- Pemerintah mempercepat implementasi PP Tunas untuk memperkuat perlindungan anak dan memastikan konten aman di ruang digital nasional.
- Netflix menyelenggarakan acara World of Wonder di Jakarta pada Juli 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap standar PP Tunas.
- Wamen Komdigi Nezar Patria berharap langkah inovatif Netflix menjadi contoh bagi penyedia platform digital lain di Indonesia.
Suara.com - Pemerintah terus mempercepat implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di ruang digital.
Regulasi tersebut tidak hanya mengatur tata kelola platform digital, tetapi juga mendorong penyedia layanan elektronik menghadirkan konten yang aman, sehat, edukatif, dan sesuai dengan usia pengguna.
Salah satu implementasi yang mendapat apresiasi pemerintah datang dari Netflix melalui penyelenggaraan Netflix Family Festival 2026: World of Wonder.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menilai inisiatif Netflix menjadi contoh bagaimana platform digital dapat mengimplementasikan PP Tunas secara kreatif sekaligus mendukung berkembangnya industri kreatif nasional.
"Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Netflix untuk acara World of Wonder hari ini. Netflix membuat sebuah event yang menurut saya sangat baik sekali dan sejalan dengan PP Tunas," ujar Nezar Patria di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan komitmen Netflix dalam memastikan anak-anak yang mengakses layanannya mendapatkan pengalaman menonton yang sesuai dengan standar perlindungan anak yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk penerapan pembatasan usia.
![Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Jakarta, Sabtu (11/7/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/11/35405-netflix-family-festival-2026-world-of-wonder.jpg)
"Terutama bagaimana anak-anak yang mengakses Netflix itu bisa mengikuti standar yang sudah diberikan oleh PP Tunas, terutama mengenai pembatasan usia," katanya.
Netflix Dinilai Kreatif Terapkan PP Tunas
Nezar menilai implementasi regulasi tidak harus membatasi kreativitas industri digital. Sebaliknya, Netflix dinilai mampu mengintegrasikan kepatuhan terhadap aturan dengan inovasi dalam menghadirkan pengalaman yang menarik bagi keluarga sekaligus membuka ruang bagi para sineas Indonesia.
"Saya kira Netflix mendekati regulasi ini dengan cukup kreatif dan juga cukup inovatif, serta memberikan ruang bagi para kreator film untuk bisa sejalan dengan PP Tunas sekaligus mengembangkan kreativitas mereka dalam memproduksi konten-konten yang aman, sehat, edukatif, dan juga inspiratif bagi anak-anak," jelasnya.
Dalam rangkaian Netflix Family Festival 2026: World of Wonder, perusahaan juga menggelar pemutaran perdana (screening) film Indonesia Aku Sebelum Aku karya sutradara nasional Gina S. Noer, sebagai bagian dari dukungan terhadap berkembangnya konten keluarga berkualitas di Indonesia.
"Pada acara ini kita juga ada screening film Aku Sebelum Aku, karya filmmaker nasional Gina S. Noer. Saya kira kita memberikan apresiasi yang tinggi untuk itu," ujar Nezar.
Komdigi Harap Jadi Contoh bagi Platform Digital Lain
Wamen Komdigi berharap pendekatan yang dilakukan Netflix dapat menjadi referensi bagi platform digital lain dalam menyosialisasikan implementasi PP Tunas kepada masyarakat.
"Kegiatan-kegiatan seperti ini mungkin bisa menjadi contoh bagi sejumlah penyelenggara sistem elektronik lainnya mengenai bagaimana menyosialisasikan PP Tunas kepada audiens," katanya.