"Mendengar ada tangisan di dalam kamar PC, didengar oleh Kuat, didengar oleh Susi," katanya.
"Lalu kemudian ingin konfirmasi apa yang sedang dialami Ibu PC pakaian acak-acakan sambil menangis," tutur Sudding.
"PC menelepon FS sambil menangis bahwa saya diperlakukan seperti ini oleh Brigadir J, ditanya lebih lanjut di Jakarta nanti saya jelaskan," kata dia.
Ketahuan Kuat
![Kolase foto dokumen istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan mendiang Brigadir J. [tvone]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2022/09/06/1-kolase-foto-dokumen-istri-ferdy-sambo-putri-candrawathi-kuat-maruf-dan-mendiang-brigadir-j.jpg)
BRIGADIR J pada 4 Juli 2022 diduga melakukan hal yang senonoh pada istri Ferdy Sambo.
Saat itu diduga terjadi peristiwa Brigadir J akan mengangkat (menggendong) Putri Candrawathi yang sedang tidur siang di sofa ke kamarnya.
Pada siang hari Putri Candrawathi tertidur di sofa di ruang tamu.
Lalu kemudian datang Brigadir J ingin membopong, mengangkat PC untuk masuk ke dalam kamar.
“Melihat kejadian itu, Kuat membentak Brigadir J agar tidak melakukan itu dan tidak menyentuh Ibu, lalu kemudian mengurungkan niatnya," jelas Sudding.
Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan, Polri Klaim Penyebabnya Bukan Karena Gas Air Mata! Berikut Penjelasannya
Masuk kamar
BRIGADIR J dituduh masuk ke dalam kamar istri Ferdy Sambo secara mengendap-endap.
Akan tetapi, hal itu dilihat dan ditegur oleh Kuat Maruf, yang membuat Brigadir J langsung melarikan diri.
"Saat itu Brigadir J masuk ke dalam kamar Putri di lantai 2 dan keluar dari kamar dilihat oleh Kuat, mengendap-ngendap lalu kemudian ditegur. Kenapa masuk ke kamar Ibu? Kemudian lari," kata dia.
Sumber : Suara.com