- Xiaomi memperkenalkan ekosistem Human x Car x Home di IFA 2026 Berlin untuk mengoordinasikan berbagai perangkat pintar.
- Perusahaan mengintegrasikan kecerdasan buatan, Xiaomi HyperOS, dan robot humanoid CyberOne guna memahami konteks situasi pengguna secara otomatis.
- Xiaomi menyiapkan investasi riset dan pengembangan global sebesar Rp494,3 triliun untuk periode 2026 hingga 2030.
Adapun zona portofolio menampilkan lebih dari 380 produk yang mencakup perangkat dapur, pembersih rumah, pengatur kualitas udara, hiburan audiovisual, sistem keamanan, perangkat pribadi, hingga mobilitas pintar.
![Debut Xiaomi di IFA 2026. [Xiaomi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/08/24878-debut-xiaomi-di-ifa-2026.jpg)
Fondasinya Bukan Cuma AI
Agar berbagai perangkat bisa bekerja dalam satu ekosistem, Xiaomi tidak hanya mengandalkan model AI.
Perusahaan juga mengembangkan Xiaomi HyperOS, chipset, manufaktur pintar, serta teknologi komputasi yang memungkinkan perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi lebih dalam.
Di sisi AI, Xiaomi terus mengembangkan large model mandirinya melalui inovasi seperti MiMo-V2.5-Pro, Xiaomi Miloco, dan Xiaomi Miclaw.
Perusahaan juga memperkuat kemampuan on-device AI melalui pengembangan arsitektur komputasi dan NPU.
Di IFA, Xiaomi turut memperkenalkan Xiaomi 18 Fold yang ditenagai chip XRING O3 sebagai bagian dari pengembangan komputasi seluler dan pemrosesan AI langsung di perangkat.
Robot Humanoid Ikut Masuk ke Ekosistem
Eksperimen Xiaomi tidak berhenti pada smartphone, mobil, dan perangkat rumah.
- Data dan AI Jadi Senjata Dorong Bisnis
Baca Juga
Robot humanoid CyberOne juga dipamerkan di IFA dan dapat berinteraksi dengan pengunjung melalui gestur secara real-time.
Di luar area pameran, Xiaomi menyebut CyberOne sedang diuji di Pabrik Xiaomi Auto untuk menangani tugas manufaktur. Salah satu penerapannya adalah pengencangan baut.
Dalam pengujian tersebut, tingkat keberhasilan tugas disebut meningkat dari sekitar 90% menjadi 98% dalam waktu empat bulan.
Langkah ini menunjukkan bagaimana Xiaomi menggunakan lingkungan manufakturnya sendiri sebagai tempat untuk menguji kemampuan robot sebelum teknologi tersebut dikembangkan lebih jauh.
Mijia Dibawa Lebih Luas ke Eropa
Pilar rumah pintar juga diperkuat melalui ekspansi Mijia ke seluruh pasar Eropa.
Mijia saat ini mencakup lebih dari 2.000 varian produk dari lebih dari 130 kategori. Produk-produk yang kompatibel dapat dikendalikan melalui aplikasi Xiaomi Home dalam satu platform.
Namun, pendekatan Xiaomi bukan sekadar membuat semakin banyak perangkat dapat terhubung.
Perusahaan ingin smart home bergerak dari perangkat yang saling terkoneksi menuju sistem yang dapat berkoordinasi di berbagai situasi, dengan otorisasi dan kendali tetap berada di tangan pengguna.
Xiaomi Siapkan Investasi R&D Rp494 Triliun
Di balik ekspansi ekosistem tersebut, Xiaomi menyiapkan investasi riset dan pengembangan dalam skala besar.
Untuk periode 2026 hingga 2030, Xiaomi memproyeksikan total investasi R&D global mencapai 24 miliar Euro atau sekitar Rp494,3 triliun.
![Debut Xiaomi di IFA 2026. [Xiaomi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/08/21675-debut-xiaomi-di-ifa-2026.jpg)
Investasi tersebut mencakup AI, sistem operasi, fabrikasi semikonduktor mandiri, kendaraan pintar, robotika, hingga manufaktur pintar.
“IFA tahun ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan global Xiaomi,” ujar Xu Fei, CMO Xiaomi dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Selama bertahun-tahun, dia menambahkan, bisnis perusahaan telah berkembang dari sekadar smartphone ke lini smart home hingga kendaraan listrik pintar, sembari terus berinvestasi besar-besaran pada teknologi fondasi seperti AI, sistem operasi, chipset, dan manufaktur pintar.
"Hari ini, seluruh lini bisnis dan kapabilitas tersebut menyatu dalam ekosistem pintar 'Human × Car × Home', yang kami tampilkan secara masif kepada khalayak global di IFA,” katanya.
Bagi Xiaomi, arah pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan teknologi ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar satu perangkat.