Kaspersky Bongkar Modus Phishing Google Tasks 2026: Pakai Notifikasi Resmi, Curi Akun Perusahaan

Dythia Novianty

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:00 WIB
Kaspersky Bongkar Modus Phishing Google Tasks 2026: Pakai Notifikasi Resmi, Curi Akun Perusahaan
Google Task. [Google Play Store]
baca 10 detik
  • Peneliti Kaspersky mengungkap kampanye phishing Februari 2026 memakai notifikasi resmi Google Tasks untuk mencuri kredensial.
  • Korban diarahkan ke halaman "verifikasi karyawan" palsu setelah mengklik tautan yang menyamar sebagai tugas baru.
  • Modus ini berbahaya karena memanfaatkan domain @google.com, melewati filter keamanan dan mengeksploitasi kepercayaan pengguna.

Suara.com - Peneliti dari Kaspersky mengungkap kampanye phishing terbaru yang memanfaatkan notifikasi resmi Google Tasks untuk mencuri kredensial login perusahaan.

Modus ini terbilang berbahaya karena memanfaatkan domain email @google.com dan sistem notifikasi sah milik Google. 

Alhasil, email berbahaya tersebut mampu melewati banyak filter keamanan tradisional dan tampil seolah-olah sebagai komunikasi internal yang valid.

Notifikasi “Anda Memiliki Tugas Baru” Jadi Umpan

Dalam kampanye yang terdeteksi pada Februari 2026 ini, korban menerima email dengan subjek “Anda memiliki tugas baru”. 

Notifikasi terlihat sepenuhnya autentik, lengkap dengan format khas Google.

Pesan tersebut menciptakan kesan bahwa perusahaan telah mengadopsi sistem manajemen tugas berbasis Google. 

Untuk memperkuat tekanan psikologis, penyerang menyematkan elemen urgensi seperti tanda prioritas tinggi dan tenggat waktu ketat.

Skema ini dirancang untuk membuat korban bertindak cepat tanpa sempat memverifikasi keaslian pesan.

baca juga

Dialihkan ke Halaman “Verifikasi Karyawan” Palsu

Ketika tautan dalam notifikasi diklik, korban diarahkan ke halaman palsu yang menyamar sebagai formulir “employee verification” atau verifikasi karyawan.

Di halaman tersebut, karyawan diminta memasukkan kredensial perusahaan dengan alasan untuk mengonfirmasi status internal mereka. Padahal, data login yang dimasukkan langsung jatuh ke tangan pelaku.

Kredensial yang dicuri ini dapat dimanfaatkan untuk akses ilegal ke sistem internal perusahaan, pencurian data sensitif, serangan lanjutan seperti Business Email Compromise (BEC), dan penyebaran malware ke jaringan korporat.

Roman Dedenok, Pakar Anti-Spam di Kaspersky, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari tren yang terus berkembang.

“Ekosistem layanan Google yang luas dieksploitasi oleh penipu. Skema dengan Google Tasks adalah bagian dari tren lebih luas yang diamati sebelumnya dan berlanjut hingga tahun 2026, di mana pelaku kejahatan siber menyalahgunakan platform sah untuk menyebarkan penipuan dan phishing,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan domain resmi menjadi senjata utama pelaku.

Cara Melaporkan ke BRI Jika Menjadi Korban Phising (Freepik)
Ilustrasi Phising. (Freepik)

“Notifikasi yang berasal dari domain yang sah secara alami menghindari banyak filter spam dan phishing, sementara aspek rekayasa sosial, membuatnya tampak seperti proses internal perusahaan sehingga berpotensi menurunkan kewaspadaan korban,” jelasnya.

Kenapa Serangan Ini Berbahaya?

Berbeda dengan phishing konvensional yang menggunakan domain mencurigakan, metode ini memanfaatkan infrastruktur terpercaya. Artinya, sistem keamanan berbasis reputasi domain bisa saja menganggap email tersebut aman.

Serangan ini juga menunjukkan pergeseran strategi pelaku dari teknik teknis ke manipulasi psikologis (social engineering) yang lebih halus.

Dengan meningkatnya adopsi layanan berbasis cloud di lingkungan kerja, serangan yang memanfaatkan platform populer diprediksi akan semakin sering terjadi sepanjang 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Phishing HRD Canggih Mengintai : Email Dipersonalisasi, Data Perusahaan Terancam!

Phishing HRD Canggih Mengintai : Email Dipersonalisasi, Data Perusahaan Terancam!

Tekno | Rabu, 23 Juli 2025 | 13:15 WIB

16 Miliar Data Bocor Begini Kata Pakar Keamanan Siber

16 Miliar Data Bocor Begini Kata Pakar Keamanan Siber

Tekno | Senin, 30 Juni 2025 | 07:46 WIB

Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion

Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion

Tekno | Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:02 WIB

89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber

89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber

Tekno | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:47 WIB

2025: Era Baru Ransomware, Hacker Incar IoT dan Perangkat Pintar

2025: Era Baru Ransomware, Hacker Incar IoT dan Perangkat Pintar

Tekno | Selasa, 03 Juni 2025 | 15:07 WIB

Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Segmen Keluarga Meningkat 38 Persen dalam Setahun

Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Segmen Keluarga Meningkat 38 Persen dalam Setahun

Tekno | Sabtu, 17 Mei 2025 | 17:16 WIB

Terkini

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:46 WIB

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

×