Alexa

Duh, Anak-anak Kini Lebih Banyak Alami Gejala Mata Kering

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati
Duh, Anak-anak Kini Lebih Banyak Alami Gejala Mata Kering
Seorang anak perempuan gembira bermain gawai. [shutterstock]

Karena mereka kerap menggunakan perangkat digital berlebihan.

Suara.com - Gejala mata kering di kalangan pasien yang berusia lebih muda saat ini semakin meningkat. Pasalnya, mereka kerap menggunakan perangkat digital berlebihan.

Sebuah studi yang dilakukan Amber Gaume Giannoni, spesialis optometri lokal bersama College of Optometry di University of Houston, mengatakan semakin banyak anak-anak yang terus menerus menatap layar, semakin sedikit mereka berkedip, hingga menyebabkan gejala mata kering.

Padahal, kata dia, berkedip dapat membantu merangsang kelenjar yang berfungsi untuk melembapkan mata.

Studi tersebut juga menunjukkan, bahwa anak-anak berusia delapan tahun bisa menghabiskan enam jam sehari di depan layar.

Karena itu, Giannoni menyarankan orangtua bisa membatasi waktu anak-anak mereka bermain perangkat digital dan memerhatikan gejala mata kering seperti menggosok dan kemerahan mata.

Dia merekomendasikan metode 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata terhadap perangkat digital, yakni istirahat 20 detik setiap 20 menit Anda atau anak-anak menggunakan perangkat digital. Selain itu, lihatlah layar dengan jarak 20 kaki (sekitar enam meter) atau jangan terlalu dekat. (Boldsky)


loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

BESOK!! Yuk nonton Steven Jam di kantor Suaradotcom, catat tanggalnya ya jangan sampai lupa! Buat kamu yang di sekitaran Jakarta Selatan bisa merapat ke kantor redaksi kami ☺️
.
Sstt.. Kita juga bakal live dari Facebook dan Instagram lho!
.
.
.
.
#stevenjam
 #kawanansj #komunitasreggae #acoustic #reggaejakarta #reggae #southjakarta #livemusic #livestreaming #music #selebonloc #suaradotcom

INFOGRAFIS