Laura terus memupuk mimpi dengan menempuh pendidikan dan berhasil menjadi mahasiswa.
Biaya besar rupanya harus ditutupi Laura agar perkuliahannya yang mahal bisa dilalui.
Belum lagi Laura juga harus memikirkan kehidupan dan masa depan sang adik.
Dari sana Laura mulai berpikir keras bagaimana caranya bisa memenuhi kebutuhannya itu.
Pilihan berat akhirnya diambil. Laura dengan berat hati terpaksa harus memilih pekerjaan sampingan sebagai kupu-kupu malam.
Melihat banyak tayangan di berbagai media sosial, serial ini sangat dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa di kota besar.
Terlebih bagi mereka yang lemah iman dan memiliki khayalan menggapai mimpi secara cepat.
Laura dan mungkin mahasiswi lainnya menjadikan bisnis lendir sebagai solusi cepat untuk mendapatkan uang demi bertahan hidup, bahkan untuk demi pamer kemewahan.
Satu adegan yang cukup menyita netizen adalah bagaimana Laura memanjakan seorang om-om yang tajir melintir.
Helai demi helai kain yang membalut tubuhnya dibuka perlahan. Om tajir pun kegirangan sambil berusaha menahan nafsunya. (*)