- Simetri lipat adalah garis pada bangun datar yang membagi dua bagian sama besar dan saling menutupi saat dilipat.
- Bangun datar seperti jajar genjang, trapesium siku-siku, trapesium sembarang, dan segitiga sembarang tidak memiliki simetri lipat.
- Ketidadaan simetri lipat pada suatu bangun datar tidak memengaruhi kepemilikan simetri putar pada bangun tersebut.
Suara.com - Dalam pelajaran Matematika, bangun datar memiliki berbagai sifat yang menarik untuk dipelajari.
Salah satunya adalah simetri lipat yang dapat membantu kita mengetahui apakah sebuah bangun bisa dibagi menjadi dua bagian yang saling menutupi dengan tepat.
Simetri lipat berkaitan dengan keberadaan sumbu simetri pada suatu bangun datar.
Sumbu tersebut merupakan garis yang dapat membagi bangun menjadi dua bagian yang sama dan ketika dilipat pada garis tersebut, kedua bagiannya akan saling berimpit.
Namun, tidak semua bangun datar mempunyai simetri lipat. Ada bangun tertentu yang tidak memiliki satu pun garis yang dapat digunakan untuk melipat bangun sehingga kedua bagiannya bertemu secara tepat.
Kira-kira, apa saja contoh bangun datar yang tidak memiliki simetri lipat? Berikut penjelasan dan contoh bangun datar yang perlu diketahui.
Contoh Bangun Datar yang Tidak Memiliki Simetri Lipat

Bangun datar dikatakan tidak memiliki simetri lipat jika tidak ada satu pun garis yang dapat membaginya menjadi dua bagian yang sama dan saling menutupi ketika dilipat.
Jumlah sumbu simetri inilah yang menentukan banyaknya simetri lipat pada sebuah bangun datar. Berikut beberapa contoh bangun datar yang tidak memiliki simetri lipat.
1. Jajar Genjang
Jajar genjang merupakan salah satu contoh bangun datar yang tidak memiliki simetri lipat. Meskipun mempunyai dua pasang sisi yang sejajar dan sisi berhadapan sama panjang, tidak ada garis yang dapat membagi jajar genjang menjadi dua bagian yang tepat sama saat dilipat.
Sebagai contoh, jika jajar genjang dilipat secara vertikal maupun horizontal, kedua bagian tidak akan saling menutupi dengan tepat. Oleh karena itu, jajar genjang memiliki 0 simetri lipat.
Hal yang sering membuat jajar genjang membingungkan adalah bangun ini sebenarnya mempunyai simetri putar. Jajar genjang dapat menempati posisi semula setelah diputar 180 derajat, tetapi hal tersebut berbeda dengan simetri lipat.
2. Trapesium Siku-Siku
Trapesium siku-siku juga termasuk bangun datar yang tidak memiliki simetri lipat. Bentuknya mempunyai dua sudut siku-siku, tetapi tidak memiliki susunan sisi yang memungkinkan bangun tersebut dilipat menjadi dua bagian yang saling berimpit.
Karena tidak terdapat garis yang dapat menjadi sumbu simetri, trapesium siku-siku mempunyai 0 simetri lipat. Hal ini berbeda dengan trapesium sama kaki yang memiliki satu simetri lipat sehingga jenis trapesium perlu diperhatikan ketika menjawab soal.
3. Trapesium Sembarang
Selain trapesium siku-siku, trapesium sembarang juga tidak mempunyai simetri lipat. Bentuknya tidak memiliki susunan sisi atau sudut yang sama sehingga tidak ada garis yang dapat membagi bangun menjadi dua bagian yang benar-benar berimpit.
Jadi, ketika menemukan soal yang menanyakan bangun datar tanpa simetri lipat, trapesium sembarang dapat menjadi salah satu jawabannya. Namun, jangan menyebut semua trapesium tidak memiliki simetri lipat karena trapesium sama kaki mempunyai satu simetri lipat.
4. Segitiga Siku-Siku
Segitiga siku-siku pada umumnya juga tidak memiliki simetri lipat. Berbeda dengan segitiga sama kaki yang mempunyai satu sumbu simetri dan segitiga sama sisi yang mempunyai tiga, segitiga siku-siku tidak dapat dilipat pada sebuah garis untuk membuat kedua bagiannya saling berimpit.
Namun, perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud adalah segitiga siku-siku sembarang. Jika segitiga siku-siku tersebut juga memiliki dua sisi siku-siku yang sama panjang, bentuknya menjadi segitiga siku-siku sama kaki dan mempunyai satu simetri lipat.
5. Segitiga Sembarang
Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya memiliki panjang berbeda. Karena tidak mempunyai pasangan sisi yang sama atau susunan bentuk yang simetris, segitiga sembarang tidak memiliki sumbu simetri sehingga jumlah simetri lipatnya adalah 0.
Cara mudah untuk mengenalinya adalah dengan membayangkan sebuah garis yang ditarik dari salah satu titik sudut ke sisi di depannya. Jika dilipat pada garis tersebut, kedua bagian segitiga tidak akan bertemu secara tepat karena ukuran dan bentuk sisinya berbeda.
Selain contoh di atas, ada pula bangun datar dengan bentuk tidak beraturan yang tidak memiliki simetri lipat. Prinsipnya sama, yaitu tidak ditemukan satu pun garis yang dapat membagi bangun menjadi dua bagian yang sama dan saling berimpit ketika dilipat.
Sebagai perbandingan, beberapa bangun datar justru mempunyai simetri lipat, seperti persegi dengan empat simetri lipat, persegi panjang dengan dua, segitiga sama kaki dengan satu, dan segitiga sama sisi dengan tiga.
Lingkaran bahkan mempunyai jumlah simetri lipat yang tidak terhingga karena setiap garis yang melewati pusat dan menghubungkan dua titik pada lingkaran dapat menjadi sumbu simetri.
Dengan demikian, cara paling mudah menentukan bangun datar yang tidak memiliki simetri lipat adalah dengan membayangkan garis lipat pada bangun tersebut.
Jika tidak ada satu pun garis yang membuat kedua bagian bangun saling menutupi dengan tepat, berarti bangun tersebut memiliki 0 simetri lipat.
Perlu diingat pula bahwa tidak memiliki simetri lipat bukan berarti tidak memiliki simetri putar. Jajar genjang, misalnya, tidak mempunyai simetri lipat tetapi dapat mempunyai simetri putar, sehingga kedua jenis simetri tersebut perlu dibedakan ketika mempelajari sifat-sifat bangun datar.