Suara.com - Singapura menegaskan sikapnya untuk tidak membayar tarif kepada Iran atas pelintasan di Selat Hormuz.
Pemerintah menilai bahwa jalur tersebut merupakan hak semua negara berdasarkan hukum internasional, sehingga tidak seharusnya dikenakan biaya atau pembatasan sepihak.
Di sisi lain, Singapura juga menyoroti peran penting Selat Malaka sebagai jalur perdagangan global yang jauh lebih strategis.
Dengan volume kapal yang tinggi, selat ini menjadi nadi distribusi dunia yang tidak bisa diabaikan dalam dinamika geopolitik internasional. Bagaimana dampak ketegangan ini terhadap perdagangan global ke depan?