- Ondo Finance dan FLOQ menandatangani nota kesepahaman dalam ajang IDBW 2026 di Jakarta untuk mengevaluasi tokenisasi saham AS.
- Kedua perusahaan masih mengkaji kesiapan produk, edukasi pasar, integrasi teknologi, serta kepatuhan terhadap regulasi hukum di Indonesia.
- Rencana kerja sama ini belum memperdagangkan produk, sehingga saham perusahaan teknologi tersebut belum tersedia bagi masyarakat lokal.
“Indonesia telah memiliki ekosistem aset digital yang besar. Kami percaya bahwa tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” ujar Yudhono.
![MoU Ondo Finance dan FLOQ. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/11/36032-ondo-finance-dan-floq.jpg)
Menurutnya, Ondo memiliki infrastruktur untuk membawa sekuritas tradisional ke jaringan blockchain, sedangkan FLOQ memiliki distribusi lokal, komunitas, dan pemahaman terhadap pasar Indonesia.
Edukasi dan Regulasi Jadi Ujian
Teknologi bukan satu-satunya tantangan. FLOQ dan Ondo juga akan menjajaki program edukasi untuk menjelaskan bagaimana tokenisasi saham dan ETF bekerja.
Materinya mencakup hubungan antara token dengan aset yang mendasarinya, perbedaan kepemilikan langsung dengan eksposur ekonomi, serta mekanisme penerbitan dan penebusan.
Hal ini penting karena tokenisasi saham bukan hal yang sama dengan memiliki saham secara langsung, sementara karakteristiknya juga berbeda dari aset kripto.
Kedua perusahaan menegaskan setiap implementasi komersial nantinya akan mengikuti ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Untuk saat ini, saham Nvidia, Apple, Tesla dan ETF seperti SPY maupun QQQ masih berada dalam tahap pembahasan, bukan aset yang sudah tersedia di FLOQ.
Jika terealisasi, kerja sama ini akan mempertemukan infrastruktur blockchain Ondo Finance dengan distribusi lokal FLOQ, sekaligus menjadi langkah awal membawa tokenisasi sekuritas ke pasar aset digital Indonesia.