SuaraBandungg.id – Peristiwa nahas kembali terjadi di Indonesia, sebelumnya terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 jiwa.
Tepat pada Kamis (6/10/2022) peristiwa nahas menimpa Madrasah Tsanawiyah (MTSN) 19 Jakarta, di kawasan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.
Peristiwa tersebut yakni jatuhnya tembok yang menewaskan tiga siswa.
Selain tiga siswa tewas, peristiwa itu juga mengakibatkan satu siswa lainnya luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.
Saat peristiwa tersebut terjadi, para siswa lainnya berteriak histeris. Selain para siswa, para guru pun tak kalah paniknya.
Terlebih setelah itu air dari gorong-gorong yang meluap masuk ke halaman sekolah, karena memang tembok yang roboh tersebut berbatasan langsung dengan aliran air.
Isnawa Adji selaku Kepala BPBD DKI Jakarta menuturkan bahwa tembok di halaman MTSN 19 Jakarta tersebut roboh akibat tergerus luapan banjir.
Ia juga menyatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.50 WIB di saat hujan deras mengguyur daerah tersebut.
Ketika itu ada sekitar 5 siswa yang bermain di panggung di halaman sekolah yang berbatasan langsung dengan tembok tersebut.
Baca Juga: Prediksi Netizen Malaysia Meleset, Guam Berhasil Tahan Imbang Timnas Malaysia
Satu diantara rekan korban yang juga menjadi saksi mata peristiwa tersebut, Adib Zaran mengatakan, sebelum tembok roboh sempat terdengar suara retakan dari arah tembok tersebut dan diselingi sejumlah genteng jatuh.
Setelah itu, peristiwa nahas pun terjadi. Tembok beton di halaman MTSN 19 itu jatuh dan menimpa tiga rekannya.
"Langsung panik pada teriak, baru guru pada keluar nolongin. Pertama diangkat dulu temboknya," tuturnya, dikutip dari Suara.com, Jumat (7/10/2022).
Setelah tembok jatuh dan menimpa tiga siswa dan melukai sejumlah siswa lainnya, pihak guru berusaha mengeluarkan korban dari tembok yang jatuh tersebut.
Setelah berhasil dikeluarkan, semua korban langsung dibawa ke rumah skit terdekat, yakni RS Prikasih, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah itu, diketahui tiga siswa yang meninggal dunia bernama Dika, Dendis dan Adnan.
Sementara satu siswa yang mengalami luka bernama Aditya Daffa Luthfi.