- Acer Indonesia menyelenggarakan Acer Smart School Awards 2026 untuk menuntut bukti nyata pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran.
- Acer Smart School Academy memberikan pelatihan teknologi kepada para guru untuk mengintegrasikan kecerdasan artifisial ke dalam kurikulum pendidikan.
- Kompetisi ini terbuka bagi seluruh sekolah dan guru di Indonesia dengan total hadiah mencapai lebih dari Rp600 juta.
Suara.com - Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di sekolah mulai bergeser dari sekadar wacana. Guru dan institusi pendidikan kini ditantang menunjukkan bagaimana teknologi tersebut benar-benar dipakai untuk membuat pembelajaran lebih inovatif dan relevan.
Arah itu dibawa Acer Indonesia melalui Acer Smart School Awards (ASSA) 2026. Memasuki tahun keenam, ajang ini memperkuat fokus pada pemanfaatan AI dan coding dalam pembelajaran.
Bedanya, ASSA 2026 tidak hanya melihat gagasan atau visi transformasi digital. Peserta harus menunjukkan bukti nyata dari inovasi yang sudah dilakukan, termasuk dampaknya terhadap lingkungan pendidikan.
Bukan Sekadar Bicara AI
ASSA 2026 menghadirkan dua kategori, yakni School of The Year Award untuk institusi pendidikan dan Guru Kreatif Award bagi pendidik.
Untuk kategori School of The Year, peserta perlu menunjukkan bukti inovasi, dampaknya terhadap ekosistem pendidikan, serta penerapan prinsip sustainability.
Sementara itu, guru peserta Guru Kreatif Award harus mengirimkan proyek pembelajaran yang memanfaatkan AI, lengkap dengan karya atau artefak yang dihasilkan.
Head of Marketing Acer Indonesia, Fransisca Maya, mengatakan kemampuan menggunakan AI dan coding perlu diikuti pemahaman mengenai cara menerapkannya.
“AI dan coding kini menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Untuk itu penting bagi sekolah maupun pendidik, tidak hanya mengenal teknologi melainkan juga memahami bagaimana teknologi dapat diimplementasikan,” kata Fransisca dalam keterangan resminya, Jumat (18/9/2026).
Melalui ASSA 2026, Acer ingin mendorong lebih banyak inovasi yang memberikan dampak nyata bagi siswa dan lingkungan pendidikan.
Finalis Bakal Diuji Langsung
Pengujian inovasi tidak berhenti pada dokumen yang dikirimkan peserta. Pada tahap akhir, para finalis akan masuk ke Acer Innovation Arena.
Dalam sesi tersebut, kemampuan peserta diuji secara langsung, mulai dari memahami studi kasus, menyusun struktur pemikiran, hingga mengembangkan solusi berbasis AI dalam waktu terbatas.
Dengan mekanisme ini, kemampuan mengimplementasikan teknologi menjadi bagian penting dalam penilaian, bukan hanya seberapa menarik konsep yang ditawarkan.
Guru Dapat Pelatihan AI dan Coding
Acer juga menyiapkan pelatihan melalui Acer Smart School Academy yang berkolaborasi dengan Intel Skills for Innovation (SFI).
![Acer Smart School Awards (ASSA) 2026. [Acer]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/18/26314-acer-smart-school-awards-assa-2026.jpg)
Program tersebut membekali guru dengan pengetahuan sekaligus praktik untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, membuat pembelajaran berbasis proyek, serta mengembangkan keterampilan masa depan siswa.
Materinya mencakup design thinking, computational thinking, pemrograman, analisis data, simulasi, hingga pemanfaatan AI dan machine learning secara relevan dan terukur.
Artinya, kompetisi ini tidak hanya mencari sekolah atau guru yang sudah menggunakan teknologi, tetapi juga membuka ruang untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menerapkannya.
Terbuka untuk Sekolah dan Guru di Indonesia
ASSA 2026 terbuka bagi sekolah, madrasah, sekolah luar biasa (SLB), serta guru di seluruh Indonesia. Kompetisi mencakup jenjang setara SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK/MAK.
Acer akan memilih satu pemenang School of The Year dan tiga pemenang Guru Kreatif Award pada setiap jenjang yang dikompetisikan. Total hadiah yang disiapkan mencapai lebih dari Rp600 juta.
Pendaftaran ASSA 2026 dibuka mulai 16 September hingga 10 November 2026. Setelah itu, finalis dijadwalkan diumumkan pada 16 November dan pemenang pada 26 November 2026.
Bagi dunia pendidikan, pesan dari ASSA 2026 cukup jelas: penggunaan AI di sekolah tidak berhenti pada pertanyaan apakah teknologi tersebut sudah digunakan, tetapi sejauh mana AI benar-benar membantu proses belajar dan memberikan dampak bagi siswa.