- Candi Borobudur kini didokumentasikan secara digital menggunakan teknologi drone 360.
- Pemetaan spasial ini mengombinasikan teknologi drone 360 dan sistem kecerdasan buatan.
- Rekaman lewat teknologi drone 360 menjadi arsip jangka panjang UNESCO.
Suara.com - Candi Borobudur telah diabadikan secara digital melalui pemanfaatan teknologi drone 360 tingkat lanjut untuk mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia.
Langkah inovatif ini merupakan bagian dari Project ETERNAL, sebuah kolaborasi global antara perusahaan teknologi Antigravity dan Insta360.
Proyek pelestarian digital ini memanfaatkan perangkat Antigravity A1 yang merupakan teknologi drone 360 derajat dengan kemampuan perekaman spasial beresolusi 8K pertama di dunia.
Selain itu, tim ahli juga mengimplementasikan metode rekonstruksi tiga dimensi (3D) generasi baru yang dikenal sebagai 3D Gaussian Splatting.
Rekonstruksi Digital Spasial Interaktif
![Drone Antigravity A1 yang mengabadikan Borobudur. [Antigravity]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/79160-drone-antigravity-a1-yang-mengabadikan-borobudur.jpg)
Melalui kombinasi kedua teknologi mutakhir tersebut, situs bersejarah yang terletak di Magelang ini dapat direkonstruksi menjadi ruang digital yang sangat interaktif.
Masyarakat kelak dapat menjelajahi setiap sudut candi secara virtual dengan tingkat detail yang menyerupai kondisi aslinya.
Sebelum menyasar Indonesia, Project ETERNAL telah mendokumentasikan dua situs bersejarah terkemuka di Italia, yaitu Pompeii dan Civita di Bagnoregio.
Kehadiran candi Buddha terbesar di dunia ini dalam proyek tersebut menjadi representasi penting bagi peradaban Asia sekaligus kebanggaan budaya Nusantara.
Pemilihan candi ini dinilai memiliki makna yang sangat mendalam bagi sejarah Indonesia karena bukan hanya sekadar destinasi wisata populer.
Situs ini dipandang sebagai simbol peradaban besar masa lalu yang keaslian strukturnya harus terus dijaga dari berbagai risiko kerusakan fisik.
Menjawab Tantangan Konservasi UNESCO
![Drone Antigravity A1 yang mengabadikan Borobudur. [Antigravity]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/68840-drone-antigravity-a1-yang-mengabadikan-borobudur.jpg)
Haris, selaku perwakilan pihak pengelola kawasan Borobudur, menyampaikan pandangannya mengenai urgensi dari pelaksanaan program digitalisasi spasial ini.
Beliau menegaskan bahwa pelestarian digital menjadi solusi alternatif terbaik untuk mewariskan sejarah ke generasi masa depan.
"Borobudur bukan sekadar bangunan bersejarah. Situs ini merupakan bagian dari identitas budaya Indonesia dan bukti peradaban Nusantara yang luar biasa," ungkap Haris.
"Melalui Project ETERNAL ini, kami berharap warisan seperti ini dapat terus dilestarikan dalam bentuk digital dan diwariskan kepada generasi mendatang," tambahnya.
Sebagai salah satu situs Warisan Dunia UNESCO, candi ini terus menghadapi tantangan kelestarian yang cukup masif dari waktu ke waktu.
Beberapa ancaman nyata yang dihadapi meliputi proses pelapukan batuan alami hingga ancaman aktivitas vulkanik dari gunung berapi di sekitarnya.
Pemerintah dan pengelola juga terus memperketat regulasi kunjungan wisatawan demi menjaga keutuhan jangka panjang dari struktur bangunan kuno tersebut.
Oleh karena itu, kehadiran teknologi perekaman ruang ini diharapkan mampu menghadirkan arsip digital yang dapat diakses secara luas tanpa merusak candi.
Inovasi Pemindaian Ruang Generasi Baru
![Drone Antigravity A1 yang mengabadikan Borobudur. [Antigravity]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/67665-drone-antigravity-a1-yang-mengabadikan-borobudur.jpg)
Teknologi 3D Gaussian Splatting sendiri mulai banyak diadopsi dalam pengembangan ekosistem spatial computing global saat ini.
Metode ini mampu menghasilkan model digital spasial dengan tingkat akurasi tinggi serta proses rendering real-time yang jauh lebih ringan.
Penggunaan drone khusus berdesain ringan seperti Antigravity A1 terbukti membuat proses pengumpulan data spasial menjadi jauh lebih efisien.
Kemampuan pemindaian panorama secara menyeluruh mempermudah rekonstruksi digital objek arsitektur berskala besar dalam waktu yang relatif singkat.
Sissi Chen, selaku Japac Antigravity Marketing Manager, turut memberikan penjelasan mengenai potensi besar dari pemanfaatan teknologi visual imersif ini.
Menurutnya, inovasi ini dapat mengubah cara manusia berinteraksi dengan sejarah masa lalu secara lebih mendalam.
"Dengan perkembangan drone 360° dan teknologi Gaussian Splatting, kami percaya terobosan ini dapat membantu mendokumentasikan sekaligus merasakan kembali ruang-ruang bersejarah secara lebih nyata," kata Sissi Chen.