- Google Chrome memperkenalkan peramban eksperimental bernama Disco melalui Google Labs untuk membangun aplikasi web personal secara instan.
- Disco menggunakan fitur GenTabs yang digerakkan AI Gemini untuk mengubah kumpulan tab menjadi aplikasi web interaktif sekali pakai.
- Tujuan Disco adalah mengeksplorasi peralihan dari pengelolaan tab menuju pembangunan aplikasi personal untuk menyelesaikan kebutuhan pengguna.
Suara.com - Google melalui tim Chrome, raksasa teknologi ini memperkenalkan Disco, sebuah peramban baru yang dirancang bukan sekadar untuk membuka halaman web, melainkan untuk membangun aplikasi web personal secara instan sesuai kebutuhan pengguna.
Disco diperkenalkan bersama konsep bernama GenTabs dalam program eksperimental Google Labs.
Keduanya memungkinkan pengguna memberikan perintah, lalu peramban akan membuka sejumlah tab relevan sekaligus merangkumnya menjadi sebuah aplikasi web interaktif yang siap digunakan saat itu juga.
“Ini bukan peramban serbaguna seperti Chrome,” ujar Parisa Tabriz, pimpinan tim Chrome di Google, dikutip dari The Verge, Sabtu (13/12/2025).
Ia menegaskan bahwa Disco lahir sebagai proyek hackathon internal, bukan upaya Google untuk menggantikan Chrome.
Menurut Tabriz, tujuan utama Disco adalah mengeksplorasi pengalaman baru dalam menjelajah internet.
“Disco ingin melihat apa yang terjadi ketika orang beralih dari sekadar mengelola tab ke membangun aplikasi yang sangat personal dan terkurasi untuk menyelesaikan kebutuhan mereka secara langsung,” jelasnya.
GenTabs, Tab yang Berubah Menjadi Aplikasi
Jantung dari Disco adalah GenTabs, yakni halaman kaya informasi yang dihasilkan oleh model AI Gemini milik Google.
Sejalan dengan kemampuan terbaru Gemini 3, GenTabs dapat menciptakan antarmuka interaktif sekali pakai—mirip aplikasi mini—alih-alih hanya menyajikan teks dan gambar.
Dalam demonstrasi yang dilakukan Manini Roy, pemimpin laboratorium inovasi tim Chrome, pengguna cukup membuka tab baru di Disco lalu memulai sebuah “proyek”.
Proyek ini dapat diibaratkan sebagai peramban di dalam peramban, yang diawali dengan kotak obrolan berbasis AI.
Alih-alih hanya menampilkan jawaban berbentuk teks, Disco secara otomatis membuka berbagai tab terkait dan menawarkan untuk membuat perencana atau alat interaktif.
Dalam hitungan detik, Gemini membangun aplikasi web yang bisa disesuaikan lebih lanjut oleh pengguna.
“Tim ingin memberi insentif kepada pengguna agar menambahkan lebih banyak informasi dan riset ke dalam GenTab. Karena itu, mereka perlu mendorong pengguna membuka tab web biasa,” kata Roy.
Menurutnya, data awal menunjukkan pendekatan ini efektif membuat pengguna tetap menjelajah web, bukan hanya bergantung pada chatbot.
Dua Konsep Baru dalam Satu Peramban
Tabriz merangkum pendekatan Disco dalam dua konsep utama.
“Pertama adalah proyek, yaitu wadah untuk percakapan obrolan dan kumpulan tab dari internet terbuka. Kedua adalah tab hasil generasi AI yang mengubah semua informasi itu menjadi aplikasi web untuk membantu Anda menyelesaikan sesuatu,” ujarnya.
Dengan memadukan kekuatan AI dan peramban web, Disco menghadirkan pengalaman yang terasa berbeda dari browser konvensional.
Jika eksperimen ini berhasil, Disco bisa menjadi gambaran awal bagaimana AI dan web berpadu lebih erat di masa depan—bahkan berpotensi menjadi pesaing serius bagi browser tradisional, termasuk Chrome itu sendiri.