- iPhone inter dipasarkan lebih murah karena masuk tanpa jalur distributor resmi.
- Salah satu risiko iPhone inter adalah pemblokiran IMEI secara permanen.
- Garansi resmi tidak berlaku untuk unit ini jika terjadi kerusakan gawai.
Suara.com - Saat ini, iPhone inter atau eks inter sering jadi pilihan karena harganya yang jauh lebih murah daripada iPhone Ibox.
Namun di balik harga iPhone inter yang miring, ada sederet risiko yang bisa bikin Anda gigit jari.
Alih-alih gaya, iPhone inter Anda malah bisa berakhir jadi ganjal pintu karena sinyalnya hilang tiba-tiba.
Lantas, apa sebenarnya iPhone Inter itu dan amankah untuk dibeli? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu iPhone Inter?
Singkatnya, iPhone Inter adalah unit yang dibeli dari luar negeri dan masuk ke Indonesia tidak melalui jalur distributor resmi (seperti iBox atau Digimap).
![iPhone 17. [Apple]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/08/14769-iphone-17.jpg)
Karena masuknya dibawa perorangan, ponsel ini biasanya tidak membayar pajak resmi dan tidak punya garansi lokal.
Kenapa Harganya Bisa Jauh Lebih Murah?
Ada alasan kuat kenapa harga iPhone inter bisa beda jauh dengan unit iBox:
- Tanpa Pajak: Banyak unit inter yang masuk tanpa melewati prosedur bea cukai resmi.
- Barang Bekas/Refurbished: Mayoritas iPhone Inter adalah barang bekas pemakaian orang luar negeri atau barang rekondisi (diperbaiki lagi).
- Aksesoris "KW": Seringkali unit ini dijual dengan kotak dan charger bukan asli alias OEM, yang kualitasnya tentu di bawah standar Apple.
- Risiko yang Mengintai: Sinyal Hilang Hingga Garansi Hangus
Sebelum Anda transfer uang ke penjual, perhatikan risiko membeli iPhone inter berikut ini:
1. IMEI Terblokir
Jika IMEI ponsel tersebut tidak terdaftar di Bea Cukai atau Kemenperin, siap-siap saja sinyal operator seluler Anda bakal diblokir.
HP Anda tidak akan bisa dipakai telepon atau internetan pakai kartu SIM lokal secara permanen.
2. Garansi Ghaib
Beli iPhone Inter berarti Anda tidak punya perlindungan garansi resmi Apple Indonesia (TAM).