AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

Dythia Novianty

Jum'at, 18 September 2026 | 20:42 WIB
AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?
The 5ᵗʰ IABC Indonesia Conference & Awards | 2026, dengan tema “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” di Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Rahma]
baca 10 detik
  • Wakil Ketua AMSI Suwarjono menyatakan AI mempermudah pencarian informasi di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.
  • Ketua IPRAHUMAS Fachrudin Ali menyampaikan teknologi AI mempercepat proses pengolahan wawancara menjadi transkrip dalam waktu singkat.
  • Direktur CARMA Sabrina Azmi menegaskan kepercayaan publik harus dibangun melalui tindakan nyata di tengah maraknya informasi.

Suara.com - Cara masyarakat mencari informasi terus berubah seiring perkembangan teknologi artificial intelligence (AI). 

Jika sebelumnya orang mengandalkan media, pemerintah, atau media sosial, kini chatbot dan tools berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity mulai digunakan untuk mencari informasi, termasuk ketika ingin mengecek kebenaran sebuah berita.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan baru. Ketika AI menjadi salah satu tempat mencari jawaban, masyarakat tetap perlu memastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang valid.

Vice Chairman Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Suwarjono mengatakan, perubahan tersebut merupakan bagian dari transformasi panjang ekosistem media. 

Menurutnya, media telah mengalami beberapa kali disrupsi teknologi, mulai dari kehadiran agregator, media sosial, hingga AI.

“Perubahan ini tidak hanya bagaimana membangun kepercayaan kepada publik, tapi juga ada faktor-faktor ekosistem, satu dari bisnisnya, kedua dari distribusinya, ketiga dari cara berbuatnya dan keempat adalah bagaimana membangun kepercayaan publik di tengah banyaknya informasi,” ujar Suwarjono.

Menurut dia, AI kini juga membantu kerja jurnalistik, termasuk membaca statistik, melihat isu yang berkembang dari berbagai daerah, hingga memahami pola audiens.

Di sisi lain, perkembangan AI juga membuat produksi informasi palsu semakin mudah. Karena itu, keberadaan sumber yang melakukan verifikasi langsung di lapangan masih menjadi bagian penting dalam ekosistem informasi.

“Jalan pulang jurnalisme adalah kembali liputan-liputan lapangan akan digunakan oleh AI,” katanya dalam The 5 IABC Indonesia Conference & Awards 2026, dengan tema “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

baca juga

Suwarjono menilai, AI tetap membutuhkan sumber informasi yang segar. Tanpa sumber baru dari lapangan, informasi yang diolah AI berpotensi hanya berputar pada informasi lama maupun konten yang sebelumnya sudah beredar di media sosial.

AI Bikin Informasi Makin Cepat

Perubahan cara mendapatkan informasi juga terasa dalam pekerjaan komunikasi pemerintah.

Ketua Ikatan Pranata Humas Indonesia (IPRAHUMAS), Fachrudin Ali mengatakan, AI membuat sejumlah pekerjaan komunikasi menjadi jauh lebih cepat. 

Salah satunya proses mengolah hasil wawancara menjadi transkrip dan materi komunikasi.

“Dengan hanya menggunakan AI, enggak sampai lima menit semua transkrip selesai. Setelah itu saya cemplungkan ke AI yang paling canggih, enggak sampai dua menit udah jadi,” ujar Fachrudin.

Meski demikian, kecepatan tersebut tidak berarti informasi bisa langsung disebarkan tanpa memahami substansinya.

Ilustrasi AI. [Unsplash]
Ilustrasi AI. [Unsplash]

Menurut Fachrudin, tantangan komunikasi di era AI bukan sekadar menjadi pihak yang paling cepat memberikan respons ketika isu muncul. Substansi dan kepercayaan justru menjadi bagian yang semakin penting.

“Sekarang itu tantangannya bukan semakin cepat suatu isu muncul, semakin cepat kita harus merespon. Tapi merespon secara substansi,” katanya.

Ia menambahkan, informasi resmi dari pemerintah pun tidak otomatis diterima begitu saja oleh publik. Perubahan pola komunikasi digital membuat institusi harus membangun komunikasi yang lebih jelas, konsisten, dan tidak berhenti pada penyebaran rilis.

Trust Tak Bisa Dibangun Sekadar Lewat Banyak Informasi

Persoalan kepercayaan juga menjadi perhatian General Manager Indonesia Research Solutions dan Director CARMA, Sabrina Azmi.

Menurut Sabrina, banyaknya perhatian atau pemberitaan belum tentu berujung pada tingkat kepercayaan yang tinggi. Ia membedakan antara  perhatian, pengaruh, dan kepercayaan.

