5 Cara Mengenali Deepfake Call agar Terhindar dari Penipuan Berbasis AI

Agung Pratnyawan

Sabtu, 04 April 2026 | 11:03 WIB
5 Cara Mengenali Deepfake Call agar Terhindar dari Penipuan Berbasis AI
Waspada Deepfake Call. [Gemini AI]

Suara.com - Untuk mewaspadai deepfake call, Anda perlu bisa membedakan CS bank asli dan yang pakai AI agar Anda tidak kena penipuan.

Tahukah Anda bahwa deepfake call atau penipuan berbasis video call sedang marak belakangan ini.

Ketika Anda mengalami deepfake call, maka Anda akan seolah-olah berbicara dengan orang lain di layar. Wajahnya bisa seperti yang Anda kenal atau tidak.

Apa Itu Deepfake Call?

Deepfake call merupakan bagian dari perkembangan teknik manipulasi sosial (social engineering).

Dengan bantuan algoritma generative AI, pelaku hanya membutuhkan sampel suara singkat, bahkan kurang dari 30 detik, untuk membuat tiruan suara yang meyakinkan.

Ancaman ini sangat berbahaya karena suara merupakan salah satu elemen utama dalam membangun kepercayaan.

Ketika seseorang mendengar suara yang terdengar resmi dan familiar, secara alami tingkat kewaspadaan akan menurun.

Di sinilah penipu memanfaatkan celah tersebut untuk mencuri data sensitif atau mendorong korban melakukan transaksi tertentu.

baca juga
Ilustrasi video call. (pexels.com/Alex Green)
Ilustrasi video call. (pexels.com/Alex Green)

Bagaimana Cara Membuat Deepfake Call?

Para penipu biasanya mengumpulkan bahan untuk membuat deepfake dari sumber terbuka, seperti webinar, video publik di media sosial, maupun rekaman pidato online.

Dalam beberapa kasus, mereka juga sengaja menghubungi target dan mempertahankan percakapan selama mungkin untuk mengumpulkan data suara sebanyak-banyaknya, sehingga hasil tiruan suara menjadi semakin meyakinkan.

Bahkan, jika mereka berhasil mengakses akun pesan milik seseorang yang sering mengirim pesan suara atau video, hal tersebut dapat menjadi “aset” yang sangat berharga.

Dari data tersebut, mereka mampu membuat pesan palsu yang tampak sangat realistis hingga sebagian besar orang kesulitan membedakannya dari yang asli.

Perangkat untuk membuat deepfake pun sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti bot di Telegram hingga layanan profesional seperti HeyGen atau ElevenLabs.

Umumnya, deepfake digunakan bersamaan dengan teknik manipulasi psikologis (social engineering).

Sebagai contoh, pelaku dapat mensimulasikan panggilan melalui aplikasi pesan dengan koneksi yang tampak tidak stabil, kemudian mengirimkan video berkualitas rendah dengan alasan gangguan jaringan.

Dalam banyak kasus, pesan yang disampaikan berkaitan dengan situasi darurat yang membutuhkan bantuan segera.

Korban dibuat percaya bahwa “teman” mereka sedang mengalami kesulitan, seperti membutuhkan uang namun tidak dapat mengakses ATM atau kehilangan dompet, sementara kondisi koneksi yang buruk dianggap menghambat transfer langsung.

Pada akhirnya, korban diarahkan untuk mengirimkan uang ke rekening, nomor, atau dompet kripto palsu.

Kenapa Deepfake Call Marak?

  • Biaya Sangat Rendah: Pelaku kejahatan kini menggunakan generator pertukaran wajah dan API kloning suara dengan biaya hanya beberapa dolar per target. Sebagai imbalan atas biaya nominal ini, mereka mendapatkan kemampuan untuk membajak kemiripan seseorang.
  • Kekuatan GAN: Deepfake dimungkinkan oleh jaringan adversarial generatif (GAN), sebuah kerangka kerja pembelajaran mesin (ML) di mana 'generator' dan 'diskriminator' bersaing. Generator menciptakan media sintetis, dan diskriminator menilai realismenya dalam proses yang berulang hingga video dan audio yang dihasilkan hampir tidak dapat dibedakan dari aslinya.
  • Kecepatan Luar Biasa: Waktu penyiapan untuk serangan deepfake sangat singkat. Penyerang hanya membutuhkan beberapa detik audio yang jelas untuk membuat model suara.

