- iPhone inter dipasarkan lebih murah karena masuk tanpa jalur distributor resmi.
- Salah satu risiko iPhone inter adalah pemblokiran IMEI secara permanen.
- Garansi resmi tidak berlaku untuk unit ini jika terjadi kerusakan gawai.
Kalau HP rusak, iBox tidak akan mau menyentuhnya. Anda harus mengandalkan garansi toko yang biasanya cuma hitungan hari, atau keluar uang banyak untuk servis di tukang biasa.
3. Jeroan yang Sudah Dioplos
Karena statusnya barang bekas luar negeri, Anda tidak pernah tahu apakah layar (LCD) atau baterainya masih asli.
Banyak unit inter yang komponennya sudah diganti dengan suku cadang tidak resmi demi mengejar harga murah.
4. Masalah iCloud dan SIM Lock
Beberapa unit dari Jepang atau Amerika terkadang masih terkunci operator asal (SIM Lock) atau malah nyangkut di akun iCloud pemilik lama. Jika ini terjadi, ponsel sama sekali tidak bisa digunakan.
Perbedaan Fisik yang Mencolok
Selain soal sinyal, ada perbedaan fisik yang bisa Anda cek:
- Charger: iPhone iBox pasti pakai kepala charger "Kaki Dua" sesuai standar Indonesia. iPhone Inter seringkali pakai "Kaki Tiga" (standar Singapura/Hong Kong).
- Buku Panduan: Unit iBox menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan unit inter menggunakan bahasa asing.