- Drife resmi meraih status UiPath Platinum Partner dan Agentic Automation Fast Track Partner untuk mempercepat transformasi digital nasional.
- Pencapaian ini memungkinkan Drife membantu perusahaan di Indonesia mengintegrasikan AI, manusia, dan sistem bisnis ke dalam alur kerja.
- Kemitraan strategis ini bertujuan menciptakan proses bisnis yang lebih efisien, terukur, serta kompetitif di era ekonomi berbasis AI.
Regional Vice President and Managing Director Southeast Asia UiPath, Amit Khandelwal, menilai agentic automation akan menjadi salah satu teknologi paling berpengaruh dalam transformasi bisnis global beberapa tahun ke depan.
![Agentic automation. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/24/75853-agentic-automation.jpg)
"Agentic automation merupakan peluang signifikan bagi organisasi yang ingin mentransformasi cara kerja mereka. Terlebih, AI agents diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga 450 miliar dolar AS pada 2028," kata Amit.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Drife akan memperkuat percepatan adopsi teknologi otomatisasi cerdas di Indonesia.
"Melalui kemitraan strategis dengan Drife, kami berada di posisi yang lebih kuat untuk membantu perusahaan di Indonesia mempercepat adopsi orkestrasi bisnis dan otomatisasi, sekaligus membuka potensi efisiensi, agility, serta nilai bisnis yang baru," ujarnya.
Ke depan, Drife dan IDstar Group akan fokus membantu perusahaan mengidentifikasi proses bisnis yang berpotensi diotomatisasi, mempercepat pengembangan proof of concept (PoC), serta memperluas implementasi automation di berbagai fungsi bisnis seperti keuangan, akuntansi, sumber daya manusia, layanan pelanggan, pengolahan dokumen, kepatuhan, hingga pelaporan perusahaan.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital nasional sekaligus mendorong lahirnya organisasi yang lebih adaptif, produktif, dan kompetitif di tengah era ekonomi berbasis AI yang berkembang pesat.