- PT Sharp Electronics Indonesia menandatangani MoU program Sharp Class dengan SMKN 35 Jakarta pada Rabu, 29 Juli.
- Sebanyak 25 siswa terpilih mengikuti pembelajaran intensif selama tiga bulan di bidang Audio Video langsung dari praktisi industri.
- Program ini bertujuan mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan membekali keterampilan teknis dan budaya kerja sesuai kebutuhan industri.
Suara.com - Transformasi industri yang semakin dipacu oleh otomatisasi, digitalisasi, dan perkembangan teknologi membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan teknis terus meningkat.
Di sisi lain, dunia pendidikan vokasi masih menghadapi tantangan untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, sehingga kolaborasi antara sekolah dan pelaku usaha menjadi semakin penting.
Menjawab tantangan tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia memperluas program Sharp Class melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan SMKN 35 Jakarta.
Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat pendidikan vokasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri elektronik.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di SMKN 35 Jakarta Barat pada Rabu (29/7), dihadiri Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia Lise Tiasanty, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia Pandu Setio, Kepala SMKN 35 Jakarta Sopandi, serta perwakilan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat.
Melalui Sharp Class, sebanyak 25 siswa terpilih akan mengikuti pembelajaran intensif selama tiga bulan yang dibimbing langsung oleh tenaga profesional dari divisi Customer Satisfaction PT Sharp Electronics Indonesia.
Materi pembelajaran disusun berdasarkan kebutuhan industri dengan fokus pada bidang Audio Video, menggabungkan teori, praktik, hingga pengenalan budaya kerja industri.
Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dan kebutuhan dunia kerja.
"Sharp percaya bahwa pendidikan vokasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. Melalui Sharp Class, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri sehingga para siswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja," ujar Lise dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan SMKN 35 Jakarta diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap berkontribusi bagi industri nasional melalui penguasaan kompetensi teknis maupun keterampilan kerja.
Kurikulum Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Selain materi teknis, peserta Sharp Class juga memperoleh pembekalan mengenai disiplin kerja, etika profesional, serta budaya industri yang menjadi bagian penting dalam proses adaptasi ketika memasuki dunia kerja.
Kepala SMKN 35 Jakarta, Sopandi, menilai keterlibatan praktisi industri memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.
"Kerja sama dengan Sharp Indonesia merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi sekolah kami. Program ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena siswa memperoleh materi langsung dari praktisi industri. Kami optimistis program ini akan meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus memperluas peluang mereka untuk terserap di dunia kerja," kata Sopandi.
Dukungan terhadap kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri juga disampaikan Kepala Seksi SMK, Kursus dan Pelatihan Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Muchlis.
"Kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan seperti Sharp Class merupakan implementasi nyata konsep link and match yang terus kami dorong. Kami mengapresiasi komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi," ujarnya.
![Sharp Class di SMKN 35 Jakarta. [Sharp]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/30/63805-sharp-class-di-smkn-35-jakarta.jpg)
Lebih dari Satu Dekade Membangun Talenta Industri
Sharp Class pertama kali diluncurkan pada 2012 sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi.
Hingga kini, program tersebut telah diterapkan di 28 SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh, Padang, Malang, Denpasar, Banjarmasin, hingga sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Sejak dijalankan, sebanyak 923 siswa telah mengikuti program tersebut. Sekitar 10 persen di antaranya bergabung sebagai karyawan PT Sharp Electronics Indonesia, sementara lulusan lainnya bekerja di berbagai perusahaan nasional maupun internasional serta membangun usaha mandiri.
Sharp menyebut pengembangan Sharp Class juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 terkait kemitraan.
PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, menegaskan investasi pada pengembangan talenta menjadi bagian penting dalam membangun daya saing industri Indonesia di masa depan.
"Kami meyakini bahwa keberlanjutan dibangun melalui kolaborasi dan investasi pada manusia. Melalui Sharp Class, kami ingin mendukung lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri," tutur Pandu.