- Lenovo menerapkan infrastruktur AI di FIFA World Cup 2026 yang melayani 48 tim dalam 104 pertandingan di tiga negara.
- Platform FIFA AI Pro dan 1.248 avatar 3D memberikan analisis setara serta keputusan offside secara instan dan transparan.
- Fitur Referee View berbasis AI menghasilkan 20 miliar impresi global melalui tayangan sudut pandang wasit yang stabil.
Suara.com - Gelaran FIFA World Cup 2026 resmi berakhir dengan catatan sejarah baru, bukan hanya soal skor di lapangan, melainkan disrupsi teknologi yang dibawa oleh Lenovo.
"FIFA AI Pro adalah contoh nyata bagaimana AI mampu mendemokratisasi keahlian, bukan sekadar mengotomatisasi pekerjaan," Chief Information Officer Lenovo, Art Hu dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Sebagai Official Technology Partner FIFA, Lenovo sukses mengimplementasikan infrastruktur AI (Kecerdasan Artifisial) dalam skala masif yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia olahraga.
Melayani 48 tim di 104 pertandingan yang tersebar di tiga negara, Lenovo mengerahkan lebih dari 25.000 perangkat dengan tingkat ketersediaan (uptime) sistem mencapai 99,99 persen.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa teknologi bukan lagi sekadar pendukung, melainkan jantung dari kompetisi global modern.
FIFA AI Pro: Demokratisasi Data untuk 48 Negara
Salah satu terobosan paling radikal adalah FIFA AI Pro. Platform analitik berbasis AI ini memberikan akses data tingkat tinggi kepada seluruh tim peserta tanpa pandang bulu, menghapus kesenjangan teknologi antara negara adidaya sepak bola dengan negara berkembang.
Pelatih kini bisa mengakses lebih dari 2.000 metrik performa dan rekonstruksi 3D imersif hanya menggunakan perintah suara (natural language).
"Setiap tim memiliki akses terhadap analisis pertandingan tingkat lanjut melalui platform yang dirancang berdasarkan logika sepak bola," tegas Art Hu.
Referee View: Menonton dari 'Mata' Wasit
Lenovo juga mendisrupsi cara miliaran orang menyaksikan pertandingan melalui Referee View. Menggunakan kamera tubuh yang distabilkan secara real-time oleh AI, penonton bisa merasakan tensi pertandingan dari sudut pandang orang pertama (first-person view).
Teknologi ini mampu mereduksi guncangan kamera hingga 60 persen, menghasilkan tayangan langsung yang stabil meski wasit berlari kencang.
Tercatat, fitur ini menghasilkan lebih dari 20 miliar impresi di seluruh dunia, memberikan transparansi dan kedekatan emosional yang belum pernah ada sebelumnya.
Kembaran Digital: 1.248 Avatar 3D untuk Keputusan Presisi
Untuk mendukung Semi-Automated Offside Technology (SAOT), Lenovo menciptakan 3D digital avatar yang presisi untuk seluruh pemain yang berkompetisi.
Setiap avatar dirancang secara individual melalui pemindaian tubuh yang akurat, membantu ofisial mengambil keputusan offside secara instan dan transparan bagi penonton di layar kaca.
![Lenovo FIFA di Tech World CES. [Lenovo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/04/99905-lenovo-fifa-di-tech-world-ces.jpg)
Chairman dan CEO Lenovo, Yuanqing Yang, menyatakan bahwa momentum ini adalah bukti kehebatan strategi Smarter Technology for All.
"FIFA World Cup 2026™ telah menunjukkan kepada dunia apa yang dapat diwujudkan oleh teknologi yang lebih cerdas ketika diterapkan dalam skala besar. Inilah wujud nyata dari komitmen kami dalam menghadirkan AI, infrastruktur, dan layanan yang meningkatkan kualitas turnamen bagi semua orang," ujar Yuanqing Yang.
Operasional Tanpa Celah: Intelligent Command Center
Di balik layar, Lenovo membangun Intelligent Command Center yang mengintegrasikan data dari 40 fungsi operasional, mulai dari keamanan, logistik, hingga tiket, ke dalam satu dasbor real-time.
Di International Broadcast Center Dallas, infrastruktur Lenovo memproses data video mentah menjadi siaran global dengan latensi rata-rata hanya enam detik.
Kesuksesan Lenovo di FIFA World Cup 2026 menetapkan standar baru bagi teknologi olahraga masa depan. Melalui inovasi FIFA AI Pro, Referee View berbasis AI, dan 3D Player Avatars, Lenovo membuktikan bahwa Hybrid AI adalah kunci utama untuk menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di dunia dengan efisiensi dan transparansi mutlak.