Wikipedia hingga ChatGPT Terancam "Kiamat Internet", Koalisi Damai Desak Komdigi Cabut Aturan PSE

Dythia Novianty

Jum'at, 21 November 2025 | 12:02 WIB
Wikipedia hingga ChatGPT Terancam "Kiamat Internet", Koalisi Damai Desak Komdigi Cabut Aturan PSE
Ilustrasi ChatGPT. [Unsplash/Jonathan Kemper]
baca 10 detik
  • Wikipedia hingga ChatGPT terancam diblokir Komdigi, memicu desakan keras pencabutan aturan yang dinilai memberangus akses ilmu dan ekonomi digital.

  • Kewajiban pendaftaran bagi miliaran situs global dianggap mustahil, ditambah pasal "karet" yang berpotensi melanggar privasi data pengguna tanpa pengadilan.

  • Pemblokiran infrastruktur vital seperti Cloudflare dikhawatirkan bakal meruntuhkan ribuan situs lain dan mematikan mata pencaharian pekerja kreatif Indonesia

Suara.com - Koalisi Damai memberikan reaksi keras atas kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja melayangkan ancaman pemblokiran terhadap 25 platform raksasa dunia.

Platform ini termasuk Wikipedia, ChatGPT, Cloudflare, hingga Duolingo, karena belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Menurut Koalisi Damai, kebijakan tersebut blunder fatal bagi masa depan teknologi dan ekonomi nasional.

Selain itu, Koalisi Damai secara tegas mendesak Komdigi untuk membatalkan rencana pemblokiran tersebut serta mencabut Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 (Permenkominfo 5/2020) yang menjadi landasan hukumnya.

Aturan ini dinilai cacat logika teknis dan berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Aturan yang Mustahil Diterapkan

Dalam keterangan resminya pada Jumat (21/11/2025), Koalisi Damai menyoroti ketidakmasukakalan mewajibkan seluruh situs web di dunia untuk mendaftar ke pemerintah Indonesia.

Mengutip data World Economic Forum, ada lebih dari 1,88 miliar situs web global yang secara teknis masuk kategori PSE Lingkup Privat.

"Kebijakan ini merupakan penerapan sewenang-wenang dari regulasi yang bermasalah dan mengancam akses pengetahuan serta masa depan ekonomi digital Indonesia," tulis perwakilan Koalisi Damai.

baca juga

Koalisi menilai, menyamaratakan kewajiban pendaftaran bagi miliaran situs tanpa melihat skala dan risiko adalah langkah yang tidak efektif untuk memberantas konten ilegal.

"Semestinya, pemerintah menyusun regulasi untuk PSE berdasarkan jenis layanan dan jumlah penggunanya, untuk mengupayakan akuntabilitas dan transparansi platform digital," tambah mereka.

Sorotan tajam juga diarahkan pada transparansi Komdigi dalam memilih target.

Dari miliaran situs, Komdigi hanya menyasar 25 nama besar tanpa kriteria yang jelas atau analisis dampak sosial-ekonomi.

Padahal, platform seperti Wikipedia adalah tulang punggung pengetahuan warga, sementara Cloudflare adalah infrastruktur vital yang menjaga keamanan dan kecepatan ribuan situs web, termasuk milik pemerintahan.

Jika Cloudflare diblokir, efek dominonya bisa meruntuhkan akses ke banyak layanan digital lain di Indonesia.

"Blackout" 2022 Jangan Sampai Terulang

Apa Itu PayPal (Freepik)
Ilustrasi PayPal (Freepik)

Koalisi Damai mengingatkan pemerintah pada kekacauan Juli 2022, saat PayPal, Steam, dan Epic Games diblokir mendadak.

Ribuan pekerja kreatif dan freelancer kehilangan akses ke pendapatan mereka, memicu tagar #BlokirKominfo yang menggema global.

Saat itu, LBH Jakarta menerima 213 pengaduan hanya dalam satu minggu.

"Ancaman pemblokiran yang tidak proporsional ini berpotensi menambah panjang daftar pelanggaran hak-hak digital di Indonesia dan bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan HAM," tegas Koalisi Damai.

Tindakan pemblokiran ini dinilai menabrak Pasal 19 Deklarasi Universal HAM (UDHR) dan Resolusi PBB yang menjamin hak setiap orang untuk mencari, menerima, dan menyebarkan informasi tanpa batasan teritorial.

Pasal Karet dan Ancaman Privasi

Lebih jauh, substansi Permenkominfo 5/2020 sendiri mengandung pasal-pasal bermasalah yang mengancam privasi warga.

  • Pasal 14: Mengizinkan takedown konten yang dianggap "meresahkan masyarakat", definisi karet yang rentan disalahgunakan untuk membungkam kritik.
  • Pasal 21 dan 36: Memaksa platform menyerahkan data pengguna ke penegak hukum dalam 5 hari tanpa surat penetapan pengadilan. Hal ini sangat riskan mengingat aturan ini lahir sebelum UU Pelindungan Data Pribadi (PDP) disahkan.

