- Ondo Finance dan FLOQ menandatangani nota kesepahaman dalam ajang IDBW 2026 di Jakarta untuk mengevaluasi tokenisasi saham AS.
- Kedua perusahaan masih mengkaji kesiapan produk, edukasi pasar, integrasi teknologi, serta kepatuhan terhadap regulasi hukum di Indonesia.
- Rencana kerja sama ini belum memperdagangkan produk, sehingga saham perusahaan teknologi tersebut belum tersedia bagi masyarakat lokal.
Suara.com - Saham perusahaan teknologi seperti Nvidia, Apple hingga Tesla mulai dijajaki untuk hadir dalam bentuk token di Indonesia.
Ondo Finance dan FLOQ menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengevaluasi akses terhadap saham dan ETF Amerika Serikat (AS) melalui teknologi blockchain.
Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rangkaian Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 di Jakarta. Namun, produk ini belum tersedia untuk diperdagangkan.
Kedua perusahaan masih mengkaji integrasi teknologi, distribusi, edukasi, kesiapan produk hingga aspek regulasi. Selain saham individual, ETF seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) dan Invesco QQQ juga masuk dalam aset yang dipertimbangkan.
Saham Dibawa ke Blockchain
Teknologi yang menjadi fondasi kerja sama ini adalah tokenisasi, yakni merepresentasikan eksposur terhadap aset pasar modal melalui token di jaringan blockchain.

Model tersebut berbeda dari membeli saham secara langsung melalui perusahaan sekuritas. Karena itu, tokenisasi tidak otomatis berarti investor memiliki saham dengan hak yang sama seperti pemegang saham konvensional.
Struktur produk, hak yang melekat, mekanisme penerbitan dan penebusan, hingga risikonya perlu dipahami sebelum produk tersedia.
Ondo Finance sendiri telah mengembangkan Ondo Stocks, infrastruktur yang menyediakan akses onchain terhadap saham dan ETF AS bagi investor yang memenuhi syarat di luar AS.
Ondo menyatakan infrastrukturnya saat ini mencakup lebih dari 430 saham dan ETF. Pada Mei 2026, TVL Ondo Stocks telah melampaui 1 miliar dolar AS, kurang dari delapan bulan setelah diluncurkan.
“Di Ondo, kami membangun infrastruktur untuk membawa saham dan ETF secara onchain, dan melihat peluang yang kuat di pasar tempat permintaan terhadap aset keuangan berkualitas tinggi terus bertumbuh,” kata Senior Director Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).
FLOQ Jadi Pintu Masuk Lokal
Melalui MoU tersebut, FLOQ dan Ondo Finance akan mengevaluasi bagaimana infrastruktur tokenisasi Ondo dapat diintegrasikan dengan ekosistem FLOQ.
FLOQ memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan beroperasi dalam kerangka regulasi Indonesia. Sementara Ondo membawa teknologi untuk merepresentasikan eksposur terhadap aset pasar modal AS melalui blockchain.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar menambah pilihan aset di platform.
“Indonesia telah memiliki ekosistem aset digital yang besar. Kami percaya bahwa tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” ujar Yudhono.
![MoU Ondo Finance dan FLOQ. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/11/36032-ondo-finance-dan-floq.jpg)
Menurutnya, Ondo memiliki infrastruktur untuk membawa sekuritas tradisional ke jaringan blockchain, sedangkan FLOQ memiliki distribusi lokal, komunitas, dan pemahaman terhadap pasar Indonesia.
Edukasi dan Regulasi Jadi Ujian
Teknologi bukan satu-satunya tantangan. FLOQ dan Ondo juga akan menjajaki program edukasi untuk menjelaskan bagaimana tokenisasi saham dan ETF bekerja.
Materinya mencakup hubungan antara token dengan aset yang mendasarinya, perbedaan kepemilikan langsung dengan eksposur ekonomi, serta mekanisme penerbitan dan penebusan.
Hal ini penting karena tokenisasi saham bukan hal yang sama dengan memiliki saham secara langsung, sementara karakteristiknya juga berbeda dari aset kripto.
Kedua perusahaan menegaskan setiap implementasi komersial nantinya akan mengikuti ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Untuk saat ini, saham Nvidia, Apple, Tesla dan ETF seperti SPY maupun QQQ masih berada dalam tahap pembahasan, bukan aset yang sudah tersedia di FLOQ.
Jika terealisasi, kerja sama ini akan mempertemukan infrastruktur blockchain Ondo Finance dengan distribusi lokal FLOQ, sekaligus menjadi langkah awal membawa tokenisasi sekuritas ke pasar aset digital Indonesia.