- Pasar smartphone global kuartal I 2026 tumbuh 1 persen menjadi 298,5 juta unit meski terdapat krisis chip.
- Samsung memimpin pasar global dengan 65,4 juta unit, disusul Apple di posisi kedua dengan 60,4 juta unit.
- Omdia memperingatkan potensi hambatan pasar di paruh kedua 2026 akibat stok berlebih dan lemahnya permintaan konsumen.
Suara.com - Laporan terbaru dari Omdia mengungkap bahwa pasar smartphone global masih mencatat pertumbuhan tipis pada kuartal I 2026. Total pengiriman mencapai 298,5 juta unit, naik 1 persen secara tahunan (YoY), meski industri masih dibayangi krisis chip memori.
Pertumbuhan ini didorong oleh strategi vendor yang meningkatkan pasokan sejak awal tahun untuk mengantisipasi kenaikan harga komponen.
“Peningkatan pengiriman pada awal tahun terjadi karena vendor secara strategis menambah stok untuk menghadapi potensi kenaikan biaya,” tulis Omdia dalam laporannya dilansir dari laman GSM Arena, Jumat (1/5/2026).
Samsung kembali menempati posisi teratas sebagai vendor smartphone nomor satu dunia dengan pengiriman 65,4 juta unit, naik 8% persen YoY dan menguasai sekitar 22 persen pangsa pasar.
Kesuksesan ini ditopang oleh performa kuat hp flagship seperti Samsung Galaxy S26, serta seri mid-range populer seperti Galaxy A37 dan Galaxy A57 yang baru dirilis.
Apple Tempel Ketat Berkat iPhone 17
![Calon pembeli melihat iPhone 17 Series di Mall Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (17/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/17/25036-peluncuran-iphone-17-di-indonesia-iphone-17-iphone-17-series.jpg)
Di posisi kedua, Apple mencatat pengiriman 60,4 juta unit atau naik 10 persen YoY, dengan pangsa pasar sekitar 20 persen.
Permintaan untuk iPhone 17 tetap tinggi secara global. Bahkan, varian iPhone 17e mencatat minat di atas ekspektasi di Eropa dan Jepang. Sementara itu, model premium iPhone 17 Pro dan Pro Max mengalami lonjakan permintaan hingga 42 persen di pasar China.
Xiaomi (termasuk Redmi dan Poco) berada di posisi ketiga dengan 33,8 juta unit dan pangsa pasar 11 persen. Namun, Xiaomi mengalami penurunan terbesar di antara lima besar, yakni minus 19 persen YoY akibat tekanan biaya komponen.
Sementara itu, Oppo (termasuk OnePlus dan Realme) menempati posisi keempat dengan 30,7 juta unit dan pangsa pasar 10 persen. Vivo melengkapi lima besar dengan 21,3 juta unit dan pangsa pasar 7 persen.
Prospek 2026: Pasar Masih Menantang
Meski awal tahun menunjukkan pertumbuhan, Omdia memperingatkan bahwa pasar smartphone global berpotensi menghadapi tantangan di paruh kedua 2026.
Tingginya stok di kanal distribusi serta permintaan konsumen yang relatif lemah diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja pasar smartpone ke depan.