Suara.com - Belum banyak yang memahami bahwa Google Maps offline bisa membantu selama perjalanan, pengguna tidak perlu khawatir kehabisan kuota internet, karena tetap terkoneksi sesuai peta tujuan.
Sebentar lagi momen Hari Raya Idul Fitri segera tiba, jalur utama akan penuh kendaraan yang dipakai pemudik untuk mudik lebaran 2026. Maka, otomatis jalanan menjadi macet membuat waktu kedatangan menjadi mundur.
Sehingga banyak pengendara mengandalkan Google Maps untuk mencari rute alternatif yang lebih aman, cepat dan bebas macet. Namun, perlu diketahui bahwa memakai bantuan alat tersebut dalam waktu lama bisa menyebabkan boros kuota maupun baterai.
Bahkan, seringkali terkendala susah sinyal karena kadang melewati daerah pegunungan hingga kanan kiri hutan. Sekarang, Anda tidak perlu khawatir sebab sudah ada Google Maps Offline.
Apa Itu Google Maps Offline?
Google Maps offline merupakan fitur untuk mengunduh area peta sesuai permintaan pengguna ke dalam HP sehingga bisa dipakai saat kondisi tanpa kuota internet.
Hal tersebut memungkinkan untuk navigasi berkendara, pencarian tempat maupun rute tetap berfungsi normal meskipun berada di daerah pelosok yang minim sinyal.
Tools tersebut terdiri dari beberapa detail penting yang harus dipahami contohnya seperti fungsi lebih mengarah pada navigasi berkendara, mencari lokasi, melihat peta dasar.
Selain itu, mempunyai keterbatasan berupa nihilnya lalu lintas real time, tidak tersedia rute transportasi umum, sepeda maupun jalan kaki.
Sedangkan untuk penyimpanannya menggunakan memori internal ponsel, lalu peta otomatis akan berfungsi saat sinyal hilang atau lemah.
Cara Memakai Google Maps Offline
Dengan adanya Google Maps Offline, Anda dapat mengoperasikannya meskipun tanpa sinyal. Bagi yang masih awam, simak langkah mudah untuk menggunakan tools tersebut.
- Unduh Area Peta Spesifik
Langkah awal harus dilakukan yaitu dengan memetakan wilayah yang akan dilewati.
Caranya mudah sekali, buka aplikasi Google Maps saat online, lalu klik ikon profil di area pojok kanan atas, setelah itu pilih menu peta offline serta tentukan lokasi yang akan disimpan. Jangan lupa mengarahkan kotak seleksi pada jalur utama maupun alternatif.
Setelah area dipilih, biasanya aplikasi akan memberikan rincian ukuran file, pastikan ruang penyimpanan cukup. Saat sudah terdownload semua, Anda harus memberi nama file peta tersebut seperti Jalur Pantura dan lain-lain.
Perlu Anda ketahui bahwa, peta hasil unduhan berlaku satu tahun dan bisa diupdate otomatis saat ponsel terhubung internet.
- Simpan Peta di Memori Internal dan Eksternal
Setelah peta berhasil diunduh, Anda dapat memilih untuk menyimpan pada memori internal atau kartu SD. Semakin luas peta, maka membutuhkan ruang penyimpanan yang besar juga.
- Memakai Mode Navigasi Offline
Peta yang berhasil diunduh, menyebabkan Google Maps bisa dipakai untuk navigasi offline. Anda akan melihat aplikasi tetap menampilkan rute, petunjuk belokan dan estimasi jarak.
- Update Peta Secara Berkala
Seperti pada penjelasan sebelumnya, ketika peta yang Anda butuhkan sudah berhasil diunduh. Google umumnya akan meminta pengguna untuk update file peta, supaya data tetap akurat.
Kalau sampai peta tidak diperbarui, kemungkinan besar rute yang tersedia bisa berbeda dari kondisi terbaru.
Cara Singkat Memakai Google Maps Offline
Secara singkat, Anda bisa menggunakan bantuan Google Maps Offline pakai tahapan berikut.
Buka aplikasi Google Maps saat online.
Cari wilayah (contoh: “Bandung”, “Jakarta” dan lain-lain).
Ketik nama atau alamat tempat.
Pilih opsi Download atau unduh dari menu.
Peta akan tersimpan otomatis pada profil (sebagai peta offline).
Itulah cara menggunakan Google Maps versi detail dan singkatnya, kini perjalanan mudik lebih cepat, aman dan menyenangkan. Karena ada peta offline yang tetap bekerja meskipun nihil sinyal.
Kontributor : Damayanti Kahyangan