- PT Infra Fiber Teknologi meluncurkan platform RAIA Grid dengan jaringan fiber 86.000 kilometer di Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Infrastruktur digital tersebut berfungsi sebagai penghubung pusat data, layanan cloud, dan perusahaan untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan di Indonesia.
- Arsari Group menyatakan proyek ini bertujuan mendukung komputasi berkinerja tinggi serta membuka jalan bagi manufaktur supercomputer di dalam negeri.
Suara.com - Indonesia mulai menyiapkan infrastruktur digital untuk memasuki era kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan kapasitas komputasi dan pertukaran data jauh lebih besar.
Salah satu langkahnya ditandai dengan peluncuranRAIA Grid, platform infrastruktur digital berbasis AI dengan dukungan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer.
RAIA Grid diluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran RAIA Grid tidak sekadar menambah jaringan telekomunikasi. Infrastruktur ini dirancang sebagai semacam “jalan tol digital” yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi digital.
Mulai dari jaringan 5G, fiber-to-the-home (FTTH), pusat data, layanan cloud, hingga perusahaan yang membutuhkan kapasitas komputasi besar.
Perubahan ini penting karena kebutuhan internet Indonesia mulai bergeser. Infrastruktur digital tidak lagi hanya dituntut untuk menghubungkan manusia, tetapi juga harus mampu mengalirkan data, mesin, aplikasi, pusat data, dan sistem AI dalam skala besar.
![President Director RAIA Grid, Hendri Mulya Syam dalam peluncuran RAIA Grid oleh PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), di Jakarta, Rabu (26/8/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/12350-president-director-raia-grid-hendri-mulya-syam.jpg)
86.000 Km Fiber untuk Ekosistem AI
RAIA Grid mengandalkan jaringan fiber sepanjang 86.000 km sebagai fondasi konektivitasnya. Dengan model open access, infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan oleh operator telekomunikasi, perusahaan pusat data penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga korporasi.
Artinya, RAIA Grid ingin mengambil posisi sebagai lapisan penghubung di antara berbagai infrastruktur digital yang sudah berkembang di Indonesia.
President Director RAIA Grid, Hendri Mulya Syam, menyebut perusahaan membangun infrastruktur yang memungkinkan komputasi, data, dan kecerdasan bergerak dalam skala besar.
Bukan hanya soal memperbanyak jaringan, RAIA Grid juga memasukkan Machine Learning, AI, dan Agentic AI ke dalam pengelolaan infrastrukturnya.
Teknologi tersebut digunakan untuk membantu memprediksi kebutuhan jaringan, menentukan rute fiber, mengoptimalkan investasi, mempercepat pembangunan jaringan hingga melakukan pemeliharaan secara prediktif.
Dengan pendekatan tersebut, infrastruktur jaringan diharapkan tidak hanya bekerja secara reaktif ketika terjadi gangguan, tetapi bisa lebih cepat membaca kebutuhan dan potensi masalah.
Bukan Sekadar Memindahkan Data
Ambisi RAIA Grid juga menunjukkan bahwa persaingan infrastruktur digital mulai memasuki tahap baru.
Jika sebelumnya fokus utama pembangunan jaringan adalah memastikan masyarakat mendapatkan akses internet, kebutuhan berikutnya adalah memastikan data dapat berpindah dengan cepat dari tempat data dibuat menuju tempat data disimpan dan diproses.
![Peluncuran RAIA Grid oleh PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), di Jakarta, Rabu (26/8/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/91806-peluncuran-raia-grid.jpg)
Hal ini menjadi semakin penting seiring pertumbuhan pusat data, komputasi awan, dan layanan AI.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan peluang yang dibangun RAIA Grid lebih besar dari sekadar konektivitas.
Menurut dia, jaringan tersebut diarahkan untuk menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, dan infrastruktur AI sehingga membentuk fondasi ekosistem AI yang lebih luas di Indonesia.
Dengan kata lain, 86.000 km fiber bukan sekadar angka panjang jaringan, tetapi diposisikan sebagai infrastruktur yang menopang pergerakan data dan kebutuhan komputasi generasi berikutnya.
Dorong Kemandirian Teknologi Indonesia
Ambisi RAIA Grid bahkan diarahkan lebih jauh ke pengembangan kemampuan teknologi di dalam negeri.
Deputy CEO dan COO Arsari Group, Aryo Djojohadikusumo, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan komputasi berkinerja tinggi sekaligus membuka jalan menuju kemampuan yang lebih maju, termasuk manufaktur supercomputer di Indonesia.
Jika terealisasi, langkah tersebut dapat membawa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga memiliki kemampuan yang lebih besar untuk membangun infrastrukturnya sendiri.
Founder and Chairman Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, menilai pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan talenta agar Indonesia memiliki kemampuan membangun masa depan AI dari dalam negeri.
Di titik ini, RAIA Grid tidak hanya berbicara tentang jaringan fiber. Infrastruktur tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem AI Indonesia, yang mencakup konektivitas, komputasi, data, talenta, hingga kemampuan pengembangan teknologi.
![Peluncuran RAIA Grid oleh PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), di Jakarta, Rabu (26/8/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/34495-peluncuran-raia-grid.jpg)
Ke depan, kebutuhan terhadap infrastruktur semacam ini diperkirakan semakin besar seiring meningkatnya penggunaan AI, pusat data, layanan cloud, dan aplikasi digital.
RAIA Grid pun mencoba mengambil posisi di tengah perubahan tersebut, yakni menjadikan 86.000 km jaringan fiber sebagai fondasi agar Indonesia tidak hanya semakin terkoneksi, tetapi juga siap memproses dan mengembangkan teknologi AI dalam skala yang lebih besar.