Bukan Sekadar AI Cloud, Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur GPU NVIDIA Skala 1 GW

Dythia Novianty

Kamis, 10 September 2026 | 16:17 WIB
Bukan Sekadar AI Cloud, Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur GPU NVIDIA Skala 1 GW
Zankore by Indosat. [Indosat]
baca 10 detik
  • Zankore by Indosat membangun infrastruktur GPU NVIDIA berkapasitas awal 100 MW untuk mendukung ekonomi AI Indonesia dan Asia Tenggara.
  • Perusahaan mengamankan fasilitas pinjaman senilai 3,1 miliar dolar AS guna mendanai pengadaan perangkat GPU dan ekspansi infrastruktur bertahap.
  • Zankore menargetkan peningkatan kapasitas komputasi hingga mencapai 1 gigawatt guna melayani kebutuhan perusahaan, startup, dan pengembang di kawasan regional.

Suara.com - Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membutuhkan model yang semakin pintar. Di balik chatbot, aplikasi AI hingga agentic AI, ada kebutuhan komputasi dalam jumlah besar yang harus ditopang infrastruktur GPU dan pusat data.

Kebutuhan itulah yang ingin dijawab Zankore by Indosat. Perusahaan tengah membangun infrastruktur komputasi AI berbasis teknologi NVIDIA dengan kapasitas awal 100 megawatt (MW), sebelum secara bertahap mengejar kapasitas hingga 1 gigawatt (GW).

Langkah ini menempatkan Zankore bukan sekadar sebagai penyedia AI cloud, tetapi sebagai salah satu pemain yang menyiapkan fondasi komputasi untuk pertumbuhan ekonomi AI Indonesia dan Asia Tenggara.

Zankore menyebut platform tersebut akan menyediakan klaster GPU berkinerja tinggi untuk kebutuhan training dan inference AI.

Infrastruktur ini ditujukan bagi perusahaan berbasis AI, korporasi, startup, developer hingga institusi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Dari Training Model hingga Agentic AI

Besarnya kebutuhan komputasi menjadi persoalan penting ketika AI mulai masuk ke penggunaan yang lebih kompleks.

Pengembangan model tidak berhenti pada tahap training, tetapi berlanjut ke fine-tuning dan inference dalam skala besar.

Zankore membangun platform menggunakan teknologi komputasi AI full-stack NVIDIA. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menangani berbagai beban kerja AI, termasuk pengembangan model hingga aplikasi agentic AI.

baca juga

Dengan model seperti ini, pelanggan tidak harus membangun sendiri seluruh infrastruktur GPU untuk menjalankan kebutuhan AI dalam skala besar. Kapasitas komputasi dapat diakses melalui platform cloud yang disiapkan Zankore.

Direktur dan Chairman Zankore by Indosat, Vikram Sinha, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam ekonomi AI di kawasan.

“AI menciptakan peluang yang sangat penting bagi Indonesia dan Asia Tenggara. Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah kita akan mengadopsi AI, melainkan kemampuan membangun infrastruktur yang mendorong wilayah ini menjadi bagian dari masa depan AI,” ujar Vikram.

Menurutnya, dukungan NVIDIA memungkinkan Zankore membangun fondasi komputasi AI yang dibutuhkan untuk mengubah peluang tersebut menjadi inovasi dan aktivitas ekonomi.

Targetnya Bukan Berhenti di 100 MW

Kapasitas 100 MW yang tengah dibangun merupakan tahap awal. Zankore memiliki ambisi jangka panjang untuk mencapai hingga 1 GW kapasitas komputasi AI NVIDIA.

Target tersebut sebelumnya diumumkan ketika Zankore diluncurkan pada Agustus 2026 bersama Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, NVIDIA dan Nokia.

Logo NVIDIA. (ist)
Logo NVIDIA. (ist)

Dalam tahap awal pengembangan, Zankore menargetkan sekitar 200 MW kapasitas AI pada paruh pertama 2027. 

Infrastruktur tersebut akan menjadi bagian dari platform NVIDIA DSX AI Factory yang ditujukan untuk komputasi AI skala besar.

Artinya, 100 MW yang sedang dibangun saat ini bukanlah titik akhir. Kapasitas tersebut menjadi bagian dari ekspansi bertahap menuju skala komputasi yang lima hingga sepuluh kali lebih besar.

