Buya Yahya menjawab bahwa masalah kejombloan itu adalah persoalan pernikahan yang tidak ada paksaan untuk menikah di umur tertentu.
"(Soal) jomblo ini, ada orang (bisa) menikmati kejombloan kok. Jadi masalah nikah itu, berartikan jomblo itu bagaimana tentang pernikahan. Jadi nikah itu tidak boleh (kalau) kita memaksakan orang harus menikah umur segini (tertentu) dan ada sebagian orang memang sudah tenggelam dalam kecintaan kepada Allah. Lalu tidak ridho, tidak (belum) pengen menikah itu mungkin," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa seseorang yang tidak ingin menikah bukan berarti ia melanggar sunnah Nabi.
"Jadi kalau ada orang tidak menikah bukan berarti dia (sudah) melanggar sunnah Nabi, melanggar berdoa. Karena apa? Karena ada orang (masih) tidak menikah (karena) memang dia telah dicabut oleh Allah keinginan untuk menikah, (dan)tenggelam dalam kerinduan kepada Allah SWT," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga mengatakan bahwa syahwat yang dititipkan kepada seseorang oleh Allah SWT merupakan karunia, karena Allah pun memberi jalan untuk menyalurkannya.
"Tapi ada (juga) sebagian yang oleh Allah syahwat (masih) tetap diabadikan pada dia, nah Allah (pun) menciptakan syahwat itu (sebagai) karunia sesungguhnya. Syahwat itu adalah karunia dari Allah dan Allah menciptakan syahwat tapi Allah juga telah memberikan satu jalan untuk menyalurkan syahwat yang jernih dan mulia tersanjung, yaitu pernikahan," Buya Yahya melanjutkan penjelasannya.
Karena itu, syahwat pun menurut Buya Yahya bisa menjadi ukuran bagi seseorang masih sanggup menjomblo atau tidak. Karena jika seseorang sudah tak bisa menahan syahwatnya maka satu-satunya cara yakni melalui pernikahan
"Apakah dia tergolong orang bisa menahan syahwat, kalau dia masih tergolong menahan syahwat dan aman maka jomblo adalah gak ada masalah, dia bisa menuntut ilmu," ujar Buya Yahya.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Dia Ciri-Ciri Manusia yang Dicintai oleh Allah SWT Kata Gus Baha