“Perhatian yang diperoleh akan memberi porsi suara,” ujar Sabrina.

Menurutnya, perhatian dapat memberikan porsi pemberitaan yang besar, sementara pengaruh membuat seseorang memiliki kesempatan untuk didengarkan. Namun, kepercayaan harus dibangun melalui tindakan.

"Kepercayaan adalah sesuatu yang harus dibangun," katanya.

Sabrina menyebut, CEO perusahaan AI memiliki porsi besar dalam percakapan media mengenai AI. Namun, ketika berbicara mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap opini tentang AI, jurnalis dan akademisi justru termasuk kelompok yang mendapatkan kepercayaan lebih tinggi.

Ilustrasi ChatGPT (Unsplash/Jonathan Kemper)
Ilustrasi ChatGPT (Unsplash/Jonathan Kemper)

Hal ini memperlihatkan bahwa di tengah semakin banyaknya sumber informasi, persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang paling banyak berbicara atau paling sering muncul.

Masyarakat juga perlu melihat dari mana informasi tersebut berasal, bagaimana informasi diperoleh, dan apakah ada dasar yang bisa diverifikasi.

Perkembangan AI pada akhirnya membuat proses mencari informasi menjadi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut datang bersamaan dengan kebutuhan untuk lebih kritis terhadap jawaban yang muncul.

AI bisa menjadi alat untuk membantu mencari informasi. Tetapi ketika menyangkut kebenaran sebuah berita, sumber yang valid dan proses verifikasi tetap menjadi bagian penting yang tidak bisa dilewati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:44 WIB

Kumpulan Prompt AI Edit Foto Era 80-an yang Lagi Viral, Bisa Langsung Dipakai

Kumpulan Prompt AI Edit Foto Era 80-an yang Lagi Viral, Bisa Langsung Dipakai

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 10:01 WIB

LG Bawa Presisi OLED ke TV LCD, MRGB evo AI Dikembangkan dengan Talenta Indonesia

LG Bawa Presisi OLED ke TV LCD, MRGB evo AI Dikembangkan dengan Talenta Indonesia

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB

Bukan Sekadar AI Cloud, Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur GPU NVIDIA Skala 1 GW

Bukan Sekadar AI Cloud, Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur GPU NVIDIA Skala 1 GW

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 16:17 WIB

NPU Mulai Turun Kelas, Axioo Bawa Laptop AI ke Harga Rp8 Jutaan

NPU Mulai Turun Kelas, Axioo Bawa Laptop AI ke Harga Rp8 Jutaan

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 10:17 WIB

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:23 WIB

Terkini

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Bali | Jum'at, 18 September 2026 | 20:37 WIB

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:33 WIB

BRI Perkuat Sinergi Pemerintah untuk Perluas Pembiayaan Perumahan Rakyat

BRI Perkuat Sinergi Pemerintah untuk Perluas Pembiayaan Perumahan Rakyat

Jakarta | Jum'at, 18 September 2026 | 20:32 WIB

Gaya Hidup Makin Praktis, Tisu Basah Kini Berkembang dengan Fungsi yang Makin Beragam

Gaya Hidup Makin Praktis, Tisu Basah Kini Berkembang dengan Fungsi yang Makin Beragam

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 20:30 WIB

Tugas Guru Itu Mengajar, Bukan Menjadi Petugas Pemeriksa MBG

Tugas Guru Itu Mengajar, Bukan Menjadi Petugas Pemeriksa MBG

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 20:30 WIB

The Fed Naikkan Bunga, Investor Kripto Jangan Cuma Lihat Harga Bitcoin

The Fed Naikkan Bunga, Investor Kripto Jangan Cuma Lihat Harga Bitcoin

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 20:27 WIB

413 Siswa, Guru, dan Karyawan SMK Negeri di Yogyakarta Keluhkan Mual-Diare Usai Santap MBG

413 Siswa, Guru, dan Karyawan SMK Negeri di Yogyakarta Keluhkan Mual-Diare Usai Santap MBG

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:25 WIB

Cerita Nino Dapat Izin Orangtua Jadi Atlet Esports, Pintar Bagi Waktu Belajar dan Main

Cerita Nino Dapat Izin Orangtua Jadi Atlet Esports, Pintar Bagi Waktu Belajar dan Main

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 20:25 WIB

BRI Tawarkan KPR Sejahtera dengan DP 1% dan Bunga Tetap Hingga 20 Tahun

BRI Tawarkan KPR Sejahtera dengan DP 1% dan Bunga Tetap Hingga 20 Tahun

Riau | Jum'at, 18 September 2026 | 20:22 WIB

×