Didukung Pendanaan 3,1 Miliar Dolar AS

Ambisi membangun infrastruktur sebesar itu membutuhkan modal yang tidak kecil.

Zankore pada saat yang sama mengumumkan fasilitas pinjaman berjangka senior senilai 3,1 miliar dolar AS. 

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung pengadaan dan penerapan infrastruktur GPU NVIDIA serta pengembangan GPU cloud generasi berikutnya.

Fasilitas tersebut melibatkan Citi, ING, Natixis, Qatar National Bank (QNB) Group dan United Overseas Bank (UOB) sebagai senior mandated lead arrangers, underwriters and bookrunners.

Zankore menyebut transaksi tersebut menjadi salah satu pendanaan infrastruktur AI terbesar di Asia dan mencerminkan meningkatnya kebutuhan modal untuk membangun kapasitas komputasi AI.

Bagi Zankore, pendanaan tersebut menjadi jembatan antara ambisi membangun platform AI berskala regional dan pembangunan infrastruktur fisik yang benar-benar dapat digunakan pelanggan.

Indonesia Ingin Jadi Tempat AI Dibangun

Menariknya dari proyek ini bukan hanya besarnya kapasitas GPU, tetapi lokasi dan tujuan pengembangannya.

Zankore ingin menjadikan Indonesia sebagai basis komputasi yang dapat melayani kebutuhan AI di dalam negeri sekaligus kawasan Asia Tenggara. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi AI yang dikembangkan negara lain.

Ketersediaan infrastruktur komputasi lokal juga membuka ruang bagi perusahaan, startup dan developer untuk mengembangkan serta menjalankan aplikasi AI lebih dekat dengan data, pengguna dan kebutuhan industri di Indonesia.

Di tingkat kawasan, langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan komputasi akibat ekspansi AI. Persaingan membangun infrastruktur AI sendiri kini mulai menjadi agenda strategis berbagai negara. 

NVIDIA, misalnya, pada September 2026 juga mengumumkan rencana pengembangan kapasitas AI hingga 2 GW di Australia melalui sejumlah mitra pusat data.

Karena itu, pertarungan AI ke depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model paling canggih. 

Kapasitas GPU, pusat data, jaringan, listrik, pendinginan dan kemampuan mengoperasikan seluruh infrastruktur tersebut juga akan menentukan siapa yang mampu menjalankan AI dalam skala besar.

Zankore by Indosat mencoba mengambil posisi di lapisan tersebut. Dari kapasitas awal 100 MW menuju target hingga 1 GW, perusahaan ingin membangun bukan sekadar layanan cloud, tetapi mesin komputasi yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan AI Indonesia dan Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Email Bisnis di Era AI, Mengapa Inbox Perusahaan Kini Bisa Bekerja Lebih Cerdas

Email Bisnis di Era AI, Mengapa Inbox Perusahaan Kini Bisa Bekerja Lebih Cerdas

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 22:45 WIB

Riset Ungkap Hanya 10% Perusahaan di Indonesia yang Berhasil Maksimalkan AI untuk Bisnis

Riset Ungkap Hanya 10% Perusahaan di Indonesia yang Berhasil Maksimalkan AI untuk Bisnis

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:00 WIB

Suka Bikin Gambar AI? CapCut Buka Challenge, Hadiahnya MacBook Neo dan Apple Watch

Suka Bikin Gambar AI? CapCut Buka Challenge, Hadiahnya MacBook Neo dan Apple Watch

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 06:00 WIB

Bukan Sekadar Smart Home, LG Bangun Ekosistem AI yang Bisa Menyesuaikan Gaya Hidup

Bukan Sekadar Smart Home, LG Bangun Ekosistem AI yang Bisa Menyesuaikan Gaya Hidup

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 19:24 WIB

Tak Perlu Jago Prompt, Teman AI Bantu UMKM Ubah Masalah Jadi Aksi

Tak Perlu Jago Prompt, Teman AI Bantu UMKM Ubah Masalah Jadi Aksi

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 14:57 WIB

Laptop Tak Lagi Cuma Buat Kerja, HP Bawa AI Lebih Dalam ke OmniBook

Laptop Tak Lagi Cuma Buat Kerja, HP Bawa AI Lebih Dalam ke OmniBook

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 11:06 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×