- PANDI dan Privy bekerja sama mengembangkan teknologi verifikasi identitas digital yang aman pada ekosistem domain .id.
- Kerja sama tersebut memanfaatkan Verifiable Credential dan tanda tangan elektronik untuk mendukung prinsip minimisasi data pribadi.
- PANDI juga bermitra dengan NIXI serta APJII guna memperkuat infrastruktur internet dan keamanan siber nasional.
Menurut dia, upaya membangun kepercayaan digital membutuhkan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar keaslian identitas dan komunikasi dapat diperiksa melalui mekanisme yang lebih andal.
![Kolaborasi Privy dan Pandi meningkatkan keamanan data pribadi. [Pandi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/28/90296-kolaborasi-privy-dan-pandi.jpg)
Meski begitu, teknologi verifikasi identitas tetap perlu disertai tata kelola data yang jelas. Prinsip minimisasi data dan persetujuan penggunaan data sesuai ketentuan yang berlaku menjadi bagian dari pendekatan yang dijajaki kedua pihak.
Perkuat Infrastruktur Internet Nasional
Selain pengembangan identitas digital, PANDI juga menjalin kerja sama dengan National Internet Exchange of India (NIXI) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Penandatanganan kedua nota kesepahaman tersebut turut difasilitasi melalui layanan tanda tangan elektronik Privy.
Kolaborasi dengan NIXI mencakup pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan registri domain, pengembangan IPv6, serta peningkatan keamanan internet melalui Resource Public Key Infrastructure (RPKI), Domain-based Message Authentication, Reporting and Conformance (DMARC), dan Domain Name System Security Extensions (DNSSEC).
Sementara itu, kerja sama dengan APJII diarahkan untuk memperkuat infrastruktur Domain Name System (DNS) Indonesia.
Rencana kolaborasinya meliputi pengembangan DNS Resolver Indonesia, DNS Authoritative .id, penempatan Root Server, serta peningkatan keamanan siber melalui pemanfaatan jaringan Indonesia Internet Exchange (IIX) di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung.
Ketiga kerja sama tersebut menyasar aspek yang saling melengkapi, mulai dari verifikasi identitas digital, penguatan infrastruktur internet nasional, hingga pertukaran pengetahuan lintas negara.
Bagi pengguna, tantangannya bukan hanya memastikan layanan internet dapat diakses, tetapi juga menjaga agar proses verifikasi identitas tidak mengumpulkan data pribadi secara berlebihan.
Implementasi teknologi, tata kelola data, dan mekanisme verifikasi dalam layanan nyata akan menentukan sejauh mana pendekatan ini dapat memperkuat keamanan ekosistem digital Indonesia.