- Andry Adi Utomo dari Sharp menyatakan harga memori chip televisi pintar melonjak dari di bawah Rp2 juta menjadi lebih dari Rp3 juta di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.
- Kenaikan harga tersebut memberikan tekanan biaya produksi yang lebih besar pada televisi berukuran kecil dibandingkan televisi layar besar.
- Sharp mengatasi tantangan tersebut dengan memperkuat produksi lokal televisi layar besar dan meningkatkan layanan purnajual tanpa mengandalkan perang harga.
Situasi ini memperlihatkan bahwa kenaikan harga memori chip tidak hanya menjadi persoalan biaya produksi. Ketersediaan komponen juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan produsen dalam menjaga pasokan TV di pasar.
![Sharp meluncurkan AQUOS XLED. [Sharp Electronics Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/26/94235-aquos-xled.jpg)
Sharp Dorong TV Layar Besar
Di tengah tekanan biaya tersebut, Sharp justru melihat peluang pertumbuhan pada segmen TV layar besar.
Saat ini, kontribusi seluruh kategori TV terhadap bisnis Sharp berada di kisaran 18 persen. Namun, porsi TV berukuran besar baru sekitar 5-8 persen dari kontribusi tersebut.
“TV total itu baru sekitar 18 persen. Jadi antara TV total ini kita banyak bermain di inch kecil. Dari yang 18 persen itu mungkin TV gedenya baru sekitar 5-8 persen. Masih kecil,” kata Andry.
Sharp ingin meningkatkan kontribusi kategori TV sekaligus memperbesar pasar televisi berukuran besar. Perusahaan menargetkan kontribusi TV secara keseluruhan dapat meningkat hingga sekitar 20 persen.
Strategi tersebut menjadi semakin relevan ketika kenaikan harga memori chip membuat persaingan di segmen TV kecil semakin menantang.
Tak Mau Terjebak Perang Harga
Sharp juga tidak ingin mengandalkan perang harga untuk mendorong penjualan TV layar besar.
Menurut Andry, persaingan harga akan sulit berakhir karena konsumen selalu memiliki pilihan produk dengan harga lebih murah.
Karena itu, perusahaan mencoba memberikan nilai tambah melalui layanan purnajual.
“Kalau harga nggak akan pernah berakhir, nggak pernah akan berakhir harga. Terus apa yang diharapkan dari customer? Salah satunya adalah proses pemasangan, instalasi, atau mungkin kecepatan dalam penanganan masalah,” ujarnya.
Sharp kemudian memperkuat Platinum Service untuk pelanggan TV premium. Layanan tersebut antara lain menawarkan respons maksimal satu jam pada proses awal penanganan pelanggan serta target kunjungan dan instalasi maksimal 1x24 jam setelah unit dan lokasi siap.
TV Besar Mulai Diproduksi Lokal
Selain memperkuat layanan, Sharp juga mulai meningkatkan produksi lokal untuk TV berukuran besar.
Saat ini, TV berukuran 75 inci dan 85 inci sudah diproduksi di Indonesia. Sementara model berukuran 98 inci masih mengandalkan impor.
“Ke depan kita, nggak semua impor. 75 inch, 85 inch sudah lokal. 98 inch masih impor. Nanti kita juga lokal semua,” kata Andry.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Sharp memperbesar kontribusi TV layar besar di Indonesia.