Kebanyakan orang yang mengalami Sindrom Tourette dorongan yang kuat untuk melakukan suatu gerakan atau vokal. Inilah yang disebut sensasi firasat.
Ketika gerakan atau vokal tersebut sudah dilakukan, maka sensasi firasat akan berkurang.
Hal itu cukup melelahkan untuk dikontrol. Seseorang bisa saja melepaskan tics secara tiba-tiba.
Sindrom Tourette biasanya didiagnosis berdasarkan gejala yang dialami seseorang. Tidak ada tes laboratorium atau gambaran yang dapat digunakan untuk secara definitif mendeteksi Sindrom ini.
Gejala Sindrom Tourette bisa dikurangi dengan beberapa latihan untuk mengontrol diri agar tidak melakukan tics, seperti belajar teknik-teknik relaksasi dan pengendalian stres.
Kemudian, bisa juga dengan melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti membaca buku atau berolahraga.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa setiap orang dengan Sindrom Tourette memiliki pengalaman yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Banyak orang dengan Sindrom Tourette dapat hidup sepanjang hidup mereka dengan kondisi ini dan dapat mengelola gejala mereka dengan baik.
Namun, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf. Kemudian, melatih diri untuk bisa Mengontrol tics.
Sumber: NHS