- Lenovo memperluas kecerdasan buatan Qira ke berbagai perangkat seperti PC, smartphone, tablet, dan smartwatch Motorola.
- Qira terintegrasi dengan aplikasi produktivitas seperti Gmail, Slack, dan Notion untuk menyatukan informasi serta membantu tindakan pengguna.
- Lenovo menerapkan arsitektur hybrid dengan pemrosesan local-first serta enkripsi data guna menjaga privasi dan kendali pengguna.
Suara.com - AI selama ini identik dengan chatbot yang menunggu ditanya. Lenovo ingin membawa konsep itu lebih jauh lewat Qira, AI personal yang dirancang mengikuti aktivitas pengguna lintas perangkat dan aplikasi.
Lenovo memperluas jangkauan Lenovo dan Motorola Qira ke lebih banyak perangkat, mulai dari PC, smartphone, tablet hingga smartwatch.
Tak berhenti di perangkat, AI personal ini juga mulai dihubungkan dengan berbagai aplikasi yang digunakan sehari-hari, termasuk Gmail, Google Calendar, Slack, Outlook, Notion, dan Perplexity.
Langkah tersebut menunjukkan arah yang berbeda dari sekadar menambahkan chatbot ke perangkat.
Qira dirancang untuk membantu pengguna menyatukan informasi yang selama ini tersebar di berbagai aplikasi dan perangkat.
Misalnya, informasi rapat bisa berada di kalender, pesan penting di Slack, sementara detail pekerjaan tersimpan di email.
Melalui satu antarmuka, Qira menawarkan rangkuman informasi yang dianggap penting sekaligus membantu pengguna melanjutkan aktivitas tanpa harus terus berpindah aplikasi.
Dari PC hingga Smartwatch
Lenovo pertama kali memperkenalkan Qira di Tech World dan mulai membawa teknologi tersebut ke pasar melalui lebih dari 20 perangkat Lenovo. Kini, dukungannya diperluas ke PC Lenovo yang memenuhi syarat dengan memori 16GB.
Lenovo menyebut Qira telah tersedia pada lebih dari 80 konfigurasi PC di lini konsumen dan komersial, serta sejumlah tablet dan smartphone Motorola. Dukungan bahasa juga telah mencapai enam bahasa dan akan terus diperluas.
Di ekosistem Motorola, Qira akan hadir pada perangkat yang memenuhi syarat setelah mendapatkan pembaruan Android 17.
Peluncurannya dilakukan secara bertahap, bergantung pada perangkat dan pasar. Yang menarik, Qira juga mulai keluar dari layar PC dan smartphone. Motorola Qira akan terintegrasi ke moto watch ultra, menjadikannya perangkat wearable pertama yang mendukung AI personal tersebut.
Pengguna nantinya dapat mengangkat pergelangan tangan atau mengucapkan “Hey Qira” untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan informasi yang memanfaatkan pengetahuan lintas perangkat.
AI Mulai Terhubung ke Aplikasi Kerja
Perluasan Qira juga menyentuh sisi produktivitas. Melalui kolaborasi Lenovo dengan Workato, Qira dapat terhubung dengan sejumlah layanan seperti Gmail, Google Calendar, Google Contacts, Slack, Outlook Mail, dan Outlook Calendar pada perangkat yang kompatibel.
Dengan integrasi ini, pengguna tidak hanya mendapatkan jawaban. Qira dirancang membawa proses dari mencari informasi menuju tindakan.
![Logo Lenovo. [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/14/71751-logo-lenovo.jpg)
Perubahan jadwal di kalender, email penting, atau pembaruan dalam percakapan grup dapat dirangkum melalui fitur Catch Me Up.
Pengguna kemudian dapat mengambil tindakan dari antarmuka yang sama tanpa harus membuka satu per satu aplikasi terkait.
Lenovo juga memperluas integrasi dengan Notion dan Perplexity. Koneksi dengan Notion memungkinkan pengguna mengakses dan mengedit informasi proyek melalui Qira, sedangkan integrasi Perplexity ditujukan untuk membantu riset lebih mendalam, termasuk mencari referensi visual.
Pemrosesan Lokal Jadi Fondasi
Di tengah semakin luasnya akses AI terhadap informasi pribadi, Lenovo menempatkan privasi dan kendali pengguna sebagai bagian penting dari desain Qira.
Qira menggunakan arsitektur hybrid dengan pendekatan local-first. Ketika memungkinkan, pemrosesan dilakukan langsung di perangkat.
Informasi yang dimasukkan ke basis pengetahuan personal pengguna juga dienkripsi dan disimpan secara lokal.
Jika pemrosesan cloud diperlukan, Qira hanya mengirimkan prompt dan konteks yang relevan melalui layanan cloud yang aman dan terenkripsi.
Vice President of AI Ecosystem Lenovo, Dan Dery, mengatakan AI personal seharusnya tidak sekadar menjadi aplikasi yang menunggu perintah.
Menurut dia, AI perlu memahami hal yang penting bagi pengguna, mengikuti aktivitas di berbagai perangkat, serta membantu mengoordinasikan langkah berikutnya melalui agen, aplikasi, dan layanan yang dipilih pengguna.
![Lenovo Qira. [Lenovo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/05/79273-lenovo-qira.jpg)
Dengan ekspansi ini, Lenovo tampaknya ingin menggeser posisi AI dari sekadar fitur di dalam perangkat menjadi lapisan kecerdasan yang menghubungkan ekosistem digital pengguna.
Qira direncanakan terus diperluas ke lebih banyak perangkat dan form factor hingga akhir 2026.
Ketersediaan fitur tetap dapat berbeda berdasarkan perangkat, pasar, konfigurasi, pembaruan software, izin pengguna, serta layanan yang digunakan.