasi konten di Roblox memang luar biasa besar.

Kekuatan utama platform ini—kemampuan pengguna untuk membuat game sendiri—juga menjadi pedang bermata dua yang memungkinkan munculnya konten berbahaya.

Kasus tersebut menjadi pengingat pahit bahwa di balik dunia virtual yang menyenangkan, ada risiko nyata yang mengintai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Developer Butuh Waktu, Peluncuran Game Marvel 1943: Rise of Hydra Ditunda

Developer Butuh Waktu, Peluncuran Game Marvel 1943: Rise of Hydra Ditunda

Tekno | Jum'at, 07 November 2025 | 20:03 WIB

25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 November: Klaim Magic Curve dan Pemain 111-113

25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 November: Klaim Magic Curve dan Pemain 111-113

Tekno | Jum'at, 07 November 2025 | 19:53 WIB

Trailer Beredar, Sonic Racing CrossWorlds Siap Hadir ke Nintendo Switch 2

Trailer Beredar, Sonic Racing CrossWorlds Siap Hadir ke Nintendo Switch 2

Tekno | Jum'at, 07 November 2025 | 16:35 WIB

Terkini

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater

Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia

Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:50 WIB

PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak

PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu

Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding

Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:39 WIB

×