Suara.com - Di tengah ramainya pasar ternak di Sumatera Barat, masyarakat Suku Minangkabau punya tradisi unik bernama Marosok — cara tawar-menawar sapi tanpa suara.
Penjual dan pembeli cukup saling menggenggam tangan yang ditutupi kain atau sarung, lalu “berbicara” lewat kode jari. Diam-diam, tapi penuh strategi.
Tradisi ini bukan sekadar jual beli, tapi juga soal menjaga etika, harga diri, hingga menghormati sesama pedagang di pasar ternak.
Bahkan orang di sebelahnya belum tentu tahu harga yang sedang disepakati!
Di era serba digital, budaya seperti ini jadi bukti kalau kearifan lokal tetap hidup dan punya cerita menarik untuk dijaga.
Kalau kamu sendiri, kira-kira bakal bisa nggak nego pakai kode tangan begini?