Apa Itu Awan Cumulonimbus? BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem pada 15-21 April 2026

Husna Rahmayunita, Rezza Dwi Rachmanta

Selasa, 14 April 2026 | 14:08 WIB
Apa Itu Awan Cumulonimbus? BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem pada 15-21 April 2026
Ilustrasi potensi pertumbuhan awan Cb dan ilustrasi Cumulonimbus. (BMKG, YouTube/ Fact Explorer)
baca 10 detik
  • BMKG memprediksi meluasnya awan Cumulonimbus di Indonesia pada 15-21 April 2026.

  • Awan Cumulonimbus berpotensi memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang ekstrem.

  • Masyarakat diimbau waspada dan memantau peringatan dini cuaca resmi dari BMKG.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengunggah data mengenai potensi pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb). Berikut terdapat penjelasan mengenai apa itu Cumulonimbus serta efeknya bagi cuaca di suatu wilayah.

Sebagai informasi, BMKG memprakiraan meluasnya Cumulonimbus pada belasan wilayah Indonesia periode 15 hingga 21 April 2026.

Terdapat beberapa kategori terkait Cumulonimbus. Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (FRQ/ Frequent) tanggal 15-21 April 2026 diprediksi terjadi di Riau.

Langit di wilayah seperti Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan lain lain diprakiraan memiliki Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen (OCNL/ Occasional).

Munculnya awan Cumulonimbus yang berkembang secara vertikal membawa potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dalam durasi singkat, petir, angin kencang, hingga risiko puting beliung.

Berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena ini dikategorikan ke dalam tiga cakupan wilayah, yakni Isolated (kurang dari 50 persen), Occasional (50–75 persen), dan Frequent (lebih dari 75 persen).

Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di Wilayah Indonesia. (BMKG)
Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di Wilayah Indonesia. (BMKG)

Kondisi atmosfer ini tidak hanya berdampak pada gangguan transportasi darat, laut, maupun udara, tetapi juga berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Menghadapi meluasnya potensi awan ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama masa peralihan musim yang rentan akan perubahan cuaca secara mendadak.

Warga disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk serta senantiasa memantau informasi peringatan dini dan prakiraan cuaca terkini yang dirilis oleh BMKG sebagai langkah antisipasi.

baca juga

Masyarakat diharapkan agar waspada terhadap Awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75 persen.

Berikut deretan wilayah dengan potensi pertumbuhan Awan Cumulonimbus periode 15-21 April 2026 dikutip dari laman BMKG:

FRQ/Frequent (>75%)

Riau

OCNL/Occasional (50-75%)

Aceh
Banten
Bengkulu
Jambi
Jawa Barat
Jawa Tengah
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Riau
Lampung
Laut Arafuru bagian Utara
Laut Arafuru bagian barat
Laut Arafuru bagian tengah
Laut Arafuru bagian timur
Laut Banda
Laut Flores
Laut Jawa bagian barat
Laut Jawa bagian tengah
Laut Jawa bagian timur
Laut Maluku
Laut Seram
Maluku
Maluku Utara
Nusa Tenggara Timur
Papua
Papua Barat
Papua Barat Daya
Papua Pegunungan
Papua Selatan
Papua Tengah
Riau
Samudra Hindia barat Aceh
Samudra Hindia barat Bengkulu
Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
Samudra Hindia barat Kep. Nias
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
Samudra Hindia selatan NTB
Samudra Hindia selatan NTT
Samudra Pasifik utara Maluku
Samudra Pasifik utara Papua
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Selat Karimata bagian selatan
Selat Karimata bagian utara
Selat Makassar bagian selatan
Selat Makassar bagian tengah
Selat Makassar bagian utara
Selat Malaka bagian tengah
Selat Malaka bagian utara
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Teluk Bone

Apa Itu Awan Cumulonimbus?

Awan Cumulonimbus. [Spaceplace.NASA]
Awan Cumulonimbus. [Spaceplace.NASA]

Cumulonimbus merupakan merupakan awan vertikal dengan bentuk padat menjulang tinggi.

Dalam kondisi tertentu, awan ini mampu menimbulkan hujan deras lokal, badai petir, puting beliung, bahkan hujan es.

Pembentukan awan Cumulonimbus dimulai saat Matahari memanaskan permukaan Bumi, yang menyebabkan udara hangat dan lembap naik secara vertikal dengan sangat cepat ke atmosfer.

Saat udara ini mendingin di ketinggian tertentu, uap air di dalamnya mengembun menjadi butiran air yang awalnya membentuk awan putih kecil, namun terus tumbuh menjulang tinggi karena dorongan energi panas yang sangat kuat dan berkelanjutan dari bawah.

Awan akan terus berkembang hingga puncaknya membeku menjadi kristal es dan terhenti oleh lapisan atmosfer yang stabil, sehingga bentuknya melebar menyerupai landasan besi yang datar di bagian atas.

Di dalam struktur raksasa, terjadi pergolakan arus udara yang sangat hebat serta gesekan antar partikel es.

Itu memicu terjadinya badai, petir, dan hujan deras, menjadikan awan ini sebagai salah satu fenomena cuaca yang paling kuat di Bumi.

Awan Cumulonimbus merupakan bahaya yang signifikan bagi penerbangan, terutama karena arus angin kuat, tetapi juga karena jarak pandang yang berkurang dan petir. 

Pergerakan serta potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus bisa dilihat via ilustrasi dari laman resmi BMKG di LINK INI. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April

BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April

News | Senin, 13 April 2026 | 11:47 WIB

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:24 WIB

Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir

Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple  Target Selanjutnya

Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple Target Selanjutnya

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 08:09 WIB

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:02 WIB

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik

Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik

News | Selasa, 15 September 2026 | 07:57 WIB

Maybank Indonesia Resmi Jadi Grup Keuangan Terintegrasi, Gabungkan 5 Entitas Jasa Keuangan

Maybank Indonesia Resmi Jadi Grup Keuangan Terintegrasi, Gabungkan 5 Entitas Jasa Keuangan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:56 WIB

4 Zodiak Beruntung yang Diprediksi Ketiban Rezeki Melimpah pada 15 September 2026

4 Zodiak Beruntung yang Diprediksi Ketiban Rezeki Melimpah pada 15 September 2026

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 07:54 WIB

Viral Biksu Mesum dan Korup, Lembaga Budha Thailand Bantah Ada Kasus di Kuil Lain

Viral Biksu Mesum dan Korup, Lembaga Budha Thailand Bantah Ada Kasus di Kuil Lain

News | Selasa, 15 September 2026 | 07:54 WIB

Anak Eks Menkeu: Gaji Kecil, Kerja Nonstop Ngurusin Negara Bawahan Korup

Anak Eks Menkeu: Gaji Kecil, Kerja Nonstop Ngurusin Negara Bawahan Korup

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:52 WIB

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 07:42 WIB

×