4 Tuntutan Koalisi Damai

Demi menyelamatkan kedaulatan digital yang sehat, Koalisi Damai menyampaikan empat desakan utama kepada pemerintah:

  • Batalkan Permenkominfo 5/2020: Regulasi ini dianggap multitafsir dan mengancam privasi.
  • Hentikan Ancaman Pemblokiran: Prioritaskan penindakan pada platform yang jelas-jelas ilegal dan berbahaya, bukan platform pengetahuan atau produktivitas.
  • Transparansi Moderasi: Publikasikan alasan dan metodologi kenapa sebuah PSE masuk daftar target blokir.
  • Revisi Terbatas UU ITE: Mengatur tanggung jawab platform secara asimetris (platform besar punya tanggung jawab lebih besar) dan melibatkan partisipasi publik.

Menutup pernyataannya, Koalisi Damai menekankan bahwa kedaulatan digital tidak boleh dijadikan alasan untuk kontrol otoriter.

"Pelindungan ruang digital membutuhkan regulasi proporsional, transparan, dan berbasis HAM," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OpenAI Kenalkan Browser Pesaing Google, Namanya ChatGPT Atlas

OpenAI Kenalkan Browser Pesaing Google, Namanya ChatGPT Atlas

Tekno | Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:21 WIB

Setahun Prabowo Gibran, Meutya Hafid Ungkap 60 Juta Warga Belum Kebagian Akses Internet

Setahun Prabowo Gibran, Meutya Hafid Ungkap 60 Juta Warga Belum Kebagian Akses Internet

Tekno | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 21:48 WIB

Meutya Hafid Sebut AI Bakal Gantikan 85 Juta Pekerjaan di Tahun 2025

Meutya Hafid Sebut AI Bakal Gantikan 85 Juta Pekerjaan di Tahun 2025

Tekno | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 21:29 WIB

ChatGPT Kini Izinkan Konten Dewasa untuk Pengguna Terverifikasi?

ChatGPT Kini Izinkan Konten Dewasa untuk Pengguna Terverifikasi?

Tekno | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:30 WIB

Komdigi Ungkap Depo Judi Online Tembus Rp 17 Triliun di Semester 1 2025

Komdigi Ungkap Depo Judi Online Tembus Rp 17 Triliun di Semester 1 2025

Tekno | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:03 WIB

Menguak Potensi Krisis Air Bersih di Balik Kecanggihan AI

Menguak Potensi Krisis Air Bersih di Balik Kecanggihan AI

Tekno | Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:27 WIB

Terkini

Ulasan Film Suspect X: Ketika Cinta dan Logika Berakhir dalam Tragedi

Ulasan Film Suspect X: Ketika Cinta dan Logika Berakhir dalam Tragedi

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Cek Penawaran BRI KPR dan Diskon Properti di Summarecon Expo 2026 dan Wujudkan Rumah Impian

Cek Penawaran BRI KPR dan Diskon Properti di Summarecon Expo 2026 dan Wujudkan Rumah Impian

Bekaci | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Aksi Jual Masih Marak, IHSG Bertahan di Level 4.900 pada Sesi I

Aksi Jual Masih Marak, IHSG Bertahan di Level 4.900 pada Sesi I

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Jadi Wamentan, Alim Setiawan Bakal Mundur dari Rektor IPB University

Jadi Wamentan, Alim Setiawan Bakal Mundur dari Rektor IPB University

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:56 WIB

3 Cara Mencegah Talang Air Tersumbat Daun, Jangan Tunggu Atap Bocor!

3 Cara Mencegah Talang Air Tersumbat Daun, Jangan Tunggu Atap Bocor!

Sumut | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Industri Sulih Suara Makin Dilirik, Talenta Muda Kini Punya Ruang untuk Berkembang

Industri Sulih Suara Makin Dilirik, Talenta Muda Kini Punya Ruang untuk Berkembang

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Persija Tersandung di Markas Persita, Shin Tae-yong Langsung Pasang Alarm

Persija Tersandung di Markas Persita, Shin Tae-yong Langsung Pasang Alarm

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Jeritan dari Balik Kabut: Menagih Kehadiran Nurani saat Tanah Air Terbakar

Jeritan dari Balik Kabut: Menagih Kehadiran Nurani saat Tanah Air Terbakar

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Sembunyikan Narkoba di Dompet, Wanita Diamankan Saat Jenguk Suami di Rutan Medan

Sembunyikan Narkoba di Dompet, Wanita Diamankan Saat Jenguk Suami di Rutan Medan

Sumut | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Apa Itu Skincare Vegan? Kenali Bedanya dengan Cruelty-Free

Apa Itu Skincare Vegan? Kenali Bedanya dengan Cruelty-Free

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:48 WIB

×