- WhatsApp memperkenalkan fitur baru pengelolaan akun bagi orang tua untuk anak usia 10 sampai 12 tahun guna keamanan digital.
- Orang tua dapat mengatur kontak, grup, dan meninjau pesan, serta pengaturan dilindungi oleh PIN khusus orang tua.
- Meskipun ada pengawasan, seluruh percakapan tetap terjamin aman berkat penerapan enkripsi end-to-end oleh WhatsApp.
Suara.com - Platform pesan instan WhatsApp resmi memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan orang tua mengelola akun anak secara langsung. Fitur ini dirancang khusus untuk anak usia 10 hingga 12 tahun, dengan sistem pengawasan yang lebih ketat.
Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman komunikasi digital yang lebih aman bagi keluarga, sekaligus tetap menjaga privasi pengguna.
Dalam pengumumannya, WhatsApp menegaskan bahwa fitur tersebut dikembangkan berdasarkan masukan dari keluarga dan para ahli keamanan digital.
“WhatsApp adalah cara tepercaya yang digunakan keluarga untuk berkomunikasi karena mudah, privat, dan andal. Dengan masukan dari keluarga dan para ahli, kami meluncurkan akun yang dikelola orang tua untuk anak usia 10–12 tahun,” ujar pihak WhatsApp.
Orang Tua Bisa Mengontrol Kontak dan Grup Anak
Melalui fitur baru ini, orang tua atau wali dapat mengatur akun WhatsApp anak dengan sistem pengawasan langsung dari perangkat mereka sendiri.
Untuk mengaktifkannya, orang tua perlu menyiapkan dua perangkat, yakni ponsel milik anak dan ponsel milik orang tua untuk menautkan akun.
Setelah akun terhubung, orang tua dapat menentukan berbagai pengaturan penting, termasuk siapa saja yang boleh menghubungi anak.
“Orang tua atau wali dapat memutuskan siapa saja yang dapat menghubungi akun anak dan grup mana saja yang boleh diikuti,” jelas WhatsApp dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
Selain itu, orang tua juga bisa meninjau permintaan pesan dari kontak tidak dikenal sebelum anak dapat berinteraksi dengan mereka.
Pengaturan Dikunci dengan PIN Khusus Orang Tua
Untuk menjaga keamanan sistem pengawasan, seluruh pengaturan akun anak dilindungi dengan PIN khusus milik orang tua.
Artinya, hanya orang tua atau wali yang dapat mengakses dan mengubah pengaturan privasi pada akun tersebut.
“Pengawasan orang tua dilindungi oleh PIN pada perangkat yang dikelola, sehingga hanya orang tua yang dapat mengubah pengaturan privasi akun,” kata pihak WhatsApp.
Pendekatan ini memungkinkan orang tua menyesuaikan pengalaman penggunaan aplikasi sesuai kebutuhan keluarga.
Chat Tetap Aman dengan Enkripsi End-to-End
![Fitur baru WhatsApp, Kontrol Orang Tua. [WhatsApp Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/13/64277-fitur-baru-whatsapp-kontrol-orang-tua.jpg)
Meski menghadirkan fitur pengawasan orang tua, WhatsApp menegaskan bahwa privasi percakapan tetap menjadi prioritas utama.
Seluruh pesan dan panggilan di aplikasi ini tetap dilindungi oleh sistem End-to-End Encryption, yang memastikan hanya pengirim dan penerima yang dapat melihat isi percakapan.
“Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi dengan enkripsi end-to-end. Artinya tidak seorang pun, bahkan WhatsApp, dapat melihat atau mendengarkannya,” tegas perusahaan.
Selain itu, WhatsApp juga akan menyediakan fitur tambahan dan insight bagi orang tua, khususnya terkait aktivitas grup.
Dirancang untuk Kebutuhan Komunikasi Keluarga
WhatsApp selama ini telah menjadi salah satu aplikasi komunikasi utama bagi banyak keluarga di seluruh dunia.
Aplikasi ini kerap digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari berbagi kabar penting, mengatur jadwal setelah sekolah, hingga sekadar memberi tahu keluarga bahwa seseorang telah tiba di rumah dengan selamat.
Karena itu, fitur akun anak ini diharapkan bisa membuat komunikasi keluarga tetap berjalan nyaman sekaligus lebih aman.
WhatsApp menyebut peluncuran fitur ini akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami menantikan masukan dari para keluarga agar kami bisa terus membangun WhatsApp sebagai cara yang aman dan privat bagi keluarga untuk tetap terhubung,” kata perusahaan.