SuaraBandung.id - Perselisihan ataupun perdebatan yang sesekali bisa saja terjadi di antara pasangan suami istri dalam hubungan rumah tangga adalah hal yang wajar.
Ketika seorang suami ataupun istri sedang emosi, terkadang suami justru terpancing untuk mengatakan hal-hal yang mengarah kepada perpecahan.
Bahkan dapat terpancing untuk melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan.
Lalu, bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi dan apa yang harus dirubah oleh seorang suami dalam menghadapi istri yang sedang emosi?
Jawaban atas pertanyaan tersebut terungkap dalam satu ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya.
Buya Yahya pun menyampaikan bahwa hendaknya seorang suami tidak boleh langsung merespon kemarahan istri dengan cara-cara yang dapat mengarah kepada perpecahan.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 18 November 2022, berikut ulasannya.
"Cara menghadapi istri di saat emosi dan marah harus anda rubah, tidak boleh langsung mengarah kepada perpecahan, perceraian, dan sebagainya," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian memberikan satu contoh bagaimana seorang suami secara tidak langsung merayu istri.
"Apakah ndak bisa dirubah, kalau (misal) kau jangan bikin marah lah ya, kalau begitu karena kamu marah nanti malam bercintanya dobel lho ya," kata Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa hendaknya kita dapat merayu pasangan dengan cara yang baik.
"Itu lho marahnya itu ancaman yang indah begitu, jangan yang seram-seram begitu. Jadi tolonglah kepada pasangan itu kalau marah jangan pakai ancaman yang jelek ya," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya pun menegaskan agar kemampuan untuk merayu diperlukan agar tidak terungkap ancaman yang mengarah kepada perpisahan.
"Dikit-dikit jangan pakai ancaman, cerai, pisah dan sebagainya, ketidakmampuan berarti untuk merayu. Berarti anda perlu dong seni merayu dong, seni bercinta," pungkas Buya Yahya.