Cara mengenali deepfake

Ilustrasi deepfake (freepik.com/freepik)
Ilustrasi deepfake (freepik.com/freepik)

1. Cek Tanda visual yang Terlihat

  • Pencahayaan aneh: Arah cahaya atau bayangan tidak masuk akal, atau wajah terlihat terlalu terang/gelap dibanding lingkungan.
  • Wajah terlihat blur atau “ngambang”: Terutama di bagian garis rambut, sering ada flicker atau warna yang terlihat tidak natural.
  • Kedipan mata tidak wajar: Terlalu jarang, terlalu sering, atau gerakannya kaku. Kadang matanya juga terlihat kosong atau “mati”.
  • Gerakan bibir nggak sinkron: Ada delay kecil antara suara dan gerakan mulut, atau bentuk bibir ketika ia berbicara.
  • Background aneh: Bisa terlalu blur, nggak bergerak sama sekali, atau tidak sinkron dengan gerakan orangnya.
  • Ekspresi kaku: Senyum terlihat “beku”, dan tidak ada detail kecil seperti kerutan alami saat berekspresi.
    Tanda dari suara
  • Nada suara datar atau agak “robotik”: Kurang variasi intonasi seperti manusia asli.
  • Tidak ada suara napas: Biasanya manusia ada jeda napas kecil saat bicara panjang.
  • Ucapan terasa aneh: Kadang kata-kata terdengar seperti disambung paksa atau tiba-tiba terpotong.

2. Cek Tanda dari perilaku

  • Dia tidak bisa menoleh: Coba minta mereka nengok ke samping. Deepfake biasanya bermasalah di bagian ini.
  • Muncul gerakan aneh: Minta mereka melakukan hal spontan, seperti lambaikan tangan di depan wajah, sentuh hidung, atau minum. Deepfake sering gagal menampilkan gerakan natural.

3. Pahami Gaya Bahasanya

  • Orang asli percakapan terasa alami. Jika ada jeda, biasanya disertai penjelasan seperti “mohon ditunggu, saya cek datanya terlebih dahulu.”
  • Sementara Deepfake AI akan sering muncul jeda yang terasa tidak wajar setelah kamu berbicara. Respons bisa terdengar terlalu sempurna atau justru tidak relevan saat diberi pertanyaan spontan.

Itulah beberapa cara membedakan deepfake call yang bisa membantu Anda tetap waspada.

Kontributor : Damai Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penipuan Digital di Indonesia Meledak 4 Kali Lipat, Ini Cara Cegah Modus Dokumen Palsu yang Marak

Penipuan Digital di Indonesia Meledak 4 Kali Lipat, Ini Cara Cegah Modus Dokumen Palsu yang Marak

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake

Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:14 WIB

Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri

Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri

Tekno | Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya

Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:41 WIB

Adu Kamera Samsung S26 Ultra vs Oppo Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Cakep?

Adu Kamera Samsung S26 Ultra vs Oppo Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Cakep?

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:35 WIB

4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:35 WIB

Harga HP Naik Terus? Ini Waktu Terbaik Ganti HP Baru Menurut David GadgetIn

Harga HP Naik Terus? Ini Waktu Terbaik Ganti HP Baru Menurut David GadgetIn

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:35 WIB

4 HP Redmi Terbaik 2026 Menurut Reviewer Gadget untuk Multitasking hingga Gaming

4 HP Redmi Terbaik 2026 Menurut Reviewer Gadget untuk Multitasking hingga Gaming

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:10 WIB

Update Harga HP Samsung Juli 2026, dari Seri Termurah hingga Flagship

Update Harga HP Samsung Juli 2026, dari Seri Termurah hingga Flagship

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 08:25 WIB

25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium

25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:42 WIB

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:02 WIB

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:39 WIB

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:52 WIB

×