Penjual Ikan Basah Bertanya kepada Buya Yahya Tentang Timbangan, Ternyata Begini Masalahnya

Suara Bandung | Suara.com

Minggu, 18 September 2022 | 20:06 WIB
Penjual Ikan Basah Bertanya kepada Buya Yahya Tentang Timbangan, Ternyata Begini Masalahnya
Tangkapan layar video Buya Yahya. [YouTube] (YouTube)

SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya, ia seorang penjual ikan basah. Ia mengaku setiap kali ada pengiriman barang datang, selalu ditimbang terlebih dahulu. 

Semisal datang ikan 1 kwintal dan belum diberi es, kemudian untuk menjaga kesegarannya maka diberi es.

Setelah itu, ikan dibagi-bagikan ke bakul-bakul yang biasa membeli dari dirinya, misalnya ikan bandeng atau ikan mujair.

Tapi setelah ikan itu dibagikan ke bakul-bakul, ikan tersebut yang tadinya 1 kwintal sebelum diberi es, ternyata setelah diberi es menjadi bertambah berat semisal menjadi 1 kwintal 1 kilo atau  1 kwintal 2 kilo.

Berat yang lebih itu oleh orang yang berjualan biasa disebut dengan oncolan, karena sudah ditambah es.

Lalu, bagaimana hukumnya menurut Buya Yahya?


Apakah ada unsur riba atau yang semacamnya dalam hal itu, Buya Yahya pun menjawabnya. Buya Yahya mengatakan bahwa yang pertama adalah bertambah dan berkurangnya berat ikan itu bukan disengaja.

"Yang gak bener adalah, jual kedelai, rupanya disuntik sama pasir. Sehingga mesin tukang tahunya rusak, karena apa, dalamnya bunyi krek, ada pasirnya, itu dusta", Buya Yahya menjelaskan.

"ada kedelai setengah kwintal 50 kilo, disisipkan pasir setengah kilo gak kerasa, dusta. Dikurangi kedelainya setengah kilo, dimasukkan pasir setengah kilo, itu ada model begitu tuh orang-orang gak punya kejujuran", lanjut Buya Yahya.

Buya Yahya pun mengatakan apabila kita yang bekerja menjaga ikan dan ikannya itu bertambah berat atau sebagainya, maka itu tidak disengaja. Tapi apabila kita berjualan, maka yang kita jual itulah yang menjadi hakikatnya.

"bahkan kalau seandainya nyusut pun, misalnya. kebalikannya saja, anda baik sekali, disaat tambah, anda mikir. disaat susut bagaimana? contoh, semula ikan saya itu 1 kwintal, di dalam perjalanan gak tau mungkin, waktu beli 1 kwintal harganya adalah 1 juta," Buya Yahya melanjutkan.

"diperjalanan namanya ikan seger barangkali kaya habis mandi kan berkurang airnya. Waktu sampe di tempat, giliran kita mau jual, 1 kwintal jadi kurang. Apakah dia bohong yang jual? ya enggak. Waktu nimbang anda melihat di mata anda. 

Disepanjang perjalanan nanti mengering dan sebagainya kurang. tinggal nanti kalau anda jual, anda jangan bilang 1 kwintal. Ini 98 Kilo", kata Buya Yahya

Buya Yahya pun mengatakan bahwa kita harus mengatakan apa adanya tentang berat ikan yang kita jual. Ia pun memberikan solusi apabila ikan tersebut memang berkurang beratnya, maka bisa dilakukan dengan menaikkan harga.

"Adapun masalah kerugian anda 2 kilo itu bisa anda tumpangi dengan menaikkan harga", ungkap Buya Yahya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membaca Doa Qunut Tak Boleh Terombang-ambing? Begini kata Buya Yahya

Membaca Doa Qunut Tak Boleh Terombang-ambing? Begini kata Buya Yahya

| Minggu, 18 September 2022 | 18:18 WIB

Ilmu dan Amal, Buya Yahya: Puncaknya adalah Ikhlas

Ilmu dan Amal, Buya Yahya: Puncaknya adalah Ikhlas

| Minggu, 18 September 2022 | 16:41 WIB

Buya Yahya Menerangkan Tentang Alih Fungsi Masjid, Begini Jelasnya

Buya Yahya Menerangkan Tentang Alih Fungsi Masjid, Begini Jelasnya

| Minggu, 18 September 2022 | 15:32 WIB

Menjaga Jendela Hati untuk Akhirat, Begini Kata Buya Yahya

Menjaga Jendela Hati untuk Akhirat, Begini Kata Buya Yahya

| Minggu, 18 September 2022 | 12:37 WIB

Terkini

Terpopuler: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Top 5 Moisturizer yang Mencerahkan Wajah

Terpopuler: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Top 5 Moisturizer yang Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:40 WIB

5 Pasangan Shio yang Punya Kecocokan: Diam-diam Serasi dan Saling Melengkapi

5 Pasangan Shio yang Punya Kecocokan: Diam-diam Serasi dan Saling Melengkapi

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:39 WIB

Episode 5 dan 6 The Scarecrow Bikin Penonton Ikut Mikir Keras

Episode 5 dan 6 The Scarecrow Bikin Penonton Ikut Mikir Keras

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:20 WIB

Brass Monkeys: Kenapa yang Jelas Lebih Baik Justru Tidak Dipilih?

Brass Monkeys: Kenapa yang Jelas Lebih Baik Justru Tidak Dipilih?

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:14 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Bikin Film 'Napi: Pesan dari Dalam', Erick Estrada Boyong Penghuni Lapas jadi Aktor

Bikin Film 'Napi: Pesan dari Dalam', Erick Estrada Boyong Penghuni Lapas jadi Aktor

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:00 WIB

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Jabar | Kamis, 07 Mei 2026 | 00:06 WIB

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:46 WIB

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:41 WIB

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:32 WIB