- Samsung dikabarkan akan menghentikan lini ponsel Galaxy Z Flip setelah seri kedelapan karena minimnya inovasi desain.
- Harga jual yang mahal serta kesulitan mempertahankan kualitas produk menjadi kendala utama dalam pengembangan seri Flip.
- Perusahaan asal Korea Selatan tersebut kini mulai mengalihkan fokus pengembangan pada perangkat lipat berlayar lebih besar.
Galaxy Z Flip 8 sendiri dirumorkan hanya membawa perubahan minor dibanding generasi sebelumnya, seperti bodi lebih tipis, bobot lebih ringan, desain layar nyaris tanpa lipatan, serta dukungan AI Gemini dari Google.

Namun secara keseluruhan, spesifikasi perangkat diperkirakan tidak akan berubah drastis.
Samsung Mulai Fokus ke HP Lipat Besar
Di sisi lain, Samsung disebut mulai melihat potensi lebih besar pada perangkat foldable model buku dan tri-fold.
Kesuksesan Samsung Galaxy Z Fold 7 dan tingginya minat terhadap Galaxy Z TriFold edisi terbatas menjadi sinyal bahwa pasar mulai beralih ke ponsel lipat layar besar.
Selain itu, kehadiran Huawei dengan perangkat Pura X Max juga dinilai memengaruhi strategi Samsung ke depan.
Tren tersebut membuat Samsung diyakini akan lebih fokus mengembangkan perangkat foldable premium dengan layar lebih luas dan fitur multitasking yang lebih maksimal.
Meski rumor penghentian lini Flip mulai ramai dibicarakan, Galaxy Z Flip disebut masih memiliki basis penggemar loyal.
Laporan awal bahkan menyebut Galaxy Z Flip 7 mendapatkan respons pasar lebih baik dibanding model sebelumnya.
Karena itu, kemungkinan Samsung benar-benar menghentikan lini Galaxy Z Flip masih belum bisa dipastikan sepenuhnya.
Namun rumor ini menunjukkan pasar ponsel lipat kini mulai memasuki fase perubahan besar, terutama dalam menentukan desain foldable yang paling diminati pengguna.