- Lenovo menyediakan solusi smart manufacturing untuk mempercepat transformasi Industry 4.0 di pabrik-pabrik Indonesia pada September 2026.
- Sebanyak 96 persen perusahaan berencana meningkatkan investasi AI dalam 12 bulan ke depan dengan potensi ROI 2,85 dolar AS.
- Sales Director Lenovo Indonesia, Joni Irwanto, menyatakan teknologi ini bertujuan meningkatkan kelincahan operasional agar perusahaan tetap kompetitif.
Infrastruktur IT Ikut Berubah
![Lenovo masuk industri manufaktur dengan AI. [Lenovo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/84574-lenovo-masuk-industri-manufaktur.jpg)
Transformasi tidak berhenti di lantai produksi. Infrastruktur IT juga dituntut lebih fleksibel mengikuti kebutuhan bisnis.
Melalui Lenovo TruScale, perusahaan dapat menggunakan model berlangganan yang menggeser pola belanja dari CapEx ke OpEx. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola kebutuhan infrastruktur teknologi.
Lenovo juga menyediakan Asset Recovery Services (ARS) untuk membantu pengelolaan perangkat IT setelah masa pakainya berakhir, termasuk proses daur ulang secara aman sebagai bagian dari upaya mendukung target ESG.
Dengan pendekatan tersebut, smart manufacturing bergerak dari sekadar otomasi mesin menuju ekosistem yang menghubungkan AI, data, perangkat, infrastruktur, manusia, dan rantai pasok dalam satu proses operasional.
Bagi manufaktur Indonesia, perubahan ini menjadi semakin relevan ketika tekanan untuk meningkatkan produktivitas berjalan bersamaan dengan kebutuhan membangun operasi yang lebih tangguh, adaptif, dan efisien.
Hal yang berubah bukan hanya cara pabrik bekerja, tetapi juga seberapa cepat perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan data dan mengubah AI menjadi hasil nyata di sepanjang rantai produksi.